Friday, March 19, 2010

jalan 1

sepatu butut yang pernah kupakai mengembara di hari-harimu kubawa serta di jalan patah hatiku untuk mengingatkanku pada hari-hari baik dan matahari yang suka menertawakan kebodohanmu serta semua haiku yang tersampir pada dedaunan di ranting-ranting di halaman rumahmu

warna merah jambu tak pernah kausukai jadi kupakai yang biru saja karena hatiku suka menjadi biru lebam mengingat jalan-jalan yang kita lewati dan yang tak pernah sempat kita singgahi karena impianmu jauh melampaui ujung peta dunia

sebuah jurnal gelak tawa dan kegilaan kita saat tersesat di hutan-hutan, sawah dan rimba kota akan menemani malam-malamku di bawah bintang-bintang karena dikau pernah bersabda: "semua tidak pernah benar-benar selesai untuk kita..."

@toni, 190310

Thursday, March 18, 2010

ziarah

kuambil sebaskom puisi
kutaburi kembang setaman
wangimu menguar merasuk hati
tuhan, kau tak jauh sebagai teman...

@toni, 180310

vesper

pada langit malam itu
kulukiskan sepotong senyummu
setiap terang bulan purnama mengingatkanku
: engkau memandangku

@toni, 180310

Monday, March 15, 2010

100km/jam

di atas dua roda
aku mengejarmu di perempatan
stasiun kereta melewati penjaja kelapa muda
pasar tumpah berjejer penjaja penganan

di atas empat roda
ditarik kuda berirama teratur
kucari dirimu di antara masa
yang tergesa-gesa kabur

kupacu sepedaku kencang
lewati kelokan jalan menikung
sungai, pepohonan, dan ladang
hingga pucuk-pucuk padi runduk menguning

di atas 100km/jam
aku melihat dirimu
berdiri di sana dalam diam
laksana dewi tersenyum tak jemu

@140310, toni

Sunday, March 14, 2010

sajak-sajak dari sebuah hutan

pilgrim

malam telah terbit
gelap membayang
bebunyian senyap bergegap
kemanakah dikau melangkah, peziarah?

kecipak aliran sungai
berbisik-bisik di sepanjang jalanmu
jalan yang menuntunmu
haruslah tetap kaupercayai

meski udara dingin berusaha menggigilkan
dan bintang-bintang berkedip membisu
dikau terus melangkah
melewati kecemasan dan risau hati

kemanakah dikau melangkah, peziarah?
bayang-bayang pepohonan dan rerumputan
menjadi taksu saat kau katakan:
"di sana rumahku menanti hangat"

@130310, toni

nyanyian pagi

kekasihku adalah nyanyian pagi
serunai dan gemerisik padi di ladang
dia datang menghampiri
dengan senyuman mengembang

udara pagi menguarkan wanginya
laksana ciuman kupu-kupu kepada kembang
kerlingan matanya menerbitkan sang surya
jejak-jejaknya tak pernah lekang

duhai kekasihku,
bila matahari telah pergi dari langitku
dingin malam membekukan letihku
kumohon dikau terus bernyanyi di hatiku

@130310, toni

bunga

kekasihku akan datang
memakai pita jingga
dan membawakan sejinjing
cinta yang kuminta

seperti penjaga merindukan fajar
aku bergegas menemuinya
kubawakan bunga-bunga nan mekar
namun dia bilang bukan itu dia minta

bunga-bunga itu dia buang
hanyut di sungai di belakang rumah
kekasihku bilang
bunga-bunga di hatiku sudah cukuplah

@130310, toni

walking home

there is always moment like this. we are missing the path. such as standing on the middle of nowhere. suddenly you can hear a small voice. the voice that urge you to follow your heart. and amazingly, you can find your way home...
no matter how hard it is.
no matter how far it is.

@130310, toni

Saturday, February 27, 2010

koi

pergilah ke sebelah barat kuil
dekat sumber air dan kitiran angin
di rerimbunan pohon bambu
kau kan temukan
ikan-ikan koi
merah menyala
putih
dan kuning keemasan
berenang hilir mudik
tanpa beban

lalu mengapa
hatimu risau
dan berbeban
: ?

@280210

pemetik sitar

aku menanti
seorang gadis yang setiap senja
duduk di tepi sungai
memetik sitar

dia tak pernah berbicara
selain memainkan musik

dawai sitarnya yang bercerita
lirih bersama bisikan angin
dan kecipak sungai
seringkali ditingkah pekik camar

tentang hidupnya,
impian,
dan cintanya

senja ini ia tidak datang
menemuiku

@270210

perempuan dan sungai

di tepi sungai itu
aku menjumpaimu kembali

berdiri di dermaga
menatap perahu-perahu
yang datang dan pergi

siapakah yang kau tunggu

angin mengibarkan
rambutmu

siluet senja meremang

para penumpang
datang dan pergi
sebuah perahu terakhir merapat

engkau masih berdiri di sana

@270210

Friday, February 12, 2010

Heaven is so Real Deception by Choo Thomas

We are only going to look at a few things in this book for now.

1 John 4:1 tells us, "Beloved, believe not every spirit, but try the spirits whether they are of God: because many false prophets are gone out into the world."

If we are to take Choo Thomas's word that this book is really written by Jesus, thru her, then we can glue it to the back of our Holy Bible and make another book of our Holy Scriptures. Satan will appear as an angel of light and impersonate the real Christ Jesus to receive glory due to the real Christ Jesus

The Jesus Choo Thomas is referring to in this book is an imposter -Satan himself! Why did Jesus not have his Apostle John to write about heaven like this in the book of Revelation? Christians are now supposed to believe that God has raised Choo Thomas up as he did his own Apostle's? I guess Jesus did not accomplish everything he needed to do with them! This is dangerous and leaves a Christian open to be swayed by any false prophesy and teaching just because they say it is from God!

Choo believes this encounter is from Jesus because the spirit that spoke to her said he was Jesus -I am not President Bush or anyone else because I say I am! Satan or any demon is not Christ Jesus just because they say they are. Satan would be glad to take the Glory of this even under the name of the real Jesus! How can Choo give such a detailed description of heaven and angels? Because Satan and his demons where there and they saw first hand, heaven and the angels. Choo is taken into a hypnotic trance-like state and this enables demonic influence to communicate to her mind through images of heaven and angels as they know them to really be -since they have been there before they were kicked out! Thats how! Satan is an angel of light because he knows how to imitate the real light! Satan is a master deceiver. I know it all sounds good and people today are itching for a sign and revelation from God. Because of this itching some will fall for the most incredible deceptions. Choo herself has fallen for this great deception. I know it sounds right because she points to Jesus. Does Satan care if people point to Jesus if it is actually him behind the mask. No! He doesn't care. If anyone comes to Christ from her book -then they came to the wrong Christ. The Christ people should come to is the Christ of the Holy Bible -Not Choo Thomas's revelation from a false spirit god! This is why we are warned to "try the spirits" -how do we "try the spirits"? We line up what the spirit is saying against God's Word.

Does God's Word give an indication that even on the day of Pentecost that people were jerking and miracle dancing in some sort of ritual? No it does not! God will not imitate Satanic rituals! But Satan will try to imitate God with adding his demonic rituals in with it. This gives it a good sugar coating to entice people to believe it is of God. We can no more listen to the revelation of Choo Thomas over Joseph Smith of the Mormons. The teaching of Joseph Smith sounds good on the surface - So does the revelation of Choo Thomas! Her talent, or Satan's talent, for adding God's Holy Word to her revelation is very enticing for many Christian believers awaiting a new revelation from God.

Choo says that since 1996 that every waking hour is spent with Jesus. She says that her husband has been so understanding or their marriage would not have made it -is this God's intention according to His Word?

To take a married woman and separate her unto Himself! Show a scripture for that!

And while you would be looking for a scripture for that look up one that would allow her to overtake the platform of her church despite what the pastor would have to say about it!

Also, why did Jesus not tell her His real birthday date? Rather than telling her on Christmas eve that it was his birthday! Does not Jesus realize that Christmas eve is not his real birthday?

Why does Jesus not emphasize the resurrection day? The biggest day of the Bible!

Are aborted babies really stored naked, side by side, in a warehouse building awaiting their saved mothers to come to heaven and raise them?

This is about as hoky as it gets!

I know many will say, "who is he to come against a beautiful sister in Christ". First I am not coming against a beautiful sister in Christ - only against the false doctrine of her book! Trying (testing) the spirits to see whether they are of God (1 John 4:1) shows a clear picture that her "hypnotic trance vision journey" is far from truth. This is not anything less than a Anti-Christ Satanic spirit passing himself off as Jesus to Choo Thomas and anyone else willing to be lead astray from the truth of God's Word by this so called new revelation from an imposter Jesus. I may only be a voice crying out in the wilderness of cyber world - but so be it!

Amen and Amen!

source:
http://www.ltradio.org/
http://en.wikipedia.org/wiki/Choo_Thomas

Saturday, January 30, 2010

kegelapan (trilogi 3)

gelap
dingin
beku

datang cahaya
hangat
cair

cintamu!

dalam gegas
derap
masa

telah
menawan
aku

celaka aku!
mahluk
gelap
dari
quark

cintamu
lebih kuat

mengubah
partikel
sel
senyawa
atom
gelap
jadi pendar
kunang-kunang!

pelangi
di langit malam
dan bintang timur
kelahiran
kembali

@tempat orang tak pernah terlelap, 300110

kegelapan (trilogi 2)

lalu gelap itu datang
dalam secangkir kopi
tanpa gula
tanpa dirimu

sekeping ada kaucampurkan
dalam ketiadaan
lalu berharap
diriku terlahir kembali

hidupkan sukmaku
yang melintang kembara
membaca dirimu
pada rak-rak buku

menyesap kesunyataan
hingga sudut-sudut galaksi
melihat taman bunga cahaya
atraksi komet, asteroid dan dentuman itu lagi

lalu hujan deras turun
pada ruang hampa galaksi
kita berteduh pada sebuah planet
sebelum pelangi menghias semestaku

selamat datang,
kata mimpiku

@warung kopi, 300110

Thursday, January 28, 2010

kegelapan (trilogi 1)

mulanya
nir
ning
hampa

gelap menyelimuti
tiada hari
tiada ruang
tiada aku
yang ada
hanya tiada

hingga kau
menyebut namaku

aku ada
karena ada dikau

dari rahim kegelapan
aku telah melihatmu

senandung bintang
dan rembulan
di lazuardi malam

@toni, 280110

Wednesday, January 27, 2010

bersinarlah

genangan becek
lumpur
dan tumpukan sampah
dalam hidupku

dikau datang menyentuhnya

kemilau cahaya terbersit dari sudut mata
mulut
dan hatimu

pandanganmu adalah surya
suaramu adalah lagu
dan hatimu aurora

tarian cahaya yang berpendar berwarna-warni dalam irama

aku ikut bercahaya
demikian terang
hingga sulit kukenali lagi diriku

sebelum padam
dalam ledakan supernova
kuminta padamu
: tetaplah bersinar

mks, 270110

Tuesday, January 19, 2010

Grundelan Romo Magniz: Tepuk tangan saat Komuni

PERKENANKAN SAYA berbagi grundelan dengan para pembaca terhormat. Malam Natal saya konselebrasi dalam misa di salah satu gereja paroki. Perhiasannya bagus, liturgi pantas, kotbah menyentuh, koor menyanyi indah, umat bersemangat.

Hanya ini: waktu komuni suci dibagikan, seorang bapak dari koor, dengan suara penyanyi profesional, menyanyi solo, sangat ekspresif. Sesudah selesai, umat penuh semangat bertepuk tangan. Pada saat komuni dibagi!

Saya amat terkejut. Kok bisa! Komuni adalah peristiwa paling sakral bagi umat katolik, bahkah ritus paling sakral dari semua agama. Pada saat itu, seluruh perhatian umat seharusnya seratus persen terpusat hanya pada satu ini: Yesus, Allah-beserta-kita yang sedang datang. Masak pada saat suci itu umat membawa diri bak penonton sinetron! (Pastor paroki kemudian menceritakan bahwa ia sudah memperingatkan umat tetapi tanpa hasil, dan bahwa pernah waktu itu mau memberikan hosti suci kepada seorang umat, dia itu bertepuk tangan dulu).

Apa umat belum pernah membaca I Korintus 11:29? Terus terang, andaikata saya yang memimpin upacara, saya akan langsung menghentikan seluruh pembagian komuni dan mengajak umat berdoa doa tobat.

Saya mengalami tepuk tangan seperti itu juga pada perayaan ekaristi lain. Suatu kesesatan penghayatan yang memalukan apabila orang tidak lagi bisa membedakan antara ibadat yang diarahkan kepada Allah dan acara hiburan!
Apakah dilupakan bahwa hormat semua pemeran dalam Ekaristi -pastor, pengkhotbah, koor, umat, dll terletak dalam pelayanan tanpa pamrih, demi kemuliaan Tuhan, yang mereka berikan? Apakah koor-koor kita lupa bahwa tugas satu-satunya mereka adalah membuka hati umat bagi Tuhan dengan keindahan lagu-lagu mereka. Tentu tepuk tangan pada akhir Misa, pada saat pastor menyatakan terima kasih adalah tepat dan sesuai.

Sebagai catatan: Lagu solo sebaiknya hanya diadakan pada akhir ibadat. Hal itu sepenuhnya juga berlaku bagi Ekaristi perkawinan. Kalau perkawinan ditempatkan dalam Ekaristi, seluruh perayaan harus berupa pujaan terhadap Allah dan bukan pemanis para mempelai. Kalau iman kita pada Ekaristi mau credible, kita harus belajar kembali menunjukkan sikap hormat terhadap Allah yang hadir.

Franz Magniz-Suseno SJ
Johar Baru, Jakarta Pusat

hujan di hatiku

kulukis dikau di atas kanvasku
dalam derai hujan duduk di tepi jalan basah kuyup
bunga-bunga rumput tertunduk basah
menetes-netes dalam genangan
yang dikau pandang berlama-lama

lelehan cat mengalir bersama air matamu
memunculkan sungai dan ombak samudra yang bergemuruh
angin badai dan topan berselimut kegelapan
menghantam menyapu dan mengempaskan
tetesan demi tetesan air hujan

kulukis dikau di atas kanvasku
dengan sebilah pisau kau tuliskan pada sebatang kayu lapuk
"semua dari air akan kembali menjadi air"
semua yang dari cinta takkan pernah sama lagi
seperti air yang mengalir di hatiku

@toni, 190110