pernah sebuah surga kauberi nama di sebuah belokan jalan sunyi dan mendaki tanpa kita tahu di mana terminal untuk menumpang tram dan terus saja kita berjalan...
pernah kubilang "surga tidak punya nama" selain ditempuh dengan keyakinan dan kau membuang peta jalan itu ketika angin gunung berhembus kencang
dinginnya menggigilkan senja yang hampir berangkat meninggalkan kita dan malam telah menunggu di perempatan sana
dalam keremangan malam, bintang-bintang berpendar di langit
kupikir kita telah sampai
281109
Sunday, November 29, 2009
shangrila
jam
1:38:00 AM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: poem
Saturday, November 07, 2009
berjela-jela cinta

dikau mengembuskan berjela-jela nafas
di saat oksigen dalam darahku menipis
jasadku terbanting ke haribaanmu
sebelum kusebut semua harapanku
dikau mengayun aku dengan berjela-jela semangat
di antara kenangan dan kenyataan yang tak muat
kupikul di dalam bayang-bayangmu
tak pernah hilang rona jingga bersemu
berjela-jela cinta kauhantar
di sela-sela musim yang memudar
menghela raga tuk berlari
dan bilakah dikau kembali
mks, 071109
jam
11:14:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: poem
Friday, November 06, 2009
may your day be merry and bright...
setangkai bunga
entah krisan ataukah lili
kusematkan di kaca spionmu
dan sepotong doa kusampirkan
semoga harimu secerah
entah krisan ataukah lili
saat dikau menengok ke belakang sejenak
jalanan berdebu
tanpa nama
penuh jejak
berserakan
setangkai bunga
entah krisan ataukah lili
kuselipkan di rambutmu
semoga terangnya
menyinari harimu
hangatnya
menyelimuti hatimu
di musim gugur ini
mks, 061109
jam
11:32:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: poem
Friday, September 25, 2009
poems on Mekong river
just a perfect day
along the mekong river
on shiny sunday
we've got a sailing
to somewhere we never
dream before
just take your seat
and let's make a perfect day
rowers
living on the water
life stops at full
nothing to be rushed
as she rows through
kutunggumu
di atas sampan
kujemput dikau
di batas sungai
rinduku
perahu
ingatkah dikau pada sungai dan ikan-ikan kecil yang pernah kita tangkap di dekat hutan tempat kita pernah tersesat mengejar capung dan pucuk-pucuk kelapa bernyanyi tentang suatu masa, suatu rumah kecil dengan lumbung padi yang tak pernah habis dan perahu sampanku yang tertambat di hatimu
aku mencintaimu
seperti perahu merindukan sungai
seperti sungai merindukan muara
seperti lumpur yang berlari bersama air
membentuk daratan di muara cintamu
mekong river, 200909
jam
10:18:00 PM
1 komentar
Link ke posting ini
Label: poems
sang dewi
segelas minuman hangat kausodorkan
udara malam dingin menggigilkan hati
aromanya harum merebak, apakah itu melati,
frangipani, sandalwood, ataukah dirimu? di tengah
kuil, bau dupa dan mantra tak putus
dirimukah arca dewi yang tersenyum tulus di sana?
gemetar kuraih cangkir dan menyesapnya
rasa getir manis menghantam-hantam sukma
liku-liku jalan pengembaraanku berkilasan
mengantarku hingga ke tempat ini
duhai dewiku, hingga tetes penghabisan minumanku
kuabadikan citramu di kalbu
jam
9:58:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: poem
sajak-sajak berangkat
berangkat 1
sudah kaubilang
hujan tak pernah punya warna
di pucuk-pucuk bambu
menyapu temaram saat senja
memanggilmu pulang
sudahlah habiskan
gigil dan sepi
yang kauhirup bersama
secangkir espresso
biar waktu terjaga selalu
di matamu
berangkat 2
kaupergi saat burung-burung besi masih tertidur, jauh ke negeri antah berantah dan di sini selalu kuterjaga menanti datangmu
berangkat 3
kuberi dikau sayap-sayap mimpi
tuk menyeberangi segara cinta
ingatlah pada langit biru
bila topan badai menghampirimu
berangkat 4
biarkan cinta terlelap di pangkuanmu
ia baru pulang dari kembara yang panjang
bertandang ke negeri-negeri yang tak pernah
dikau baca di peta
berdebu lusuh tadi ia tiba di pintu
tak mau ia membangunkanmu, jadi ia berdiri saja
ketika kaubukakan pintu untuknya
air mata mengambang di pelupuk matanya
ia sudah pulang di rumah
jam
9:45:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: poems
Thursday, August 20, 2009
Prudential Jujurlah!
Atas keluhan saya mengenai buruknya layanan yang saya alami di Asuransi Prudential (di Kompas.com “Prudential Benar-benar Mengecewakan” (4/7)), saya menerima surat Permohonan Maaf dari Customer Care Manager Prudential. Dalam surat itu disebutkan bahwa Pengajuan Klaim Perawatan Rumah Sakit dan Operasi yang saya jalani pada April 2009 tetap ditolak, karena saya sebagai Pemegang Polis bertanggung jawab sepenuhnya atas kelengkapan dan kebenaran data pada Surat Permohonan Asuransi Jiwa (SPAJ).
SPAJ tersebut dibuat oleh agen Prudential pada tahun 2007 dan kemudian hari baru saya menyadari bahwa riwayat kesehatan saya tidak dicantumkannya. Saya mempunyai saksi pada waktu agen Prudential tersebut mendesak saya membeli polis dan mengisi formulir SPAJ saya secara kilat demi mengejar target penjualan.
Prudential dalam suratnya menyebut bahwa “Kami telah melakukan penelusuran untuk memastikan apakah ada faktor kelalaian agen dalam proses pengisian SPAJ tersebut”, namun tidak disebutkan lebih lanjut hasil penelusuran.
Karena itu saya memohon, Prudential Jujurlah! Bila agen Prudential lalai dalam proses pengisian SPAJ saya, akuilah dengan jiwa besar. Bila tidak, pertemukanlah dengan data dan saksi saya untuk membuka kembali rekaman masa lalu.
Terus terang saya menjadi trauma akibat pengalaman buruk dengan Asuransi Prudential. Alih-alih klaim rawat inap dan bea operasi yang dijanjikan tidak diterima, layanan agennya benar-benar tidak etis. Layanan konsumennya demikian lamban. Malahan dalam pemberitahuan penolakan klaim saya pun terdapat kekeliruan pencantuman data tanggal berlakunya polis saya! Itulah alasan sehingga saya langsung meminta untuk menutup polis. Dari seluruh premi yang telah saya bayar berjumlah Rp 15.750.000,- Prudential hanya mengembalikan Rp 3.957.230,- Nilainya tentu tak seberapa dibandingkan nilai kejujuran. Dan untuk itu, Prudential hanya menyampaikan permohonan maaf tanpa komunikasi dengan nasabah.
Saya berharap pengalaman buruk yang terjadi pada diri saya, cukup sekali ini saja dan tidak menimpa nasabah lain.
Toni Sidjaya
Mantan nasabah Prudential polis no. 27167849
jam
10:51:00 AM
1 komentar
Link ke posting ini
Label: surat pembaca
Saturday, July 25, 2009
Stop Kekerasan dalam Berpacaran!
(Konferensi Pers 8 April 2008, gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera dan Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan)
25-26 Juli 2009 - Auditorium Universitas Widya Mandala Madiun
Rekan, tim gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera!, bersama dengan STATUS BAND dan Penerbit Kanisius, mendapat undangan untuk berbicara dan berbagi tentang kondisi kehidupan anak muda terkini dengan fokus masalah dating violence.
Seperti diketahui, sejak 11 April 2007, gerakan JBDK yang didirikan oleh Sony Set telah memfokuskan diri sebagai gerakan pendamping anak muda Indonesia yang berada dalam konteks masalah teknologi, penyimpangan pornografi dan masalah kekerasan dalam masa berpacaran.
Dimulai dengan buku pertama berjudul "500+ Gelombang Video Porno" yang memaparkan perkembangan "technopornography" terkini
yang diterbitkan pada 2007, dilanjutkan dengan pembuatan film dokumenter dan tayangan televisi bersama METRO TV "Metro Realitas - Bisnis Video Bugil", SCTC "SIGI - Pornografi dan Anakmuda", ANTEVE "Jangan Bugil Sembarangan", TRansTV "Reportase Investigasi - Warnet Mesum" dan bekerja sama dengan majalah HAI dan KAWANKU, serta dukungan media massa di seluruh Indonesia, kami dari tim gerakan JBDK mencoba menyebarkan gerakan kesadaran baru di kalangan anak muda. Gerakan itu disebut dengan "JBDK - Stop Teen Dating Violence"
Mengapa harus berbicara di area Dating dan Violence? Pada tahun 2008, gerakan JBDK bersama Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan, mengeluarkan sebuah rilis ke media massa, hasil riset tentang kekerasan dalam masa berpacaran yang melanda jutaan anak muda Indonesia.
Dating bukan persoalan main-main. Banyak sekali orang tua yang justru melarang atau mengabaikan anak-anak mereka sendiri, ketika mereka telah masuk ke usia puber dan mulai mencoba melakukan dating. Akibatnya, banyak anak muda usia sekolah yang menjalani masa dating/berpacaran dengan cara backstreet alias sembunyi-sembunyi. Orang tua banyak yang hanya bisa melarang, tanpa mengindahkan pola ketertarikan antar lawan jenis yang meledak-ledak dalam tubuh anak-anak kandungnya yang seharusnya menjadi sebuah perhatian tersendiri.
Jarang sekali anak usia sekolah yang mendapatkan support maupun dukungan dari orang tua. Mereka tidak mendapatkan pendidikan tentang pacaran yang sehat. Alasan masih kecil dan harus berkonsentrasi terhadap pelajaran sekolah, membuat kasus dating di kalangan jutaan remaja di Indonesia tidak terdata dengan apik.
Di Amerika Serikat, tumbuh sebuah protokol yang disebarluaskan di kalangan remaja, guru, sekolah dan orang tua. Protokol itu semacam sebuh peraturan dating. Di 40 negara bagian di Amerika Serikat, ada sebuah protokol dating yang sangat unik. Yaitu dengan menyebarkan sebuah SURAT KONTRAK DATING.
SURAT KONTRAK DATING
Maka, tumbuhlah kesadaran bersama dikalangan pelajar, orang tua dan pihak sekolah di Amerika Serikat untuk bersama-sama mengawasi lingkungan dan cara pergaulan remaja di sana. Setiap remaja yang telah melakukan DATING/berpacaran, wajib menandatangani sebuah SURAT KONTRAK DATING yang isinya menyebutkan tentang masalah hak dan kewajiban. Selain itu, surat KONTRAK DATING ini juga mengatur pola hubungan yang sehat. Yang isinya juga menyebutkan bagaimana setiap remaja, tidak boleh menyakiti pasangannya dan memperlakukan pola hubungan Dating sebagai sebuah simbiosis mutualisme. Hal ini, dilakukan untuk mendata para pasangan dating muda yang dididik untuk saling menghormati dan tidak melakukan kecerobohan dalam hal berpacaran.
Tentu saja sebuah cara yang sangat unik, ketika peran orang tua dan guru dilibatkan untuk bersama mengawasi aktifitas dating yang dilakukan oleh anak-anaknya.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Walaupun terdengar aneh, gerakan JBDK - STOP TEEN DATING VIOLENCE bersama rekan-rekan pemerhati masalah remaja, mencoba untuk menyadarkan jutaan remaja dan orang tua di sana. Bahwa, persoalan Dating adalah persoalan serius. Kita berpikir untuk mendidik para remaja untuk melakukan dating dengan sehat dan tidak melakukan kekerasan terhadap pasangannya.
Tepat pada tanggal 14 Februari 2009, sebuah buku berjudul "STOP TEEN DATING VIOLENCE" karangan Sony Set, Kanisius, diluncurkan melalui acara APAKABAR INDONESIA- TV ONE. Sony Set mencoba memaparkan bagaimana persoalan kekerasan dalam berpacaran adalah masalah yang sangat serius. Banyak sekali remaja putri (korban terbesar dating Violence), teraniaya secara fisik dan psikis akibat perlakuan yang buruk dari pasangannya. Mereka mengira, bahwa hal-hal yang berkaitan dengan masalah pacaran, menjadi masalah privat yang tabu dibicarakan. Akibatnya, mereka (para korban dating violence), terisolir dari teman-temannya dan menjadi bulan-bulanan bertahun-tahun, justru dari kekasih yang dicintainya.
Penyiksaan dan penderaan baik secara fisik maupun psikis, banyak diterima remaja putri yang terlanjur habis-habisan mencintai kekasihnya. Sikap kasar dan posesif yang ditunjukkan pasangannya, sering disalah artikan sebagai sifat laki-laki yang pencemburu dan "cinta mati". Padahal, faktanya, terjadi pelanggaran luar biasa yang menjadi masalah besar. Kita tahu, setiap tahun 2.4 juta aborsi terjadi di Indonesia. 1.5 juta aborsi dilakukan oleh remaja! Itu yang tercatat, bagaimana dengan kekerasan dalam level yang lebih rendah? berapa juta angka sebenarnya?
Melalui gerakan JBDK - Stop Teen Dating Violence! kami mencoba menyadarkan semua pihak untuk menyikapi masalah ini menjadi sebuah problem yang harus diselesaikan. Bukan waktunya lagi untuk diam. Kami menghimbau setiap anak muda Indonesia untuk bersuara dan menceritakan kabar dari dirinya maupun temannya yang saat ini telah melakukan dating.
Mencintai dan melakukan dating, adalah hal yang wajar. Tetapi, kekerasan yang terjadi pada saat melakukan dating, adalah hal yang harus dihentikan. Karena kekerasan akan mengakibatkan banyaknya kegagalan dalam perwujudan cita-cita dan pendidikan dari kaum remaja. Jangan sampai para remaja, anak-anak muda kita terjebak dalam Dating Violenca dan menghancurkan masa depan mereka sendiri.
Sebab korban sudah terlalu banyak, sebab kekerasan harus kita hentikan.
Tim Kerja gerakan JBDK - STOP DATING VIOLENCE!
http://tvLab.blogspot.com
0812 271 77049
ps. Gerakan JBDK - Stop TEEN Dating Violence bersama dengan STATUS BAND, pada tanggal 25 Juli 2009 akan meluncurkan Theme Song Kampanye Nasional "STOP TEEN DATING VIOLENCE" di Universita Widya Mandala Madiun. Nantikan kehadiran kami di berbagai kota di Indonesia. Mari sebarkan wacana, STOP DATING VIOLENCE! Stop Kekerasan Dalam Masa Berpacaran!
jam
9:58:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: gerakan
Thursday, July 23, 2009
derai hujan
hujan berderai di halamanmu saat kutemukan sebutir cinta basah kuyup menggigil kedinginan warnanya merah pucat tergeletak di rerumputan yang tergenang air
hujan berderai di halamanmu juga kemarin saat kujumpai dirimu beranjak pergi ke sebuah angkasa impian sehingga tak dapat kubedakan lagi titik hujan dan air mata yang menggerigis
hujan berderai di halamanmu saat pertama kali kutemukan sebutir cinta yang jatuh dari pohon dan kusangka itu bukanlah salahmu sehingga ia berada di sana
jam
11:43:00 PM
2
komentar
Link ke posting ini
Label: poem
Friday, July 17, 2009
Harry Potter and the Half-Blood Prince: Death Eater Pelaku Pengeboman
diawali dengan kerusuhan yang dilakukan para pelahap maut (death eater) di kota London: meledakkan bangunan, merubuhkan jembatan, dan ujung-ujungnya sekolah Hogwart dalam bahaya, film Harry Potter membawa penonton ke suasana tegang. tak lupa dibumbui ramuan kelucuan dan cinta anak remaja, lengkaplah sudah sajian hiburan yang ditawarkan film yang semakin mendekati sekuel terakhirnya.
jam
10:45:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: movie review
Thursday, July 09, 2009
The Bucket List: Sekeranjang Cita-cita Sebelum Ajal
bagaimana bila masa hidupmu sudah ditentukan kurang dari setahun?
dua orang pasien kanker dirawat dalam satu ruangan. Carter Chamber (Morgan Freeman), teknisi dari keluarga sederhana mengidap kanker paruparu. Edward Cole (Jack Nicholson), pengusaha kaya raya juga mengidap kanker stadium lanjut. keduanya berbagi masa lalu dan kelucuan.
Carter mudah mengingat sejarah. cita-citanya menjadi seorang profesor sejarah kandas di masa mudanya karena "tidak punya duit, berkulit hitam, dan pacarnya hamil". Edward seorang pengusaha sejak masih muda, kini ia seorang konglomerat dan sebatang kara. sudah empat kali ia kawin cerai. katanya: semangatnya sebagai lajang sulit diperdamaikan dalam ikatan perkawinan. Carter punya kegemaran minum kopi Luwak (ini menarik, karena produk Indonesia). keduanya divonis dokter tidak lebih setahun masa hidup mereka yang tersisa.
Carter membuat coret-coretan di secarik kertas "The Bucket List" atawa sekeranjang daftar cita-cita. serupa dengan "things to do before die". dalam satu kesempatan, Edward membaca catatan tersebut dan tertarik untuk mewujudkannya.
berdua mereka kabur dari rumah sakit, kegilaan petualangan mereka mulai: skydiving, balapan mobil, perjalanan safari di Afrika, menyaksikan piramid Mesir serta keindahan dunia.
dalam perjalanan itu terungkap pandangan dan keyakinan Edward yang skeptis. segalanya diukur dengan materi (uang) dan nyaris melupakan afeksi personal serta iman. tatkala berada di piramid, Carter bercerita: menurut keyakinan orang Mesir kuno, pada saat mereka mati, di akhirat mereka hanya akan diberi dua pertanyaan: 1. apakah engkau bahagia dalam kehidupan ini? 2. apakah engkau telah membagikan kebahagiaan itu kepada orang lain?
Edward mengalami krisis dalam hubungan dengan puterinya gara-gara terlalu mencampuri urusan rumah tangga puterinya. ia membayar orang menghajar menantunya karena suka melakukan KDRT. itu dilakukan karena dia sebagai ayah sayang pada puterinya, namun justru membuat puterinya malah menjauhinya.
kelucuan masih berlanjut ketika Carter menceritakan rahasia kenikmatan Kopi Luwak dalam surat yang dibacakan oleh Edward: "kopi luwak adalah koping paling mahal di dunia, bahkan termasuk ajaib bagi sebagian orang... di pedalaman Sumatra tempat kopi ini tumbuh, hidup sejenis musang liar pemakan kopi. dalam perut musang, kopi ini dicerna dan dibuang sebagai kotoran. penduduk desa mengumpulkan dan mengolahnya. jadi, perpaduan biji kopi dan enzim pencernaan perut musang, menjadikan Kopi Luwak ..."
Edward merasa keberatan dan protes: "tapi, rasa dan aromanya begitu unik... kau ngibul!"
Carter menjawab: "si musang yang maksa bilang begitu..."
mereka berdua tertawa gila-gilaan. satu lagi item dalam Bucket List: tertawa gila-gilaan, sudah terpenuhi.
satu per satu daftar mereka dicoret, terpenuhi.
kehidupan perlahan-lahan menunjukkan kepenuhannya pada hidup Edward. tiga bulan pertemanannya dengan Carter membuatnya mengerti makna hidup: membagikan sukacita kepada orang lain.
dia tidak perlu lagi cemas bila mati harus dikuburkan dalam peti emas, atau dikremasi, atau lalu diapakan...
film ini amat menghibur dan mengesan, karena itu patut mendapat 8 dari 10 bintang.
jam
9:26:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: movie review
Sunday, July 05, 2009
why do you that
why do you cry when happiness is at your door?
Saturday, July 04, 2009
Prudential Benar-benar Mengecewakan dan Merugikan Nasabah
Saya pemegang polis Prudential no. 27167849. Pada April 2009 saya menjalani operasi polip saluran pernapasan dan rawat inap di RS Stella Maris Makassar selama 5 hari. Kemudian saya mengajukan klaim ke Prudential. Proses klaim Prudential benar-benar tidak profesional. Dari sinilah muncul masalah yang baru saya sadari amat fatal.
Setelah memproses klaim saya selama sebulan, Jumat sore (5/6) saya menerima Surat Keputusan Klaim melalui e-mail yang menyatakan Prudential menolak klaim saya.
Pernyataan di SK Klaim tsb al.:
"Keterangan, pernyataan atau pemberitahuan yang disampaikan kepada kami ternyata keliru atau tidak benar atau ternyata terdapat penyembunyian keadaan yang diketahui oleh Anda ..., maka: (i) dan (ii) Polis dan seluruh pertanggungan berdasarkan polis dengan sendirinya batal serta harus dianggap tidak berlaku dan, dalam hal demikian, Anda harus bertanggung jawab atas segala risiko, kerugian dan biaya (selain Biaya Asuransi) yang timbul sebagai akibat penerbitan polis ..."
Singkat kata, saya telah danggap berbohong/menyembunyikan kebenaran pada awal polis sehingga polis saya dianggap gugur. Pada awal pembuatan polis saya telah memberitahukan keadaan sesungguhnya bahwa saya pernah Operasi Sinusitis kepada YS, agen Prudential dari
Awal mula saya jadi nasabah Prudential pada tahun 2007, YS datang ke
Terus terang saya merasa terpaksa mengambil Polis Prudential hanya demi pertimbangan pertemanan. Saya didesak mengambil polis dengan premi Rp1juta/bulan. Saya akhirnya setuju mengambil dengan premi Rp750ribu/bulan. YS mengisi semua kelengkapan formulir pendaftaran saya. Saya menceritakan riwayat kesehatan, termasuk pernah rawat inap di RS tahun 2003 untuk operasi Sinusitis. YS mengatakan bahwa hal itu tidak masalah. Dia membanding-bandingkan dan mengatakan asuransi Prudential punya kelebihan yakni memberikan biaya Operasi, selain biaya rawat inap di RS.
Saya juga tanyakan apakah perlu diadakan check up laboratorium? YS bilang: tidak perlu karena pertanggungan kecil dan bila diminta oleh pihak Prudential baru diadakan check up. Sewaktu saya memberikan keterangan ini ada saksinya.
Setelah mendaftarkan diri saya, saya diminta memberikan referensi kenalan saya kepada YS. Salah satu anggota keluarga saya juga turut menjadi nasabah Prudential, dan sekarang saya menyesalinya. Setelah YS kembali ke
Saya merasa dijebak. Namun polis saya sudah berjalan beberapa bulan.
Saya telah menyampaikan ketidakpuasan saya kepada CSO Prudential melalui e-mail, termasuk melampirkan salinan polis asuransi lain (AIG no. 20543489) yang lebih dulu saya buat sebelum Prudential, sejak 12 April 2005, di mana di situ jelas tercantum riwayat saya pernah menjalani operasi Sinusitis. Lalu mengapa YS sampai tidak mencantumkan hal serupa di polis Prudential?
YS dalam percakapan telepon menyesali tindakan saya mengajukan klaim saya ke Prudential tanpa sepengetahuannya. Dia berkata bahwa dia dapat diminta datang ke
Saat saya mengurus Surat Keterangan Dokter, dokter THT yang menangani operasi saya dengan yakin mengatakan bahwa Polip Saluran Pernapasan saya tidak ada hubungannya dengan Operasi Sinusitis sebelumnya.
Saya menemukan kesalahan fatal dalam SK Klaim Prudential disebutkan: "Polis Bapak mulai diberlakukan pada tanggal 27 November 2008". Sementara di buku Polis saya, tertulis: "Tanggal mulai berlakunya Polis: 27 September 2007". Penulisan data yang tidak akurat menunjukkan ketidaktelitian yang amat fatal!
Dengan tetap menolak klaim saya, saya menganggap Prudential membenarkan cara-cara curang YS agennya dalam membuat polis nasabah secara tidak lengkap demi mengejar target, sekaligus bertindak sepihak (tidak komunikatif) dengan mengabaikan informasi nasabah maupun saksi.
Karena itulah sejak 1 Juli 2009 saya menyatakan berhenti sebagai nasabah Prudential. Sangat riskan memercayakan risiko kehidupan saya kepada lembaga asuransi yang tidak dapat dipercaya. Untuk itu saya harus menanggung kerugian dan hanya menerima pengembalian uang Rp 3.750.000,- dari jumlah Rp 15.750.000 seluruh premi yang telah saya bayar. Klaim rawat inap dan operasi saya tidak cair, ditambah kerugian premi. Duh, pelajaran yang sangat mahal dan berharga ini semoga tidak menimpa orang lain.
Mantan nasabah Prudential polis no. 27167849
Friday, July 03, 2009
tamu malam ini 4

kulihat kilasan gerhana di matamu di derap langkah kita di antara pematang sawah, aliran sungai dan pepohonan yang selalu berbisik-bisik menceritakan kisah lampau dirimu dan diriku serta semua senja yang pernah terbenam di pangkuanmu
Wednesday, July 01, 2009
tamu malam ini 3
sengaja kubiarkan lenteraku bernyala sepanjang malam karena kutahu dirimu akan datang meskipun gerimis mulai menitik angin kencang menggigilkan badan dan rembulan tak mau menampakkan wajahnya
akhirnya aku jatuh terlelap di pendopo rumah ketika subuh terjaga oleh kicauan burung-burung dan nyanyianmu
jam
9:21:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: poems



