Sunday, November 30, 2008

kaleidoskop 2008: escape from bangkok

desember 2008 telah tiba. tak terasa sudah berada di penghujung tahun. mulai edisi ini saya akan memuat foto-foto jepretan dan kisah sepanjang tahun 2008. sebagai kenangan dan tentu saja apresiasi.


tiba di Suvarnabhumi dengan pengalungan bunga. pada Rabu, 26 November 2008, para demonstran antipemerintah (PAD) berhasil menguasai bandara ini untuk memaksa PM Somchai mengundurkan diri.


Chao Praya river... I'm back! nostalgia lagi nih di atas sungai chao praya.


makan siang sekaligus gabung makan malam di resto Royal Dragon (luasnya 8 hektar! saking besarnya, pernah masuk di guinnes book). pengunjung disuguhi pertunjukan seni sekaligus atraksi pengantar makanan yang terbang membawa baki makanan di udara... wow!


Wat Arun, temple of dawn. dari puncak ketinggian kuil ini tampak sungai chao praya. di sampingnya terdapat pasar yang menjual kaos dengan harga sangat murah dan menerima mata uang Rupiah. bayangin saja, Rp 300.000 dapat 13 kaos!


Pattaya! bila dibanding-bandingkan, pantai Kuta Bali masih lebih elok... hehehe. namun penataan pantai Pattaya, termasuk pedestrian dan pohon-pohon kelapa di sepanjang pantainya patut diacungi jempol. jangan ditanya soal perempuan-perempuan yang siap menemani turis yang duduk-duduk di sana...


para penari dalam pertunjukan seni di Nong Nooch, dekat Pattaya. sesudah tarian, ada pertunjukan gajah main sepak bola... seru banget!


seorang turis berfoto sejenak dengan dua saudara tua sebelum menonton atraksi gajah. mau nelpon kok mikir-mikir... hehehe.


patung tiga bocah ini sangat ekspresif. mbak Anis sampai tidak tahan untuk menggoda salah satu anak... eit, jangan dipegang lama-lama mbak!

Thursday, November 13, 2008

quantum of solace: balas dendam ala Bond



bagaimana Bond membalas dendam atas kematian Vesper kekasihnya? jawaban atas pertanyaan inilah yang diurai dalam Quantum of Solace. mulai dari kejar-kejaran mobil di Sienna, Italia. pertarungan di Bolivia. pertunjukan opera di Jenewa... dan oohh, Bond dianggap keterlaluan membunuh orang yang seharusnya ditangkap hidup-hidup.

semua akses fasilitas dan kartu kredit Bond dibekukan. ia dinonaktifkan. menjadi orang biasa. tapi mana bisa Bond menjadi manusia biasa dengan kemampuan dan koneksinya? ia kembali ke Bolivia. mengaduk-aduk sarang perusahaan Quantum milik Greene yang membendung sumber air dan menjual air minum kepada rakyat. sang jendral dan kepala polisi telah disuap. rakyat bisa apa selain merogoh kocek lebih dalam.

pegawai konsulat molek yang ditugasi mengawas Bond di Bolivia, ikut jadi korban. Bond jadi lepas kendali. perintah M tidak diikutinya. saatnya untuk membalas dendam. ditemani Camille, agen rahasia Bolivia yang ingin balas dendam terhadap Jenderal Medrano yang menghabisi keluarganya, mereka mendatangi sebuah hotel di tengah padang gurun.

di sana, transaksi kotor dilakukan Greene dengan Jenderal Medrano dan Kepala Kepolisian, agar perusahaan Quantum menang tender proyek pengadaan air negara Bolivia. Bond dan Camille datang mengobrak-abrik tempat itu.

menarik di adegan terakhir, Bond menemukan pembunuh Vesper. apa yang dilakukannya? Bond tidak membunuhnya. memang aneh dan tidak logis. bahkan M menanyakan hal ini pada Bond bahwa di luar kebiasaannya membiarkan dia tetap hidup...

M: It'd be a pretty cold bastard who didn't want revenge for the death of someone he loved.
James Bond: I don't think the dead care about vengeance.

ya, orang mati sudah tidak pusing lagi soal balas dendam...
dengan demikian sudahkah menemukan kedamaian (Quantum of Solace)?