Tuesday, May 08, 2007

sisi lain spiderman


senin siang, saat loket bioskop baru dibuka antrian panjang sudah mengular. saya ada di antara pengantri tiket. hari itu ada 3 film tayang: Angkerbatu, Nagabonar jadi 2, dan Spiderman jadi 3, hehehe... maksudku Spiderman 3. film terakhir ini diputar sekaligus di 3 studio di kota Makassar. untuk Panakukang mal ditayangkan di 2 theater. saat tiba giliranku di depan loket, karcis yang tersisa untuk pertunjukan jam 22.10. dan itulah yang kuambil.

demam spiderman sedang melanda dunia, termasuk kota Makassar. tentu banyak yang kecewa tidak kebagian tiket dalam antrian kemarin. namun, bagaimana filmnya sendiri?

secara keseluruhan, Spiderman 3 terkesan tidaklah istimewa... tampak jelas bahwa tema Spiderman 2 masih dilanjutkan di sini: Spiderman juga manusia. sisi manusiawinya diangkat secara hitam putih dipertarungkan dengan sang superhero yang seharusnya tampil sempurna.


unik bahwa jauh sebelum film ini dibuat, poster Spiderman 3 sudah duluan tersedia. gambar hitam putih Spiderman yang terpekur di tengah terpaan hujan. memang gambar itu jelas merupakan rekaan komputer (CGI: computer graphic interchange)... namun, ternyata adegan ini dihidupkan dalam film. siapa sangka bahwa itu memang ternyata karakter spiderman hitam.

momen ini sangat berkesan bagi saya. sang superhero duduk terpekur di menara gereja dalam terpaan hujan. terjadi perang batin sisi gelap spiderman yang ingin membalas dendam masa lalu, kemaruk pujian sebagai superstar dan lupa diri dengan sisi terangnya sebagai pribadi yang sebagai mana dikenal: siap menolong orang lain, sederhana, dan terutama: berdamai dengan masa lalunya.

tema ini yang diangkat tinggi-tinggi sepanjang alur film Spiderman 3. sayang sutradara Sam Raimi kurang meramu sisi drama ini karena musti mengimbanginya dengan adegan aksi laga produksi cgi. kisah drama spiderman yang bertarung dengan dirinya mengatasi pribadinya yang terbelah (split personality) menjadi kalah seru dibandingkan pertarungan dengan Harry Osborn, sahabatnya; atau dengan karakter jahat lain: si manusia pasir.

kalaupun sisi drama itu diangkat settingnya aneh sekali: Peter Parker mau melamar Mary Jane. lalu terjadi salah paham. Spiderman berciuman dengan Gwen Stacy. Mary Jane cemburu, lalu berpaling pada Harry sahabat Peter Parker. mereka pun berciuman (saya membayangkan anak-anak kecil yang rela nonton di tengah malam itu kebingungan dan matanya ditutup oleh orangtua mereka, hehehe...).

ya, akhirnya penonton lebih menunggu tayangan pertarungan teknologi animasi grafis yang jauh lebih seru. peduli amat dengan kisah drama sang superhero yang terkesan klise.

satu pesan yang sempat saya tangkap di akhir film ini mengenai "choice of waylife" atau pilihan hidup. ketika Harry Osborn memilih jalan yang berbeda dari mendiang ayahnya yang jahat. juga seorang wartawan, Eddie Brock, yang mendendam pada Spidey dan menjadi Spiderman hitam.
lalu, Peter Parker dapat berkata: "i forgive you" kepada pembunuh pamannya... penonton seketika bertepuk tangan... dan hari telah larut malam saat pertunjukan bioskop selesai.

apakah ini berarti sekuel Spiderman telah berakhir?
industri film tentu menyimpan jawabannya. siapa tahu Spiderman 4 nanti dikisahkan Peter Parker menikah dengan MJ, terus lahir anak mereka: Spidey boy! keren kan? hahaha... never ending imagination.

No comments: