Wednesday, November 29, 2006

langit jingga


kanvas yang kubentangkan masih kuingat kusiram dengan warna jingga lembayung sehingga dirimu bertanya: mengapa warna itu bukan warna lain saja

ini warna langit, jawabku sambil menggosok jari jemariku di atasnya meliuk-liuk seperti penari dombret yang kesetanan

kuingin melihat langit yang sejingga ini dalam mimpiku yang selalu gelap tanpa warna kalaupun ada hanya hitam putih seperti kotak-kotak norak yang menyebalkan yang sering kaukenakan

lihatlah, langit ini menjadi horison tanpa batas lazuardi tempat burung-burung senja menemukan kebebasannya. tempat pasangan mahluk hidup mengucapkan salam perpisahan kepada hari. dan warna jingganya selalu tak kan pernah sama

lukisan langit jingga kutaruh di halaman rumah. malam hari kupandangi dia. dan memang, warnanya selalu takkan pernah sama...

1 comment:

Restituta Arjanti said...

tuh kan! langit jingga emang indah ya...