
diangkat dari novel berjudul sama, film twilight sangat elok dinikmati. tayangan artistik, alur cerita, soundtrack movie, penokohannya komplet membuat film berdurasi sekitar 120 menit ini tidak membosankan sebagai tontonan.
Friday, April 17, 2009
twilight the movie: vampir juga manusia...
Label: movie review
Thursday, April 09, 2009
Isa di mata Chairil Anwar
Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah
rubuh
patah
mendampar tanya: aku salah?
kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah
terbayang terang di mata masa
bertukar rupa ini segera
mengatup luka
aku bersuka
Itu tubuh
mengucur darah
mengucur darah
Kepada Nasrani Sejati
Oleh: Chairil Anwar
November 1943
Tuesday, April 07, 2009
Herman
membaca kolom catatan pinggir GM kali ini, mengantar ingatan kembali 10 tahun lampau. masa pergerakan reformasi. masa heroisme mahasiswa dan ketakutan yang ditebar penguasa waktu itu. begitu cepatnya perubahan itu. begitu lekasnya ingatan memudar... Kamis, 9 April 2009, bangsa Indonesia akan memilih wakil-wakil rakyat...
dan di antara wajah-wajah itu, GM mengingatkan, terdapat wajah keji pembunuh.
ya, rasanya saya masih mengenal sosoknya.
Herman
Potret itu dipajang berderat-deret, hampir di tiap pohon. Tapi di manakah Herman? Tiba-tiba saya ingat dia. Ia tak pernah kembali. Sepuluh tahun lebih, sejak ia hilang 12 Maret 1998. Orang banyak sudah lupa akan kejadian itu, orang mungkin bahkan lupa ada nama itu, nama seorang yang diculik, terutama karena Herman tak dikenal luas. Saya juga tak mengenalnya betul – dan memang tak harus mengenalnya betul.
Baru kemudian saya ketahui aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu bernama lengkap Herman Hendarwan, lahir 29 Mei 1971 di Pangkal Pinang, Bangka. Selebihnya tak banyak lagi informasi. Wilson, aktivis PRD yang juga sejarawan, menulis kenangan tentang kawannya ini dan mengakui: “Menulis… tentang Herman Hendrawan bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali aktivitas politiknya yang dilakukan secara rahasia dan tersembunyi …”
Rahasia dan tersembunyi: saya dan Herman saling bertemu dalam beberapa rapat seperti itu. Itu tahun 1998, di hari-hari ketika tentara Suharto menangkap dan memburu para anggota PRD, setelah rezim itu memenjarakan anggota-anggota AJI (Aliansi Jurnalis Independen), setelah orang-orangnya menduduki dengan kekerasan Kantor PDI-P…. Beberapa orang sudah dilenyapkan. Dan Herman salah satu buron, seperti halnya Andi Arif , Nezar Patria, Bimo Petrus, dan lain-lain…
Dari bangunan di Jalan Utan Kayu 68-H, saya dan teman-teman aktivis lain, tahu kami dimata-matai. Di tempat yang kini dikenal sebagai “Komunitas Utan Kayu”, kami belajar bagaimana mengamankan diri, setelah markas AJI, organissai kami, digrebeg polisi dan tiga anggota ditangkap. Satu tim dari kami -- Irawan Saptono, Ging Ginanjar, Stanley Adi Prasetya, Tedjobayu -- mengatur cara pengamanan itu, yang kadang membingungkan karena tiap kali diubah.
Itu tak bertambah gampang ketika kami harus berhubungan dengan lingkaran yang lebih luas. Tapi waktu itu kalangan pergerakan perlu membentuk jaringan, bahkan front bersama, secara pelan-pelan. Suharto terlampau kuat, dan kami hanya sekelompok aktivis dengan jangkauan terbatas. Di luar pelbagai gerakan pro-demokrasi bergerak, diam-diam atau terbuka, dan kami saling mendukung, tapi tak ada front persatuan untuk perlawanan.
Selebihnya gagu. Suharto berhasil menundukkan Indonesia dengan cara yang efisien: menyebarkan ketakutan. Rezim itu punya modal teror yang amat cukup, setelah di tahun 1965-66 puluhan ribu orang dibunuh, dibui dan dibuang. Dalam keadaan itu, membentuk kerja sama dengan kalangan lain dalam pergerakan pro-demokrasi perlu didahului dengan mematahkan teror itu. Dengan menjajal keberanian..
PRD ada di garis depan keberanian itu. Saya mulai bekerja sama dengan mereka secara lebih dekat sejak saya mengetuai Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) – sebuah langkah ke arah pembentukan front bersama dan sekaligus sebuah siasat untuk mendeligitimasi pemilihan umum Suharto (“kami pura-pura memantau pemilu, karena rezim ini juga pura-pura mengadakan pemilu”). Harus saya katakan sekarang: para anggota PRD – mereka umumnya sadar arti gerakan politik, bersemangat, dan tak gentar -- adalah sayap yang paling saya andalkan dalam KIPP.
Tapi sebelum KIPP bekerja penuh, PRD digrebek. Pimpinan mereka, antara lain Budiman Sudjatmiko, kemudian tertangkap. Kami terpukul, tentu: seluruh daya harus dibagi. Sebagian untuk meningkatkan perlawanan == “la lutta continua!” -- dan sebagian menggagalkan usaha tentara Suharto mematahkan bagian gerakan yang tersisa. Langkah baru harus diatur.
Sejak itu hubungan kami berlangsung makin berahasia, termasuk membangun kontak ke tempat tahanan. Dari Utan Kayu 68-H, operasi seperti ini, termasuk operasi penyebaran informasi dan disinformasi, dikerjakan oleh yang kami sebut “Tim Blok M”. Lewat jaringan yang dibentuk Irawan kami secara periodik bertemu dengan link PRD”: Andi Arif dan Bambang Ekalaya. Kemudian Herman -- meskipun saya tak mengenalnya betul sebagiamana ia tak akan mengenal saya betul. Ada yang harus dijaga, karena bisa saja suatu hari kami tertangkap dan dipaksa buka mulut.
Dan benar: di bulan Maret itu Herman tertangkap. Atau lebih tepat, diculik. Tak hanya dia; Andi Arief, Faisol Reza, Waluyo Jati, Mugianto, Nezar Patria, Aan Rusdianto -- semua aktivis PRD yang diangkut dengan paksa, dalam mobil yang tertutup rapat, dengan mata yang diikat dan kepala yang diselubungi seibo, dan dimasukkan ke dalam yang oleh Nezar Patria disebut, dalam testimoninya kemudian, sebagai “kuil penyiksaan Orde Baru”.
Sebagian mereka kemudian dilepas. Tapi Herman tidak. Ia hilang. Juga dua nama lain Bimo Petrus dan Suyat. Wiji Thukul, yang untuk beberapa lama berhasil disembunyikan satu tim teman-teman, juga kemudian lenyap.
Tak ada alasan untuk tak menduga mereka dibunuh. Setidaknya mati dalam penyiksaan. Nezar pernah menggambarkan bagaimana tentara Suharto menganiaya mereka: pada satu bagian dari interogasi, kepalanya dijungkirkan. Listrik pun menyengat dari paha sampai dada. “Allahu akbar!”, ia berteriak. Tapi mulutnya diinjak. Darah mengucur lagi. Satu setruman di dada membuat napasnya putus. Tersengal-sengal.
Saya bayangkan Herman di ruang itu. Mungkin ia lelap selamanya setelah tersengal-sengal. Mungkin ia langsung dibunuh. Yang pasti, ia tak pernah pulang. Para pejuang dalam sajak Hr. Bandaharo berkata “tak berniat pulang, walau mati menanti”. Dan Herman pernah menulis surat ke orang tuanya: “Herman sudah memilih untuk hidup di gerakan”, sebab Indonesia, tanahairnya, membutuhkan itu. Tapi haruskah kekejian itu?
Saya memandang potret-potret pemilihan umum itu, ada orang-orang keji yang saya kenal. Tak ada Herman.
Goenawan Mohamad
(Caping majalah Tempo, 6 April 2009)
Friday, April 03, 2009
ada apa dengan UOB Buana?

siang tadi saya menerima sms dari seorang kerabat di Jakarta: "Ton, masih punya rekening di UOB Buana? sebaiknya besok Jumat (3/4) segera diamankan, karena Senin-Rabu (6-8/4) akan ada aksi mogok dan demo karyawan UOB".
sms itu kujawab: "pernah sih ada rekeningku di bank Buana (sebelum jadi UOB Buana), tapi sudah lama tidak aktif..."
beberapa teman yang kuduga punya rekening di UOB Buana pun kuberitahu melalui sms.
maka mereka pun tampaknya jadi bingung.
saya coba mencari kabar, apa sesungguhnya yang terjadi di UOB Buana.
waah, masalahnya klasik. semula kuduga, UOB kena imbas krisis global. ternyata persoalan internal yakni kesejahteraan dan kenyamanan bekerja karyawan yang terabaikan oleh pihak atasan. nah, bila sampai berakibat pada mogok kerja dan kecemasan nasabah (rush), tentu ongkos yang dibayar UOB Buana akan lebih mahal.
informasi tambahan, pemegang saham mayoritas UOB Buana (61%) adalah UOB International Investment Private Ltd berbasis di Singapura.
Monday, March 30, 2009
another NTU death...
whoooaaa... third person of NTU foreigner bizarre death within 25 days!
should NTU turn into "Neighbor Terminator University"?
Singapore government must not keep silent.
Another NTU death
Another death of a person linked to Nanyang Technological University (NTU) has occurred, making it the third in 25 days.
Last Friday, Mr Hu Kunlun, 29, a research fellow in the Division of Control and Instrumentation from the School of Electrical and Electronic Engineering (EEE), was killed when he was hit by a car.
According to a report in the Chinese newspaper Lianhe Wanbao, the China national was on his way to work that morning. He was believed to have started work less than a year ago.
A car hit him when he was crossing Pioneer Road North to catch a bus.
He was rushed to the National University Hospital in an ambulance and pronounced dead at 11.20am.
His family has been contacted and will arrive in Singapore tomorrow.
NTU declined to comment on the incident, telling The Sunday Times that the death is not the same as the two that occurred previously.
On March 2, an Indonesian EEE student stabbed his professor before falling to his death.
A few days later, a 24-year-old project officer, a China national who was also from EEE, was found hanged in the balcony of his campus apartment.
Huang Huifen
Saturday, March 21, 2009
sajak musim semi

sajak musim semi kutemukan dalam lagu Ricardo Cocciante berjudul Primavera. musiknya sungguh menghanyutkan. ditambah lirik yang amat puitis dan kuat. seolah membawaku kembali ke suatu masa di awal musim semi. di antara rerumputan dan bukit-bukit hijau.
Primavera
(R. Cocciante - M. Luberti)
E solcherò il tuo corpo
come se fosse terra
cancellerò quei segni
dell'ultima tua guerra
E brucerò col fuoco
quest'erba tua cattiva
e ti farò con l'acqua
più fertile e più viva
E pregherò che il sole
asciughi questo pianto
e pregherò che il tempo
guarisca le ferite
Poi costruirò una serra
intorno al tuo sorriso
farò della tua vita
un altro paradiso
Sarò il tuo contadino
e tu la terra mia
combatterò col vento
che non ti porti via
Poi spargerò il mio seme
nella tua verde valle
e aspetteremo insieme
che venga primavera
che venga primavera
terjemahan bebas:
dan ku akan membakar semua jerami keburukanmu
Monday, March 16, 2009
Slumdog Millionaire: satir kemiskinan
apa bedanya kehidupan dengan tayangan televisi? film Slumdog Millionaire menyajikan potongan-potongan kehidupan seorang Jamal Malik yang seolah dirangkai sebagai gambar puzzle dalam setiap pertanyaan tayangan Who Wants to be a Millionaire.
tengoklah setiap jawaban yang diberikan mengandung kilas balik potongan kisah yang getir. misalnya, Amitabh Bachan idola yang takkan pernah dilupakannya. saat Jamal kecil terkunci di sebuah kakus di atas sungai, ia berusaha keluar untuk dapat menjumpainya. sampai-sampai ia terjun bebas ke dasar kakus. berlumuran tinja, ia mengacungkan foto untuk ditandatangani sang artis idola.
setiap babak pertanyaan, mengantarnya pada babak lain kehidupan. bagaimana ibunya tewas karena kerusuhan agama di India. bagaimana Jamal bersama Salim, kakaknya bertahan hidup di tengah pahitnya kemiskinan. sekelompok bandit yang menyekap anak-anak jalanan dan mempekerjakan mereka sebagai pengemis secara tidak manusiawi. dan Jamal yang jatuh hati pada Latika, gadis jalanan. motivasinya untuk ikut acara Who Wants to be a Millionaire juga tidak lain demi Latika, kekasih hatinya.
film yang dibesut Danny Boyle dan Loveleen Tandan ini diganjar 8 piala Oscar (2009) dan memenangkan penghargaan dari British Independent Film Award (2008). tak kurang film ini juga mendapat kecaman dari negaranya sendiri, India, karena dianggap mengeksploitasi kemiskinan.
film Slumdog memang berbeda aras dengan film-film Bollywood yang menawarkan pembebasan dan mimpi-mimpi indah dunia. ia menampilkan potret kekumuhan dan kerasnya kehidupan kaum marjinal di Tanah Hindustan.
kalimat-kalimat yang diucapkan Jamal cukup membuat sindiran lucu. misalkan, ketika ia siuman dan berada di Agra, Jamal bertanya pada Salim kakaknya: "apakah kita sudah berada di surga?"
Salim menjawab: "engkau belum mati, Jamal..."
Jamal terpesona memandang Taj Mahal di kejauhan dan berkata: "apakah itu sebuah hotel?"
penonton boleh terbahak-bahak pada bagian Agra ini. karena Jamal yang kemudian menjadi pemandu wisatawan asing amatiran, menjelaskan Taj Mahal dengan cara pandangnya sendiri yang tentu sangat berbeda dengan buku panduan. dengan tenangnya, Jamal berkata: "The guide book was written by a bunch of lazy good-for-nothing Indian beggars". halah...
kisah Slumdog sebetulnya diangkat dari novel Q&A karya Vikas Swarup dan telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia berjudul "Teka-teki Cinta Sang Pramusaji" (Serambi). begitu film ini meledak, dalam tempo 1,5 bulan terjual 35.000 kopi buku.
menurut saya film ini layak mendapat 8 dari 10 bintang.
Label: movie review
Saturday, March 14, 2009
Telur Arab Tak Menetas di Bumi RI
kaget juga ane sewaktu baca ni judul artikel... kupikir telur arab ntu semacam telor burung onta, taunya... ente baca aje deh!
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Telur Arab Tak Menetas di Bumi RI
Oleh Djoko Susilo *
Dua pekan lalu Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ekonomi dunia Islam. Forum itu dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Salah satu tema yang diangkat pertemuan itu ialah bagaimana meningkatkan investasi Timur Tengah. Dan, bagaimana RI bisa mendapatkan bagian USD 4 miliar kue investasi dari negara Arab.
Sesungguhnya tidak ada hal baru dalam forum tersebut karena masalahnya juga tetap. Yakni, keringnya investasi Arab di dunia Islam, khususnya Indonesia.
Dengan kata lain, uang Arab tetap enggan masuk. Ibarat telur, investasi Arab tetap tidak menetas di bumi RI. Janji investasi Arab hanya omong kosong belaka. Kita sudah sangat cinta dengan Arab, tapi cinta kita bertepuk sebelah tangan. Marilah kita ungkap fakta dan realita yang ada. Dalam urusan Palestina, negara dan bangsa Indonesia selalu berada dalam barisan terdepan. Contoh waktu serang brutal Israel ke Gaza beberapa bulan lalu, ratusan ribu orang berdemo di Jakarta.
Demikian pula waktu terjadi perang antara Israel lawan Hizbollah, masyarakat juga berdemo menunjukkan dukungan untuk Arab. Padahal, waktu itu saya yang kebetulan sedang di Dubai, suasana tenang-tenang saja. Tidak ada demo, tidak ada ajakan mendukung Hizbullah.
Bahkan, saat terjadi serangan Israel ke Hamas lalu, polisi Palestina di Ramallah malah menangkapi demonstran yang mendukung Hamas di Gaza.
Dalam hubungan diplomasi, tercatat dari Presiden Soeharto sampai SBY atau bahkan wakil presiden sudah berkujung ke negara Timur Tengah. Libya, Saudi Arabia, Mesir, dan UAE termasuk negara yang paling sering dikunjungi kepala negara kita.
Namun, dalam catatan diplomatik kita, ternyata Kol Moammar Qaththafi belum pernah sekalipun ke Jakarta. Juga raja Arab Saudi yang tercatat pernah ke Indonesia ialah Raja Faisal pada 1974, sedangkan Presiden Mubarak ke Indnesia kali terakhir pada 1983.
Ekonomi Tak Mengembirakan
Hubungan ekonomi tampaknya juga kurang menggembirakan. Sudah banyak saudagar Arab dan juga pejabat tinggi negara Arab menjanjikan investasi atau bantuan ekonomi, tapi umumnya realisasinya rendah.
Dalam hubungan pariwisata, sangat sedikit turis Arab ke Indonesia, padahal negeri jiran Malaysia sekarang kebanjiran turis Timur Tengah. Bahkan, Bangkok yang mayoritas Buddha pun kebanjiran turis Arab.
Memang tampaknya kita yang merasa diri dianggap penting, padahal pihak Arab sama sekali memandang sebelah mata. Jamaah haji perempuan kita sering disebut dengan cara melecehkan "Siti Romlah", sedangkan para tenaga kerja wanita (TKW) kita banyak yang mendapat perlakuan kejam tanpa perlindungan hukum memadai.
Investasi Arab nyatanya tetap tertinggi di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Pangeran Al-Walid, orang paling kaya nomor empat di dunia, pun lebih senang menanam saham di as meski sekarang bisnisnya guncang akibat krisis keuangan di AS.
Kasus pepesan kosong dari Arab bisa dilihat di Jakarta dalam monumen tiang pancang monorel yang membikin macet jalanan ibu kota. Ketika tiang tersebut diresmikan Presiden Megawati atas gagasan Gubernur Sutiyoso (waktu itu), gencar diberitakan akan dapat dana pinjaman Arab USD 500 juta. Sampai lima tahun setelah tiang pertama dibangun, satu dolar pun uang Arab tidak ada yang dicairkan.
Memang, sebenarnya, kalau sudah menyangkut harta, tidak ada soal solidaritas Islam. Yang ada adalah keamanan kekayaan Arab.
Reorganisasi Deplu
Dalam organisasi Departemen Luar Negeri (Deplu), kawasan Timur Tengah ditangani Direktorat Timur Tengah yang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Asia, Timur Tengah, dan Pasifik. Dengan demikian, bagi para perumus kebijaksanaan di Deplu, Timur Tengah hanya subbagian dari kawasan Asia, Afrika, dan Pasifik yang sangat luas. Ini sudah sangat sesuai dengan kebutuhan.
Di seluruh Timur Tengah, dari 22 negara anggota Liga Arab, RI saat ini mempunyai KBRI di 19 negara. Hanya tiga negara yang tidak ada, yakni Mauritania, Oman, dan Bahrain. Dari seluruh KBRI itu, dua yang cukup besar karena memiliki jabatan wakil Dubes, yaitu KBRI di Kairo, Mesir dan KBRI di Riyadh, Saudi Arabia.
Meski cukup banyak perwakilan RI di kawasan itu, tetap tidak bisa menandingi kawasan Asia Timur, di mana Jepang, Korea, Taiwan, dan belakangan Tiongkok merupakan investor dan mitra dagang terbesar Indonesia.
Dengan demikian, sangat jelas dari dulu Timur Tengah hanya memberikan harapan hampa. Kawasan itu merupakan fatamorgana yang hanya indah dalam bayangan dan harapan Karena itu, perlu rasional dalam melihat ketimpangan hubungan RI-Arab. Seyogyanya RI lebih terintegrasi dengan kawasan Asia Pasifik daripada menunggu pepesan kosong dari negara Arab. Kita akan semakin menderita dengan cinta tak berbalas dari negara-negara Arab.
*. Djoko Susilo, anggota Komisi I DPR
Label: politik
Mahasiswa Indonesia Tewas di Singapura

berita mahasiswa Indonesia yang disebut-sebut menikam Profesornya lalu bunuh diri dengan loncat dari lantai 4 di NTU Singapura, bagi saya masih menyimpan misteri yang demikian mengganggu pikiran. David Widjaja, mahasiswa naas itu, tercatat sebagai mahasiswa cemerlang yang pernah mengharumkan nama negara dengan menang Olimpiade Matematika, mendapat beasiswa kuliah di NTU, sebuah kampus bergengsi di Singapura.
Senin, 2 Maret 2009, pagi hari, David ditemukan tewas di halaman kampus. sejak saat itu hingga hari ini, banyak pertanyaan yang belum terjawab oleh pihak Singapura:
1. apa yang sebetulnya terjadi di ruangan Prof Chan Kap Luk pada Senin dini hari, ketika David berada di sana.
2. bila David menikam Prof Chan, apa motifnya? banyak pihak (keluarga dan kolega di NTU) meragukan dugaan gangguan emosional David. pisau dapur yang dipakai menikam pun, gagangnya secara aneh hilang (dihilangkan??).
3. bila kemudian David memutuskan bunuh diri, mengapa dia tidak loncat dari lantai teratas tempat ruangan Prof Chan berada? disebut-sebut, David turun dulu ke lantai 4 baru kemudian meloncat.
4. David disebut-sebut media, mengiris nadi pergelangan tangan, namun pihak keluarga dan kepolisian mengatakan tidak ditemukan luka pada pergelangan tangan mendiang.
5. seorang mahasiswa dari China, Zhou, dengan kelas lab yang sama dengan David, beberapa hari kemudian ditemukan tewas gantung diri.
menurutku, ini sebuah prestasi luarbiasa, di sebuah kampus bergengsi di negara modern, dalam sepekan terjadi 2 peristiwa bunuh diri mahasiswa dengan motif yang tidak jelas.
jelaslah, bau busuk (fishy) ini harus segera dibongkar oleh pihak yang berwajib. ataukah, mereka lebih memilih bungkam sambil menahan napas akibat bau busuk di NTU??
[beberapa kalangan di Singapura sendiri meragukan kemampuan kepolisiannya, setelah kasus pelarian Mas Slamet, teroris, dari penjara hingga saat ini tidak berhasil diungkap]
semoga kebenaran segera dibuka. dan, NTU tidak berubah menjadi "Neighbor Terminator University".
... and justice for all!
Mahasiswa Indonesia Tewas di Singapura
Media di Singapura: David Tidak Bunuh Diri
Media di Singapura mulai berbalik arah. Tetapi, belum ada klarifikasi dari pemerintah.
JUM'AT, 6 MARET 2009, 15:05 WIB
Ismoko Widjaya, Muhammad Hasits
VIVAnews - Departemen Luar Negeri terus memantau perkembangan berita di Singapura soal kematian mahasiswa Indonesia di Nanyang Technology University, David Hartanto Widjaja. Media di Singapura kini mulai berbalik arah pemberitaan. Tetapi, hingga kini tidak ada klarifikasi dari pemerintah Singapura.
"Belum ada klarifikasi dari Singapura. Saya tidak pernah mengatakan ada klarifikasi dari pemerintah Singapura," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2009.
Teuku pun menceritakan bahwa, ada media di Singapura yang menyebutkan David tewas bukan karena lompat dan bunuh diri. "Tetapi jatuh dari lantai dan belum ada klarifikasi dari pemerintah Singapura," tegasnya lagi.
Maka itu, pemerintah Indonesia melalui Departemen Luar Negeri terus mendesak Singapura untuk mempercepat proses investigasi. Departemen terus menunggu hasil investigasi oleh petugas berwenang di Singapura.
Tak ada yang tahu apa yang menyebabkan David terjatuh dari loteng fakultas, sama halnya tak ada yang bisa menebak apa yang sesungguhnya terjadi di ruang sang profesor ketika insiden penusukan terjadi. Polisi Singapura masih menyelidiki kasus ini.
Media di Singapura, seperti Channel news Asia menyebut David tewas karena bunuh diri. Usai tragedi penusukan, korban yang dosen di Universitas Nanyang, Singapura, Chan Kap Luk (45) dilarikan di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura. Beda nasib, sang profesor saat ini masih hidup dan kondisinya membaik.
Menurut keluarga, justru Davidlah yang menjadi korban kekerasan. Kakak David, William Widjaja (23) menduga David adalah korban kekerasan seksual. "Saya yakin David dianiaya. Kita akan cari bukti kalau David mengalami kekerasan seksual," kata William kepada VIVAnews, Kamis 5 Maret 2009.
Kata William, keluarga tak tinggal diam dan terus mencari bukti-bukti kematian sang anak emas. Termasuk soal kehidupan seksual profesor Chan. " Jika kami menemukan bukti, akan kami jabarkan," kata William.
• VIVAnews
jam
7:52:00 PM
0
komentar
Tuesday, March 03, 2009
caleg superman

lihat, betapa pengapnya ruang kota di Indonesia belakangan ini! setiap sudut jalan terpasang poster, baliho yang memajang wajah-wajah asing yang sok akrab. ada yang bertampang alami. ada yang bermake-up seperti mau ikut lomba Indonesian Idol. tak kurang yang aneh-aneh. misalnya gambar yang saya pajang di sini (maaf, nama dan partainya saya kaburkan, karena memang bukan untuk tujuan kampanye). abang Superman nomer 5 mau jadi caleg!
wadoh, apa jadinya kalau sampai bang Superman gak terpilih nanti? Senayan bisa diobrak-abrik dong... seperti massa yang mengamuk di DPRD Sumatera Utara belum lama ini...
inilah hiruk pikuk pesta demokrasi di Indonesia dengan segala keganjilannya. satu hal yang pasti, wajah-wajah asing di poster dan baliho itu tidak akan pernah ada yang mengenali dan memilihnya selama prestasi dan bakti mereka belum teruji di tanah ini. jalan terjal demokrasi Indonesia masih cukup panjang untuk tiba pada kedewasaan berpolitik. di mana caleg dipilih berdasarkan prestasi dan bakti nyata bagi bangsa ini. dari perjuangannya membangun bangsa.
bukan cuma bermodalkan poster, spanduk, baliho, bagi-bagi duit dan menunggu hasil penghitungan suara...
bang Superman, gimana kabar Lois Lane, bang... kalo jadi caleg, ntar gak bisa terbang lagi malahan... hahaha.
jam
9:59:00 PM
0
komentar
Label: politik
Sunday, March 01, 2009
Rumahku Sudah Tenang
Lama aku mengembara
menembus malam gulita
tersasar-sasar mengikuti indra
di mana Kau berada
ketika aku membutuhkan pelita?
Hasratku akan terang ditelan kegelapan
bulan pudar dalam paha-paha gemilang
aku tak berdaya bergelintang
didera kenikmatan indra tak kunjung padam
dimana Kau ketika airmataku berlinang-linang?
Aku mandi dalam minyak wangi
nafasku sesak menggelayut dalam sunyi
jerit hatiku mengaduh tiada henti
dimana Kau yang kucari-cari
saat hatiku tak sabar lagi menanti.
Kucari diriMu dengan gelora nafsu
seakan Kau adalah kekasihku
yang terbaring hangat di bawah selimutku
dengan nafas memburu kupeluk diriMu
ternyata hanya bayang-bayang palsu yang kutemu.
Lama aku mengembara dalam gulita
sampai akhirnya Kaulumpuhkan segala gairah indra
aku terperangah tanpa hasrat dan daya
punah sudah nafsu untuk bercinta
segala nikmat indra lenyap binasa
Tiba-tiba Kau datang dengan beribu bunga
dan Kausampaikan untaian kata-kata:
Tak mungkin kau mengembara dalam gulita
bila Aku tak menjadi dian dan pelita
di tengah kau hancur diinjak-injak dosa.
Malam-malam di belakangku
tiba-tiba berpendaran dengan terang bintang-Mu.
Dalam kembara gulita sesungguhnya aku bermata seribu:
Mata Kekasihku yang rela menderita bersamaku
di saat aku tak mampu lagi melihat langit yang biru.
Betapa indah malam-malam yang telah berlalu
kendati harus kulewati dengan sesak isak tangisku
indah karena sesungguhnya Kau selalu bersamaku
justru ketika dosa dan kegelapan meliputi aku
sampai putus sudah harapanku.
Sekarang Kau jumpai aku dengan hati yang baru
saat padam sudah hasrat indra dan nafsuku
betapa beruntung aku
mendapati diriku mandi dalam fajar cinta-Mu
dan lihatlah, sudah tenanglah sekarang rumahku.
Kolese Ignatius, Yogyakarta
Menjelang peringatan 25 tahun imamat GP Sindhunata SJ
Natal, 25 Desember 2008
Puisi ini terinspirasi oleh puisi Die dunkle Nacht
Malam Gelap, dari Santo Yohanes dari Salib
jam
2:47:00 PM
0
komentar
Label: poems
Saturday, February 21, 2009
Benjamin Button: permenungan hidup dan waktu

bagaimana bila kehidupan berjalan mundur, sementara waktu berjalan maju? bagaimana cinta diselaraskan di antara keduanya? film The Curious Case of Benjamin Button (disingkat BB atawa Benjamin Button) mencoba menjawab pertanyaan tersebut. diangkat dari novel F. Scott Fitzgerald (1921), kehidupan Benjamin ditampilkan rada aneh. penonton akan berkerut kening melihat bayi yang lahir dengan wajah manusia berumur 80tahun! kemudian dia diasuh oleh Queenie, seorang ibu berkulit hitam. masa kecilnya dihabiskan dengan di panti jompo. namun takdirnya: dia semakin hari kelihatan muda! Benjamin menjalani hidup secara terbalik.
Brad Pitt berperan sebagai BB. ketika muda, dia bertampang tua. dandanannya tampak lazim. penata rias dan efek visual berhasil menampilkannya secara luar biasa justru ketika ia berusia tua, dan bertampang culun anak muda! wow, kulitnya kelihatan kencang mulus seperti remaja. film ini mengingatkan saya pada sebuah film bertema serupa yang pernah diperankan oleh aktor watak Robin Williams. juga film Forrest Gump. BB mengambil durasi hampir 3 jam! sepanjang film bertutur mengikuti alur hidupnya.
Cate Blanchett, berperan sebagai Daisy, kekasih BB. pesona Cate Blanchett di film ini justru mengingatkan saya pada peran peri menawan yang dimainkannya di film The Lord of The Rings. flash back kehidupan BB bertautan dan mengundang tawa. pengalaman Benjamin muda (dengan tampang tua) masuk ke rumah bordil sampai pengalaman tragis di Pearl Harbour.
alur kisah cintanya baru mengalir pada pertengahan film. dan pada akhir film penonton akan terkejut menemukan kenyataan hidupnya.
film BB yang memakai tag filosofis: "Life isn't measured in minutes, but in moments", memang berisi permenungan mendalam mengenai hidup dan waktu. lihatlah tutur yang bertaburan dengan kata-kata sarat makna:
BB: I was thinking how nothing lasts, and what a shame that is.
Daisy: Some things last.
BB: Your life is defined by its opportunities... even the ones you miss.
dan pada kalimat terakhirnya di film ini BB berkata seperti merenung:
Some people, were born to sit by a river.
Some get struck by lightning.
Some have an ear for music.
Some are artists.
Some swim.
Some know buttons.
Some know Shakespeare.
Some are mothers.
And some people, dance.
dan, seperti ada ruangan senyap yang disisakan pada bagian akhir film.
jam
8:19:00 PM
2
komentar
Label: movie review
Friday, February 20, 2009
from Australia with love

film Australia berdurasi 2,5 jam cukup membuat ujian kesabaran. apakah penonton akan betah memelototi layar selama itu dan mengurai jalinan kisah yang cukup kompleks? ternyata bisa. film yang dibesut Baz Luhrmann (Moulan Rouge!, Romeo+Juliet) menghadirkan kisah yang mengalir seperti drama panggung dengan latar Australia serta keindahan alamnya.
Nicole Kidman berperan sebagai Lady Sarah Ashley, berangkat dari Inggris ke Australia di tahun 1939 untuk menjumpai suaminya. sang suami punya peternakan Faraway Downs dan mendapat order sebagai pemasok 2000 ekor ternak untuk memenuhi logistik Perang. tragis, suaminya tewas. Fletcher, yang bekerja mengelola peternakan, sebagai tokoh antagonis. dialah sang pembunuh, sekaligus pencuri ternak. ini diceritakan oleh Nullah, seorang bocah aborigin campuran yang tinggal di Faraway Downs.
Fletcher dipecat dan diusir oleh Lady Sarah. kemudian dia bekerja pada Carney, pengusaha ternak terbesar di sana. ketika Lady Sarah dan peternak dari Faraway Downs menggiring ribuan ternak untuk memenuhi order tadi, Fletcher berulah lagi. dia membakar pepohonan. ternak berlarian ketakutan di antara tebing-tebing bukit. hingga suatu ketika ternak berlarian menuju jurang, sebagaimana diharapkan si jahat Fletcher, dan di tepi jurang berdiri Nullah...
Nullah mengeluarkan kemampuan sihir yang diperoleh dari kakeknya. ia berdiri tenang, menatap para ternak yang berlari ke arahnya, menggerakkan tangannya. seketika mereka semua berhenti... luar biasa!
kisah cinta terjalin di sini antara Lady Sarah dan Drover yang diperankan Hugh Jackman (The X-man). di tengah tandusnya padang, mereka berhasil mengantar ribuan ternak menuju ke kapal yang sudah siap mengangkut, dan mengalahkan peternakan Carney dan Fletcher.
kejahatan Fletcher makin menjadi-jadi. Mr.Carney bosnya dibunuhnya dengan cara didorong ke sungai penuh buaya. Fletcher menjadi penguasa peternakan terbesar dan berambisi menguasai Faraway Downs.
di tengah film, Nullah memainkan lagu "Somewhere over the rainbow" dengan harmonika. indah sekali terdengar. demikian juga, menjelang akhir film, ketika Nullah dan Drover disangka sudah tewas akibat penyerbuan Jepang yang meluluhlantakkan wilayah utara Australia, musik harmonika Nullah dari kejauhan dapat didengar Mrs.Boss (panggilan Lady Sarah).
Drover juga sempat patah hati. ketika berada di sebuah pohon di padang, tempat mereka dulu mengaso dan pertama kali ia jatuh hati pada Lady Sarah, kalimat ini diucapkan temannya: "Without love, you are nothing. You will have no dreams, no hope..."
kupikir inilah kalimat kunci film ini. sebuah Australia yang meskipun kemudian hancur, dibangun dengan cinta dan pengharapan. bukan dengan ambisi buta dan kejahatan sebagaimana dibuat Fletcher.
Somewhere, over the rainbow, way up high.
There's a land that I heard of Once in a lullaby.
Somewhere, over the rainbow, skies are blue.
And the dreams that you dare to dream Really do come true.
menurutku film ini layak mendapat 8,5 dari 10 bintang.
Label: movie review
defiance: pembangkangan terhadap nasib

film Defiance merupakan satu di antara beberapa film tentang nasib orang Yahudi di masa Hitler. dengan embel-embel: diangkat dari kisah nyata, alur kisah perjuangan Bielski bersaudara menyelamatkan 1200 orang pelarian Yahudi menjadi amat asyik untuk diikuti. mengingatkan saya pada "Schindler List", "Cold Mountain" dan "Enemy at the Gates". film ini bersetting Polandia, Eropa Timur, dan menyajikan potongan-potongan pemandangan alam indah tempat para pelarian Yahudi bersembunyi di hutan-hutan. maklum, lokasi syuting film di Lithuania.
Bielski bersaudara mengambil inisiatif bersembunyi di hutan bersama para pelarian Yahudi. pilihan bagi mereka sangatlah sedikit: mati ditembak pasukan SS, ditahan di kamp konsentrasi (dan mati di sana), atau lari bersembunyi di hutan. semakin lama, jumlah mereka bertambah banyak. persediaan makanan pun menjadi persoalan, belum lagi penyakit, dan rasa aman yang amat mahal. tempat mereka terkepung pasukan SS, setiap saat dapat menjadi akhir pelarian mereka.
Daniel Craig berperan utama sebagai Tuvia Bielski, pemimpin pelarian. sosoknya mengingatkan pada James Bond 007 yang belum lama beredar. di film ini, dia tidak hanya disegani sebagai pemimpin, namun dia pun menderita sakit di tengah cuaca dingin yang ganas. sisi kemanusiaannya sebagai pemimpin kerap kali diuji. misalnya, dia memberi aturan tidak boleh ada anak kecil/bayi selama pelarian mereka. ketika seorang perempuan kedapatan melahirkan akibat diperkosa tentara SS, dia tidak tega mengusir perempuan dan bayinya. risiko bagi keselamatan bayi memang besar, tak kurang juga bagi rombongan pelarian bila bayi tersebut menangis... hmmh, serba salah sebetulnya.
Tuvia Bielski berseberangan dengan Zus Bielski, saudaranya. Zus menghendaki pertempuran dan pembalasan terhadap lawan. Tuvia menghendaki persembunyian di hutan dengan risikonya. Zus kemudian bergabung dengan gerilyawan Rusia untuk melawan pasukan SS.
pondok-pondok dari batang pohon mereka dirikan di hutan. musim dingin membawa salju yang tebal dan rasa lapar yang menggigit. Tuvia menembak kuda kesayangannya, demi memberi makan ratusan orang yang kelaparan.
akhirnya, lokasi mereka ketahuan oleh pasukan SS. mereka digempur dengan persenjataan berat pesawat udara. kemudian pasukan infanteri hendak menyelesaikan pembasmian para pelarian ini. pertempuran sangat tidak imbang.
kisah Musa yang memimpin orang Israel melewati Laut Merah, seolah ditampilkan pada adegan ini. Tuvia memimpin mereka menuju "tanah terjanji". mereka sungguh menunjukkan sikap pembangkangan terhadap nasib, bahwa mereka harus mati konyol di tangan Nazi.
tag film jadi sangat mengena: "Freedom begins with an act of defiance". kebebasan senantiasa diawali tindakan pembangkangan.
kisah heroik Bielski yang nyaris dilupakan sejarah, disajikan dalam film ini. mungkin untuk mengingatkan kita yang kadang cepat lupa, dan menyerah pada nasib.
Label: movie review
Tuesday, February 03, 2009
keheningan
pelajaran yang paling sulit dalam kehidupan? belajar untuk hening. itu pelajaran yang coba kudalami beberapa hari lalu. maka perjalanan kulanjutkan ke Pertapaan Karmel, Tumpang, Malang.tempat ini sangat indah. terletak di pelosok nun di atas daerah perbukitan. sekitar 15 tahun lalu, pertama kali saya ke tempat ini jalan yang dilewati berbatuan. benar-benar perlu menghayati arti jalan penderitaan untuk dapat tiba di sana... sekarang, syukurlah, jalanan sudah licin beraspal.
dari bandara Juanda, Surabaya menumpang bus Damri (Rp 15.000) dari bandara ke terminal Purabaya atau Bungurasih. di sana naik bus Patas jurusan Malang (Rp15.000)... kendaraan sempat melambat di jalur Porong, Sidoarjo. satu-satunya jalan raya disesaki kendaraan dua arah, akibat jalan tol yang terputus gara-gara lumpur Lapindo!
tiba di terminal Arjosari menumpang mikrolet putih TA (Tumpang-Arjosari). saya hampir keliru naik mikrolet AT (Arjosari-Tidar). sampai di pasar Tumpang (Rp 4.000), menyewa ojek sampai ke Pertapaan (Rp 20.000).
Seorang Bapak pengemudi ojek mengantarku dengan kecepatan asik naik turun jalan berbukit-bukit, di sisi kiri-kanan sawah dan kebun... hujan gerimis mulai turun... pengalaman tak terlupakan off-road hingga ke Ngadireso, pemandangannya indah sekali.
tiba di Pertapaan, hujan bertambah deras mengguyur. suatu sambutan yang hangat (hangat???) dari alam atas kedatanganku ke tempat ini setelah 15 tahun... hahaha.
rencana saya menginap selama dua hari di sana. istilahnya retret pribadi. tanpa pembimbing rohani. pertama kali saya ke tempat ini juga begitu. nginap sendiri, retret pribadi. saya menyebutnya pengalaman rohani tak terlupakan, ibarat di Gunung Tabor bersama Yesus.kegiatan harian: ikut doa dan misa pagi, saat hening, sarapan pagi, renungan di kapel (memakai buku-buku yang sudah saya siapkan), makan siang, istirahat sore, doa sore, saat hening, makan malam, istirahat malam.
doa sore saat saya tiba disertai misa yang dipimpin Romo Petrus O.Carm. renungannya mengenai Benih yang Ditaburkan sangat menarik. dia langsung berkata (di tengah suasana hening): setiap orang tidak membutuhkan pembimbing, karena Sabda Allah yang ditaburkan di hati masing-masing memiliki daya tumbuh... saya langsung berpikir, kok kalimat ini ibarat menyapa saya dengan penuh kehangatan?
pada misa pagi esok harinya, mengenai Yesus yang tertidur di buritan kapal saat badai melanda, Romo Petrus bilang: ada suster yang protes mengenai kalimat saya semalam, lhah terus apa lagi tugas kami sebagai pembimbing, guru, bila tidak dibutuhkan? Romo menunjukkan Yesus yang tertidur di kapal, seolah-olah dibiarkan tidur hingga para murid berteriak-teriak minta tolong... "Jadi, jangan pernah membiarkan Yesus tertidur. ajaklah Yesus berbicara dalam hidupmu..."
ada beberapa orang menginap di sana. biasanya mereka didampingi oleh pembimbing rohani. misalkan Ibu Maria Goretti dari Bali, menginap 10 hari di sana. juga Ibu Lili dan Siska dari Surabaya. selain itu ada pasutri dari Jember yang tiba Sabtu malam.
pagi hari, saya berjalan-jalan ke taman di belakang pertapaan. di sana terdapat Sendang (sumber air) bernama Sendang Retno Adi. keran air di depan Gua Maria dapat dinyalakan untuk menikmati air sumber. rasanya segar dan manis. letaknya di tepi bukit, sehingga pemandangan alam berupa sawah dan hutan terhampar indah.di depan pertapaan, ada jalan kecil menuju ke Gua Maria dan tempat Jalan Salib yang ditata dengan taman bunga yang apik. di sana kupu-kupu banyak berterbangan. bunga teratai mekar di pagi hari.
saat refleksi pribadi di kapel, saya merenungkan mengenai Keheningan dari buku Henri JM Nouwen, "Dapatkah Kamu Minum dari Cawan Itu?". katanya, sulit mencari keheningan di tengah dunia entertainment (dari kata "enter"= di dalam, tengah, "tain"= tinggal) yang memang bertujuan agar orang tinggal berlama-lama dalam dunia hiburan, menjauhkan dari diri dan permasalahannya. perlu keheningan, untuk mendengarkan suara diri yang selama ini tidak terdengar.
kupikir-pikir ada benarnya. sekian puluh tahun usia seseorang, bila diibaratkan spons, dia menyerap amat banyak informasi, pengalaman, pikiran, dan segala macam ke dalam dirinya. tidakkah ini membebani? menjadi tak tertanggungkan bila satu dengan yang lain saling bertentangan?keheningan ibarat me-recharge batere dalam diri yang sudah low-batt.
karena itu, saya bersyukur atas waktu hening yang saya dapatkan di Pertapaan.
Label: curhat
