Sunday, February 03, 2008

avec simplicite!

pada bayang-bayang matahari musim dingin
engkau berkata
sungai Seine ini punya sambungan
Chao Praya sampai sungai di Rishikesh
cerita cinta sedih yang terkubur
yang mendinginkan airnya
itulah sebab mengapa angsa-angsa
hanya datang pada musim panas
lalu terbang ke utara dan
angin musim dingin tak juga mampu
menghentikan alirannya
perca-perca salju yang membuncah
menikam berkali-kali urat nadinya
berderai tawamu tersimpan
pada ingatan seekor pipit
di tepi aliran sungai itu
pernah kautumpahkan
secangkir cokelat panas
ketika lonceng Notre Dame
berdentang-dentang
sambil tertawa-tawa kaulempar
buket krisan, mawar, dafodil
kelopak-kelopaknya
luruh lembar demi lembar di Seine
kutemukan di Chao Praya
di antara para Budha
yang membasuh kaki;
dan membeku di Rishikesh
waktu pendeta membunyikan denting lonceng
membacakan mantra
asap dupa menguar
larungan sekeranjang persembahan
Batara Kala
dewi Kali
dan Radha
menjadi cemburu
saat kelopak itu kutemukan
di tepi samudera tak bernama
dirimu di Seine
diriku di dasarnya
memandangmu

No comments: