kapal "Surga Dunia" saat bersandar di pelabuhan Paotere, Makassar. siapa mau ikut? (gambar diambil pada April 2008)
Sunday, December 07, 2008
kaleidoskop 2008: heaven on earth boat
jam
8:53:00 AM
0
komentar
Saturday, December 06, 2008
paint your wagon: satu istri dengan dua suami?
bagaimana bila dua sahabat memiliki istri yang sama? tema rada nyeleneh ini diusung dalam "Paint Your Wagon". film yang diproduksi tahun 1969, diperankan aktor ganteng Clint Eastwood. di sampul VCD malah terpasang kalimat: See Clint sing in a rollicking Western musical comedy!
Ya, baru dalam film ini Anda bisa mendengarkan Clint Eastwood yang biasanya memerankan film koboi atau sebagai sheriff, bernyanyi semirip suasana film The Sound of Music. selain itu siapkan perut yang siap diguncang oleh kekonyolan dan kocaknya situasi penambangan emas tempat mereka berada.
diawali pertemanan si tua pemabuk Ben Rumson dengan Pardner (Eastwood). mereka kelompok penambang hanya terdiri kaum lelaki saja. suatu ketika seorang lelaki dengan dua isteri datang ke sana. dia melepaskan seorang isterinya untuk para penambang.
supaya adil, diadakan pelelangan. dalam mabuknya, si tua Rumson memenangkan lelang dengan harga $800. ketika upacara pernikahan dilangsungkan, saking mabuknya, Pardner membantunya menjawab Janji Pernikahan:
Haywood Holbrook: Dearly beloved. We have gathered together to grant this man, Ben Rumson, exclusive title to this woman, Mrs. Elizabeth Woodling, and to all her mineral resources. I have drawn up this Record of Claim which here and henceforth will be recognized as a certificate of marriage. So I ask you Ben, do you recognize this claim as a contract of marriage and do you take this woman to love honor and cherish?
Pardner: [after long silence] Oh, he does.
Haywood Holbrook: Elizabeth Woodling, do you take this man, Ben Rumson, to love, honor and obey him until death do you part.
Pardner: She does.
Haywood Holbrook: I now pronounce you claimed and filed as Mr. and Mrs. Ben Rumson.
si istri minta agar mereka tidak tinggal di kemah, melainkan sebuah rumah permanen. permintaannya dikabulkan, sebuah pondok kayu mereka dirikan. dan si istri minta agar dia diperlakukan dengan hormat, bukan seperti seorang pelacur, ataupun seorang yang dimenangkan dari undian.
Pardner dapat kemah di luar rumah. si tua Rumson pergi dengan rencana bagus bagi para penambang: menangkap kereta berisi perempuan-perempuan, sehingga daerah mereka lebih hidup. sekembali Rumson, dia terbakar api cemburu. pernah saking cemburunya dia menginterogasi istrinya yang baru selesai mandi di sungai malam hari:
Ben: You was down at the rapids just now, bare beam and buck naked?
Elizabeth: Well, I'm not like to take a bath with my clothes on, Mr. Rumson.
Ben: Are you trying to tell me that you was taking a *bath*?
Elizabeth: That's right. I was taking a bath.
Ben: In the middle of the night?
Elizabeth: Mr. Rumson, in a community of 400 men, would you rather I took my bath "bare beam and buck naked" in the middle of the day?
akhirnya, Pardner mengakui bahwa dia mencintai Elizabeth. parah lagi, Elizabeth mengakui mencintai kedua lelaki itu. keduanya tinggal serumah. semua berjalan baik, sampai mereka menolong sebuah keluarga dan memberi mereka tumpangan di rumah mereka. siapa yang layak disebut kepala keluarga di rumah itu?
bagaimana akhir kisah "Paint Your Wagon" yang kocak dan nyeleneh? yakinlah, tidak ada pertumpahan darah dalam film ini. justru pertemanan si tua pemabuk Rumson dan Pardner (kedengarannya 'partner', karena nama aslinya baru ketahuan di akhir film) yang sangat erat. pemandangan prairie, bukit-bukit hijau dan pertambangan masa lampau mengingatkan pada film klasik koboi jadul.
dan lagu-lagu yang dinyanyikan... sangat menghibur. coba saja cari filmnya saat senggang.
jam
9:34:00 PM
0
komentar
Label: movie review
Sunday, November 30, 2008
kaleidoskop 2008: escape from bangkok
desember 2008 telah tiba. tak terasa sudah berada di penghujung tahun. mulai edisi ini saya akan memuat foto-foto jepretan dan kisah sepanjang tahun 2008. sebagai kenangan dan tentu saja apresiasi.
tiba di Suvarnabhumi dengan pengalungan bunga. pada Rabu, 26 November 2008, para demonstran antipemerintah (PAD) berhasil menguasai bandara ini untuk memaksa PM Somchai mengundurkan diri.
Chao Praya river... I'm back! nostalgia lagi nih di atas sungai chao praya.
makan siang sekaligus gabung makan malam di resto Royal Dragon (luasnya 8 hektar! saking besarnya, pernah masuk di guinnes book). pengunjung disuguhi pertunjukan seni sekaligus atraksi pengantar makanan yang terbang membawa baki makanan di udara... wow!
Wat Arun, temple of dawn. dari puncak ketinggian kuil ini tampak sungai chao praya. di sampingnya terdapat pasar yang menjual kaos dengan harga sangat murah dan menerima mata uang Rupiah. bayangin saja, Rp 300.000 dapat 13 kaos!
Pattaya! bila dibanding-bandingkan, pantai Kuta Bali masih lebih elok... hehehe. namun penataan pantai Pattaya, termasuk pedestrian dan pohon-pohon kelapa di sepanjang pantainya patut diacungi jempol. jangan ditanya soal perempuan-perempuan yang siap menemani turis yang duduk-duduk di sana...
para penari dalam pertunjukan seni di Nong Nooch, dekat Pattaya. sesudah tarian, ada pertunjukan gajah main sepak bola... seru banget!
seorang turis berfoto sejenak dengan dua saudara tua sebelum menonton atraksi gajah. mau nelpon kok mikir-mikir... hehehe.
patung tiga bocah ini sangat ekspresif. mbak Anis sampai tidak tahan untuk menggoda salah satu anak... eit, jangan dipegang lama-lama mbak!
jam
9:16:00 PM
0
komentar
Label: traveling
Thursday, November 13, 2008
quantum of solace: balas dendam ala Bond
jam
8:52:00 PM
0
komentar
Wednesday, September 10, 2008
romo benny
trus, saat sedang di Jakarta, seorang teman menelepon memberi kabar, Romo Benny dipukuli orang tak dikenal hingga babak belur (Jawa: njarem, English: black and blue, bruises) di halaman parkir Pondok Indah. berita ini sangat mengejutkan. Kompas cetak Rabu, 13 Agustus baru memuat peristiwa itu berjudul "Romo Benny Aktivis HAM dipukul hingga babak belur".

teman itu bercerita kalau romo benny berasal dari keuskupan malang. baru kuingat-ingat, iya kalo nggak salah beliau pernah bertugas di paroki Blimbing. belakangan ini, beliau menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif KWI dan aktif dalam kegiatan antar umat beragama.
saya menduga peristiwa pemukulan romo benny masih berkaitan dengan kejadian penyerangan pendemo di Lapangan Monas sebelumnya. sayang sekali bila di negeri ini masih ada sekelompok orang yang berpikiran untuk menyelesaikan persoalan dengan kekerasan, itu tentu saja bukanlah tindakan ksatria.
kabar yang kubaca dari tabloid Sabda, dengan liputan soal romo benny
dan komentar para tokoh, saat ini romo benny disembunyikan tempat perawatannya oleh keluarga. luka di dalam kepala masih cukup parah. dari tiga pelaku, sudah dua ditahan oleh polisi. namun, mengapa peristiwa ini seolah didiamkan dan tidak ditindak secara hukum?romo benny, lekas sembuh ya. masih banyak pekerjaan membetulkan atap rumah bocor bangsa kita yang harus dilanjutkan...
Label: politik
Monday, September 08, 2008
dinding bayang 5
melangkah tanpa jejak
berayun tanpa gerak
melompat tanpa letak
diriku tanpa dirimu tergelak
luluh lantak
merentak
sebelum sentak
jantungku berdetak
untukmu kubentak
malam yang tersedak
jahanam membelalak
tanpa riak ombak
fajar kelak
kuberi sepasang malak
berjaga di sampingmu sayang
di bentangan dinding bayang
Label: poems
Monday, September 01, 2008
dinding bayang 4
seumpama pucuk ia berayun
saat dirinya menguarkan haram jadah nylekit
ada yang jatuh dari tingkap langit
bukan merpati putih dan tangkai zaitun
lalu ke mana iblis itu mengesot pergi
di ladang-ladang jagung yang kita semai
terban mengempas ke dasar samudera purba
membaca lekuk liku zaman di kitabnya
asap jelaga menghisab rupamu tersia
aliran air di matamu membatu
di dinding-dinding masa
dan coretan-coretan liarku
Sunday, August 17, 2008
17-an kali ini
berbeda dengan tahun lalu, 17-an (pesta kemerdekaan) tahun ini rasanya lebih senyap. tidak ikut upacara bendera di halaman gubernuran karena gak sempat ikut gladi bersih. pukul 7 pagi (itupun upacara dimulai ngaret 20 menit) saya ikut upacara bendera di kantor. ya astaga garing banget, pembacaan pidato gubernur oleh kepala kantor, habis itu bubar... kubilang pada teman, kantor kita ini tidak punya tradisi ramah tamah pada saat 17-an. dia tertawa setuju. mungkin karena bertepatan hari minggu, waktu untuk keluarga. jadi musti buru-buru pulang.
selesai upacara bendera, pukul 8.30 ikut misa di katedral. ini yang unik. seluruh bagian gereja dihiasi merah putih. lagu pembukaan sampai terakhir memakai lagu-lagu kebangsaan. "benar-benar nasionalis...", komentar sang romo yang memimpin misa.
tapi sungguh, misa ini sangat berkesan.
pertama, romo mengingatkan makna kemerdekaan sejati cirinya adalah memberi. meskipun orang sudah kaya, punya jabatan tinggi, tapi kalo masih menerima suap apalagi merampok, maka orang itu belum merdeka.
kedua, lagu-lagu jadul nasionalis tadi, antara lain lagu: "tanah airku indonesia, negeri subur pujaaan bangsa, pulau melati ... dst, dst" (tuh kan ketauan gak hapal liriknya!)
dan lagu kebyar-kebyar (apa gebyar-gebyar?): "indonesia, merah darahku, putih tulangku... kebyar-kebyar ke langit jingga..."
langit jingga? hahaha... jadi ingat pada seorang teman.
semalam bulan purnama sidhi.
17-an kali ini tanpa derap sepatu dan dentuman meriam.
Wednesday, July 09, 2008
indosat, the future is not here...
Layanan Indosat 3.5G
Indosat 3.5G Hendak Merampok Saya - II
Kamis, 10 Juli 2008 22:41 WIB
Kejadian menyedihkan menggunakan Indosat 3.5G sudah saya utarakan melalui Surat Pembaca KOMPAS, dimuat di KOMPAS.com 21 Juni dan Harian KOMPAS Sabtu, 5 Juli berjudul "Layanan Indosat 3.5G Menyesatkan".
Lebih menarik kejadian yang menyertai setelah surat saya dimuat di KOMPAS. Sabtu siang 5 Juli, saya dihubungi Mbak Mimi dari Indosat Jakarta melalui HP untuk cross check. Mbak Mimi mengatakan bahwa pada billing 3.5G saya jumlah tagihan Rp 0,-, mengapa sampai bisa dikatakan 3-4 juta, apakah benar Customer Service (CS) mengatakan demikian? "Ya", jawab saya.. Dalam hati saya bersyukur bahwa ternyata tagihan Rp 0,- karena pemakaian ternyata rendah sekali. Mbak Mimi berjanji bahwa CS Indosat Makassar selanjutnya akan menghubungi saya.
Sore hari saya menerima telepon dari Mbak Dini CS Indosat Makassar. Dia menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan CS membaca pemakaian 7 Mb sebagai 7 Gb. "Ini masalah perbedaan titik dan koma", katanya menyederhanakan, "Dan CS tsb sudah berbaik hati membuatkan surat permohonan dispensasi buat saya sekiranya tagihan Bapak sampai 3 juta lebih.."
Ini membuat saya bertanya, berarti ada petugas/ atasan yang menerima laporan permohonan dispensasi (yang saya minta tempo hari dengan mengiba) dan memerosesnya. Seharusnya atasan tsb mengetahui kejanggalan/ perbedaan jumlah pemakaian aktual dengan alasan permohonan dispensasi itu diajukan, sehingga dapat langsung menghubungi saya yang dilanda ketakutan akan tagihan 3-4 juta selama 2 pekan lebih.
Mbak Dini menawarkan harga khusus bila saya mau melanjutkan berlangganan 3.5G. Sungguh terlalu menurutku, dia tidak berempati dengan trauma saya terhadap 3.5G. Yang membuat saya marah, pada akhir pembicaraan Mbak Dini menawarkan, "Sekarang bagaimana Pak, apakah Bapak mau menuliskan Surat Pembaca bahwa permasalahan ini sudah selesai atau kami yang menuliskan?"
Bagian mana yang sudah selesai? Sesederhana inikah mereka menganggap masalah ini? Saya memberitahu kepada Mbak Mimi di Jakarta melalui sms, "Saya benar-benar tidak puas dengan cara CS Indosat di sini menangani masalah. Tampaknya mereka butuh training CS. Saya akan tanggapi jawaban mereka di KOMPAS".
Mbak Mimi menelpon saya, saya ceritakan apa yang tadi terjadi dan meminta mereka untuk beristirahat di akhir pekan. Senin pagi 7 Juli, Mbak Dini membuat janji untuk mempertemukan saya dengan Direksi Indosat di rumah saya jam 14.00. Untuk itu, saya meninggalkan kantor dan menunggu mereka di rumah pukul 14.00 - 14.30.
Karena mereka tidak datang, saya kembali ke kantor. Pukul 14.45 SMS dari Mbak Dini, "Kami sedang di perjalanan menuju rumah Bapak". Saya beritahukan bahwa saya sudah berada di kantor kembali. Kemudian mbak Mimi dari Indosat Jakarta menelpon, "Katanya Bapak meng-cancel rencana pertemuan tadi?" Saya jawab, "Siapa yang meng-cancel? Saya menunggu pukul 14.00-14.30 mereka tidak datang. Pukul 14.45 baru SMS masuk memberitahu mereka dalam perjalanan."
Selasa 8 Juli, pukul 12 siang akhirnya janjian bertemu di rumah. Yang datang ke rumah adalah Mbak Dini, dan dua CS (termasuk Mbak Apri). Mbak Apri yang terakhir melayani saya dan memberitahu pemakaian saya 7Gb. Saya menceritakan kronologis peristiwa, ketidakpuasan terhadap layanan CS Indosat.
Mereka menyampaikan permohonan maaf. Mbak Dini berusaha menunjukkan bagaimana tampilan layar CS sehingga kekeliruan terjadi. Dia coba menghubungi temannya di kantor menggunakan video calling. Mereka baru menyadari bahwa betapa jeleknya kualitas sinyal 3.5G di tempat kami karena terputus-putus. Padahal lokasi rumah berada di tepi pantai, disekitarnya terdapat rumah dinas Walikota, Inco, Perumahan Tanjung Bunga dan Hotel Imperial Aryaduta.
Slogan "sinyal kuat" Indosat tidak berlaku di sini. Akhirnya kami ke kantor Indosat di Jl. Slamet Riyadi. Saya diterima di ruangan VIP. Tampak ruangan ini jarang digunakan, perkakas untuk tamu musti dicari ke tempat lain.
Mbak Dini berusaha menunjukkan kepada saya bagaimana tampilan layar pembacaan status pemakaian 3.5G. Dan memang membingungkan, bahkan untuk seorang CS Indosat. Saya menyebutkan trauma bahkan phobia yang saya alami akibat indosat:
1. Saya tidak berani lagi menggunakan akses 3G dan 3.5G.
2. Saya tidak berani menghidupkan Yahoo!Go, aplikasi ini bahkan sudah saya hapus dari HP saya. Karena menurut CS indosat Yahoo!Go bisa merampok pulsa bila tidak di-log-off.
3. Bahkan sejak pertemuan terakhir di Galeri Indosat, saya mematikan HP dan tidak berani menyalakan selama sepekan. Kuatir bila HP tsb menyala, saya bisa di-charge 3-4 juta, lebih mahal dari harga HP tersebut.
Pertemuan berlangsung hingga pukul 15.00. Saya harus kembali ke kantor saya. Tiga jam waktu sudah saya luangkan buat Indosat. Isi pertemuan bila diringkas: Permohonan maaf atas kelalaian CS Indosat. Saya kembali ke kantor, sesudah itu baru sempat menikmati makan siang.
Luar biasa, cara Indosat untuk menyampaikan permohonan maaf selama 3 jam di siang itu. Satu fakta baru yang menyedihkan dan justru saya temukan dalam pertemuan itu. Surat tagihan (billing) 3.5G sampai tulisan ini saya buat belum pernah tiba di rumah. Suatu pembiaran yang keterlaluan.
Ketika keluhan saya dimuat di Surat Pembaca KOMPAS barulah mereka memberi perhatian, meskipun dengan setengah hati. Rabu, 9 Juli 2008 sore, saya sementara berada di luar rumah. Anggota keluarga menelepon mengatakan orang Indosat datang ke rumah untuk bertemu dengan saya.
Ya astaga, separah inikah etiket CS Indosat? Setahu saya, di mana-mana urusan resmi dengan pelanggan harus disepakati/ didahului dengan membuat janji. Mbak Dini menelepon saya, "Pak, tadi kami rumah tetapi Bapak tidak di tempat. Bisakah besok kami bertemu Bapak?"
Saya tidak tahu, apalagi yang harus saya ungkapkan. Semua kronologis dan ketidakpuasan sudah saya tumpahkan. Karena itu saya jawab, "Waktu saya selama 3 jam kemarin di Indosat apakah belum cukup?"
Apakah mereka masih terus mau memaksakan permohonan maaf mereka kepada saya? Akhir-akhir ini beban psikologis dan tekanan darah saya rasanya meningkat bila mengingat betapa menyedihkannya layanan CS Indosat dan saya harus jadi korban mereka yang dipaksa disodori maaf.
Beberapa hal yang saya temukan dari kasus ini:
1. Indosat meluncurkan produk 3.5G namun menyedihkan sekali tidak disertai sistem yang mudah dibaca pelanggan, bahkan oleh Customer Service-nya. Ini sangat berpotensi menjebak, bahkan menyesatkan pelanggan. Berpikirlah seribu kali sebelum memutuskan menggunakan Indosat 3.5G.
2. Sistem internal CS Indosat benar-benar tidak profesional, payah. Slogan indosat "The future is here?" tampaknya justru terbelakang jauh. Saran saya cs indosat perlu mengikuti training bagaimana memahami dan melayani konsumen.
3. CS Indosat (dan mungkin manajemen Indosat) terlalu menganggap remeh masalah yang menimpa konsumennya. Langkah-langkah penanganan pengaduan konsumennya benar-benar menyedihkan. Suatu bentuk keangkuhan perusahaan besar? Ganti rugi apa yang diterima konsumen yang jelas-jelas dirugikan indosat? Hanya kata "maaf".
4. Sinyal kuat Indosat? Masih jauh dari kenyataan di lapangan, baik itu sinyal telepon maupun 3.5G.
Toni Sidjaya
jam
9:40:00 PM
0
komentar
Label: curhat, surat pembaca
Tuesday, July 08, 2008
Indosat 3.5G hendak merampok saya
Layanan Indosat 3.5G
Indosat 3.5G Hendak Merampok Saya
Sabtu, 21 Juni 2008 22:07 WIB
Saya seorang guru SD, pada akhir Mei 2008 saya berlangganan Indosat 3.5G dan mendapat Promo Paket College bulanan Rp 180.000,- dengan kuota 1,2 Gigabite per bulan. Pada pertengahan Juni saya ke Galeri Indosat di Jl. Pettarani, Makassar, menyampaikan keluhan betapa lambatnya akses Indosat 3.5G di telepon seluler yang saya gunakan (E51) dan menanyakan bagaimana cara berhenti berlangganan. Dijawab oleh petugas bahwa pelanggan Indosat 3.5G harus berlangganan beberapa bulan baru dapat berhenti. Tidak dijelaskan berapa bulan persisnya harus berlangganan Indosat 3.5G.
Tanggal 20 Juni 2008 saya ke Galeri Indosat kembali dengan maksud mendaftar Paket Matrix Rp15,-/ detik untuk nomor Matrix saya +628164387xxx. Semula saya menyangka Paket Rp15,-/ detik berlaku otomatis bagi semua pelanggan Matrix akibat penurunan tarif Operator Seluler akhir-akhir ini. Anggota keluarga saya menyarankan saya ke Galeri Indosat untuk mendaftar. Ternyata memang demikian, Paket Rp15,-/detik mengharuskan pelanggan untuk datang mendaftar ke Galeri Indosat. Betapa tidak efisiennya.
Setelah urusan mendaftar Paket Rp15,-/detik selesai, saya menanyakan mengenai sisa kuota pemakaian Indosat 3.5G untuk nomor saya +6281425001249. Semula petugas mengatakan bahwa masih ada sisa 1,5 Megabite, dan menyarankan sebaiknya pada tanggal 28 Juni 2008 jika saya hendak menutup/ berhenti berlangganan Indosat. Namun setelah menanyakan kepada temannya, ia meralat penyampaiannya. Dikatakan bahwa pemakaian saya sudah mencapai 7 Gigabite. Berarti ada kelebihan pemakaian 6 Gigabite. Untuk itu saya akan dikenakan biaya sekitar Rp3juta sampai 4juta. Saya sangat terkejut mendengar kabar ini. Petugas mengatakan kemungkinan aplikasi Yahoo! Go di ponsel saya yang tidak di-log off sehingga biaya menjadi sebesar itu.
Saya harus menunggu datangnya billing pemakaian Indosat 3.5G untuk mengetahui jumlah tagihan dan pelunasan. Namun pada hari itu juga (20/6) saya menyatakan berhenti berlangganan Indosat 3.5G. Sebagai seorang guru SD saya merasa hendak dirampok oleh Indosat dengan jumlah uang sebesar itu.
Sepulang saya dari Galeri Indosat, saya mengecek pemakaian saya di portal 3G Indosat (http://3g.indosat.com). Sungguh ajaib, di sana disebutkan pemakaian saya hingga 19 Juni 2008: 7 Megabite dan masih ada sisa 1,5Mb. Saya mengecek pada telepon seluler saya, status transfer data (log) harian sekitar 100Kb. Tidak tertera pemakaian yang luar biasa. Terus terang saya amat kecewa atas ketidakprofesionalan pelayanan Indosat dan tidak transparannya pemakaian Indosat 3.5G. Belum lagi kualitas kecepatan internet 3.5G yang sangat jauh api dari panggang dengan yang diiklankan di media masa.
Saya menyarankan agar para pembaca berhati-hati dan mempertimbangkan baik-baik bila hendak menggunakan 3.5G, dan semoga pengalaman ini tidak kembali menimpa siapa pun.
Toni Sidjaya
Label: curhat, surat pembaca
Tuesday, July 01, 2008
dinding bayang 3
deretan makam dengan wajah dan nama asing dalam derai kembang kamboja berguguran pada jejak langkahmu merekah mewangi sementara matahari senja mengintip di balik rumput ilalang yang tertiup membawa kisah-kisah nun di suatu masa seumpama epik terukir pada sekujur perut borobudur sembari dirimu berlari di undakan yang tak pernah kita tahu panas dan dingin malam telah menempa demikian lamanya berayun-ayun sebelum akhirnya beku dalam kesenyapan abadi
Label: poems
Monday, June 30, 2008
dinding bayang 2
hujan berderai pucat
warna meluntur rembes di dinding
membawa bayang wajahmu
bilakah rona merah dan jingga
terbit menangguk sepotong senyuman
dari bingkai yang kukenali
meski kusam
kusimpan ia erat
di sudut hati
dan sebatang lilin bernyala
Label: poems
Sunday, June 29, 2008
dinding bayang
dinding waktu, ruang, dan semua molekul
mampat mengikat persenyawaan antara diriku dan dikau
di suatu ruang hampa kehidupan
renda-renda melarik sekujur alur sungai
yang pecah membuncah di jeram
seolah helai sayap malaikat yang terlepas
menyampaikan pesan tanpa kata
ada yang terlupa saat malam membuai tidurmu
angin dingin kaliurang dan ombak laut selatan
mendesah lembut di kaki gunung
: di manakah sang pralaya menanggung kala?
senyapkan, senyapkan semua sabda
seperti di awal penciptaan
hening tanpa tepi
dinding tanpa bayang
dirimu apa adanya
Label: poems
Saturday, June 21, 2008
umbrella
you have my heart
and we'll never be worlds apart
maybe in magazines
but you'll still be my star
baby cause in the dark
you can't see shiny cars
that's when you need me there
with you i'll always share.
because,
when the sun shine
we'll shine together
told you i'll be here forever
said i'll always be your friend
took an oath i'm a stick it out till the end.
now that it's raining more than ever
know that we'll still have each other
you can stand under my umbrella
you can stand under my umbrella.
these fancy things
will never come in between
you're part of my entity
here for infinity.
when the war has took it's part
when the world has dealt it's cards
if the hand is hard
together we'll mend your heart.
you can run into my arms
it's okay don't be alarmed
come into me
(there's no distance in between our love)
so go on and let the rain pour
i'll be all you need and more.
it's rain, baby,
it's rain, come into me, come into me
[mandy moore, umbrella]
Label: song lyrics
Monday, June 16, 2008
menghitung kematian
beberapa hari ini ada beberapa peristiwa kematian terjadi. pertama, seorang pastor kenalanku di Yogya. Rabu, 11 Juni 2008 pukul 18.45 (17.45wib), beliau kena serangan jantung saat sedang bermain badminton. langsung meninggal. Kamis pagi jam 10.00 jenasahnya sudah tiba di Makassar dan disemayamkan di aula keuskupan. Sabtu pagi, dimakamkan di pemakaman rohaniwan Pakatto, Gowa.
kedua, seorang pemuda tetangga. anak keluarga baik-baik dan kaya. Jumat pagi 13/6 pukul 6.00 dia ditemukan di kamar sudah meninggal. katanya dia menderita penyakit lever. aneh saja kalo sampai penderita sakit meninggal di rumah tanpa ada yang tahu. tetangga lain memberitahu bahwa pemuda itu pecandu narkotika. ia pernah membeli narkotika lewat tukang becak dekat rumah.
kematian pemuda berusia 28 tahun ini cukup membuat saya berpikir lama dan merenung. mengapa bisa dia meninggal seperti itu? kedua orangtuanya saya kenal sebagai orangtua ideal. mereka pembina para pasangan suami isteri di gereja. aktivis kegiatan gereja.
pemuda itu sewaktu masih kecil dulu tampangnya imut, berpakaian putera altar. gak akan ada yang menyangka bila ia berakhir hidup tragis seperti ini.
Minggu siang (15/6) saya menyempatkan diri melayat dan mengikuti upacara pelepasan jenasah di rumahnya. sang Ibu tampak sangat shock, menangis sejadi-jadinya dan memanggil nama anaknya.
pukul 13.30 upacara Requiem di gereja. pastor mengatakan bahwa anak ini telah lepas dari penderitaan hidup. hidup sekalipun di permukaan tampak penuh sampah dan kotoran, namun di dasar terdapat arus kuat keilahian. sekarang ia telah bersatu dalam arus ilahi.
pukul 15 saya mengantar sampai ke pemakaman. saya duduk terpekur sambil mencoba menarik makna peristiwa yang getir ini. entahlah, apakah ini ilusi apa bukan. saya melihat pemuda tersebut dalam rupa bocah berpakaian misdinar berdiri di depanku. ia memegang tongkat salib memandang ke makam. saya memandangnya cukup lama dan jadi tersenyum...
ya kutahu, ia kini sudah berbahagia.
di akhir upacara, kutemui sang ibu. kusalami dan kuceritakan mengenai peristiwa tadi sambil berkata: "dia sudah berbahagia sekarang..."
semoga beristirahat dalam damai.
Label: curhat

