apa bedanya kehidupan dengan tayangan televisi? film Slumdog Millionaire menyajikan potongan-potongan kehidupan seorang Jamal Malik yang seolah dirangkai sebagai gambar puzzle dalam setiap pertanyaan tayangan Who Wants to be a Millionaire.
tengoklah setiap jawaban yang diberikan mengandung kilas balik potongan kisah yang getir. misalnya, Amitabh Bachan idola yang takkan pernah dilupakannya. saat Jamal kecil terkunci di sebuah kakus di atas sungai, ia berusaha keluar untuk dapat menjumpainya. sampai-sampai ia terjun bebas ke dasar kakus. berlumuran tinja, ia mengacungkan foto untuk ditandatangani sang artis idola.
setiap babak pertanyaan, mengantarnya pada babak lain kehidupan. bagaimana ibunya tewas karena kerusuhan agama di India. bagaimana Jamal bersama Salim, kakaknya bertahan hidup di tengah pahitnya kemiskinan. sekelompok bandit yang menyekap anak-anak jalanan dan mempekerjakan mereka sebagai pengemis secara tidak manusiawi. dan Jamal yang jatuh hati pada Latika, gadis jalanan. motivasinya untuk ikut acara Who Wants to be a Millionaire juga tidak lain demi Latika, kekasih hatinya.
film yang dibesut Danny Boyle dan Loveleen Tandan ini diganjar 8 piala Oscar (2009) dan memenangkan penghargaan dari British Independent Film Award (2008). tak kurang film ini juga mendapat kecaman dari negaranya sendiri, India, karena dianggap mengeksploitasi kemiskinan.
film Slumdog memang berbeda aras dengan film-film Bollywood yang menawarkan pembebasan dan mimpi-mimpi indah dunia. ia menampilkan potret kekumuhan dan kerasnya kehidupan kaum marjinal di Tanah Hindustan.
kalimat-kalimat yang diucapkan Jamal cukup membuat sindiran lucu. misalkan, ketika ia siuman dan berada di Agra, Jamal bertanya pada Salim kakaknya: "apakah kita sudah berada di surga?"
Salim menjawab: "engkau belum mati, Jamal..."
Jamal terpesona memandang Taj Mahal di kejauhan dan berkata: "apakah itu sebuah hotel?"
penonton boleh terbahak-bahak pada bagian Agra ini. karena Jamal yang kemudian menjadi pemandu wisatawan asing amatiran, menjelaskan Taj Mahal dengan cara pandangnya sendiri yang tentu sangat berbeda dengan buku panduan. dengan tenangnya, Jamal berkata: "The guide book was written by a bunch of lazy good-for-nothing Indian beggars". halah...
kisah Slumdog sebetulnya diangkat dari novel Q&A karya Vikas Swarup dan telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia berjudul "Teka-teki Cinta Sang Pramusaji" (Serambi). begitu film ini meledak, dalam tempo 1,5 bulan terjual 35.000 kopi buku.
menurut saya film ini layak mendapat 8 dari 10 bintang.
Monday, March 16, 2009
Slumdog Millionaire: satir kemiskinan
Label: movie review
Saturday, March 14, 2009
Telur Arab Tak Menetas di Bumi RI
kaget juga ane sewaktu baca ni judul artikel... kupikir telur arab ntu semacam telor burung onta, taunya... ente baca aje deh!
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Telur Arab Tak Menetas di Bumi RI
Oleh Djoko Susilo *
Dua pekan lalu Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ekonomi dunia Islam. Forum itu dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Salah satu tema yang diangkat pertemuan itu ialah bagaimana meningkatkan investasi Timur Tengah. Dan, bagaimana RI bisa mendapatkan bagian USD 4 miliar kue investasi dari negara Arab.
Sesungguhnya tidak ada hal baru dalam forum tersebut karena masalahnya juga tetap. Yakni, keringnya investasi Arab di dunia Islam, khususnya Indonesia.
Dengan kata lain, uang Arab tetap enggan masuk. Ibarat telur, investasi Arab tetap tidak menetas di bumi RI. Janji investasi Arab hanya omong kosong belaka. Kita sudah sangat cinta dengan Arab, tapi cinta kita bertepuk sebelah tangan. Marilah kita ungkap fakta dan realita yang ada. Dalam urusan Palestina, negara dan bangsa Indonesia selalu berada dalam barisan terdepan. Contoh waktu serang brutal Israel ke Gaza beberapa bulan lalu, ratusan ribu orang berdemo di Jakarta.
Demikian pula waktu terjadi perang antara Israel lawan Hizbollah, masyarakat juga berdemo menunjukkan dukungan untuk Arab. Padahal, waktu itu saya yang kebetulan sedang di Dubai, suasana tenang-tenang saja. Tidak ada demo, tidak ada ajakan mendukung Hizbullah.
Bahkan, saat terjadi serangan Israel ke Hamas lalu, polisi Palestina di Ramallah malah menangkapi demonstran yang mendukung Hamas di Gaza.
Dalam hubungan diplomasi, tercatat dari Presiden Soeharto sampai SBY atau bahkan wakil presiden sudah berkujung ke negara Timur Tengah. Libya, Saudi Arabia, Mesir, dan UAE termasuk negara yang paling sering dikunjungi kepala negara kita.
Namun, dalam catatan diplomatik kita, ternyata Kol Moammar Qaththafi belum pernah sekalipun ke Jakarta. Juga raja Arab Saudi yang tercatat pernah ke Indonesia ialah Raja Faisal pada 1974, sedangkan Presiden Mubarak ke Indnesia kali terakhir pada 1983.
Ekonomi Tak Mengembirakan
Hubungan ekonomi tampaknya juga kurang menggembirakan. Sudah banyak saudagar Arab dan juga pejabat tinggi negara Arab menjanjikan investasi atau bantuan ekonomi, tapi umumnya realisasinya rendah.
Dalam hubungan pariwisata, sangat sedikit turis Arab ke Indonesia, padahal negeri jiran Malaysia sekarang kebanjiran turis Timur Tengah. Bahkan, Bangkok yang mayoritas Buddha pun kebanjiran turis Arab.
Memang tampaknya kita yang merasa diri dianggap penting, padahal pihak Arab sama sekali memandang sebelah mata. Jamaah haji perempuan kita sering disebut dengan cara melecehkan "Siti Romlah", sedangkan para tenaga kerja wanita (TKW) kita banyak yang mendapat perlakuan kejam tanpa perlindungan hukum memadai.
Investasi Arab nyatanya tetap tertinggi di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Pangeran Al-Walid, orang paling kaya nomor empat di dunia, pun lebih senang menanam saham di as meski sekarang bisnisnya guncang akibat krisis keuangan di AS.
Kasus pepesan kosong dari Arab bisa dilihat di Jakarta dalam monumen tiang pancang monorel yang membikin macet jalanan ibu kota. Ketika tiang tersebut diresmikan Presiden Megawati atas gagasan Gubernur Sutiyoso (waktu itu), gencar diberitakan akan dapat dana pinjaman Arab USD 500 juta. Sampai lima tahun setelah tiang pertama dibangun, satu dolar pun uang Arab tidak ada yang dicairkan.
Memang, sebenarnya, kalau sudah menyangkut harta, tidak ada soal solidaritas Islam. Yang ada adalah keamanan kekayaan Arab.
Reorganisasi Deplu
Dalam organisasi Departemen Luar Negeri (Deplu), kawasan Timur Tengah ditangani Direktorat Timur Tengah yang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Asia, Timur Tengah, dan Pasifik. Dengan demikian, bagi para perumus kebijaksanaan di Deplu, Timur Tengah hanya subbagian dari kawasan Asia, Afrika, dan Pasifik yang sangat luas. Ini sudah sangat sesuai dengan kebutuhan.
Di seluruh Timur Tengah, dari 22 negara anggota Liga Arab, RI saat ini mempunyai KBRI di 19 negara. Hanya tiga negara yang tidak ada, yakni Mauritania, Oman, dan Bahrain. Dari seluruh KBRI itu, dua yang cukup besar karena memiliki jabatan wakil Dubes, yaitu KBRI di Kairo, Mesir dan KBRI di Riyadh, Saudi Arabia.
Meski cukup banyak perwakilan RI di kawasan itu, tetap tidak bisa menandingi kawasan Asia Timur, di mana Jepang, Korea, Taiwan, dan belakangan Tiongkok merupakan investor dan mitra dagang terbesar Indonesia.
Dengan demikian, sangat jelas dari dulu Timur Tengah hanya memberikan harapan hampa. Kawasan itu merupakan fatamorgana yang hanya indah dalam bayangan dan harapan Karena itu, perlu rasional dalam melihat ketimpangan hubungan RI-Arab. Seyogyanya RI lebih terintegrasi dengan kawasan Asia Pasifik daripada menunggu pepesan kosong dari negara Arab. Kita akan semakin menderita dengan cinta tak berbalas dari negara-negara Arab.
*. Djoko Susilo, anggota Komisi I DPR
Label: politik
Mahasiswa Indonesia Tewas di Singapura
berita mahasiswa Indonesia yang disebut-sebut menikam Profesornya lalu bunuh diri dengan loncat dari lantai 4 di NTU Singapura, bagi saya masih menyimpan misteri yang demikian mengganggu pikiran. David Widjaja, mahasiswa naas itu, tercatat sebagai mahasiswa cemerlang yang pernah mengharumkan nama negara dengan menang Olimpiade Matematika, mendapat beasiswa kuliah di NTU, sebuah kampus bergengsi di Singapura.
Senin, 2 Maret 2009, pagi hari, David ditemukan tewas di halaman kampus. sejak saat itu hingga hari ini, banyak pertanyaan yang belum terjawab oleh pihak Singapura:
1. apa yang sebetulnya terjadi di ruangan Prof Chan Kap Luk pada Senin dini hari, ketika David berada di sana.
2. bila David menikam Prof Chan, apa motifnya? banyak pihak (keluarga dan kolega di NTU) meragukan dugaan gangguan emosional David. pisau dapur yang dipakai menikam pun, gagangnya secara aneh hilang (dihilangkan??).
3. bila kemudian David memutuskan bunuh diri, mengapa dia tidak loncat dari lantai teratas tempat ruangan Prof Chan berada? disebut-sebut, David turun dulu ke lantai 4 baru kemudian meloncat.
4. David disebut-sebut media, mengiris nadi pergelangan tangan, namun pihak keluarga dan kepolisian mengatakan tidak ditemukan luka pada pergelangan tangan mendiang.
5. seorang mahasiswa dari China, Zhou, dengan kelas lab yang sama dengan David, beberapa hari kemudian ditemukan tewas gantung diri.
menurutku, ini sebuah prestasi luarbiasa, di sebuah kampus bergengsi di negara modern, dalam sepekan terjadi 2 peristiwa bunuh diri mahasiswa dengan motif yang tidak jelas.jelaslah, bau busuk (fishy) ini harus segera dibongkar oleh pihak yang berwajib. ataukah, mereka lebih memilih bungkam sambil menahan napas akibat bau busuk di NTU??
[beberapa kalangan di Singapura sendiri meragukan kemampuan kepolisiannya, setelah kasus pelarian Mas Slamet, teroris, dari penjara hingga saat ini tidak berhasil diungkap]
semoga kebenaran segera dibuka. dan, NTU tidak berubah menjadi "Neighbor Terminator University".
... and justice for all!
Mahasiswa Indonesia Tewas di Singapura
Media di Singapura: David Tidak Bunuh Diri
Media di Singapura mulai berbalik arah. Tetapi, belum ada klarifikasi dari pemerintah.
JUM'AT, 6 MARET 2009, 15:05 WIB
Ismoko Widjaya, Muhammad Hasits
VIVAnews - Departemen Luar Negeri terus memantau perkembangan berita di Singapura soal kematian mahasiswa Indonesia di Nanyang Technology University, David Hartanto Widjaja. Media di Singapura kini mulai berbalik arah pemberitaan. Tetapi, hingga kini tidak ada klarifikasi dari pemerintah Singapura.
"Belum ada klarifikasi dari Singapura. Saya tidak pernah mengatakan ada klarifikasi dari pemerintah Singapura," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2009.
Teuku pun menceritakan bahwa, ada media di Singapura yang menyebutkan David tewas bukan karena lompat dan bunuh diri. "Tetapi jatuh dari lantai dan belum ada klarifikasi dari pemerintah Singapura," tegasnya lagi.
Maka itu, pemerintah Indonesia melalui Departemen Luar Negeri terus mendesak Singapura untuk mempercepat proses investigasi. Departemen terus menunggu hasil investigasi oleh petugas berwenang di Singapura.
Tak ada yang tahu apa yang menyebabkan David terjatuh dari loteng fakultas, sama halnya tak ada yang bisa menebak apa yang sesungguhnya terjadi di ruang sang profesor ketika insiden penusukan terjadi. Polisi Singapura masih menyelidiki kasus ini.
Media di Singapura, seperti Channel news Asia menyebut David tewas karena bunuh diri. Usai tragedi penusukan, korban yang dosen di Universitas Nanyang, Singapura, Chan Kap Luk (45) dilarikan di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura. Beda nasib, sang profesor saat ini masih hidup dan kondisinya membaik.
Menurut keluarga, justru Davidlah yang menjadi korban kekerasan. Kakak David, William Widjaja (23) menduga David adalah korban kekerasan seksual. "Saya yakin David dianiaya. Kita akan cari bukti kalau David mengalami kekerasan seksual," kata William kepada VIVAnews, Kamis 5 Maret 2009.
Kata William, keluarga tak tinggal diam dan terus mencari bukti-bukti kematian sang anak emas. Termasuk soal kehidupan seksual profesor Chan. " Jika kami menemukan bukti, akan kami jabarkan," kata William.
• VIVAnews
jam
7:52:00 PM
0
komentar
Tuesday, March 03, 2009
caleg superman

lihat, betapa pengapnya ruang kota di Indonesia belakangan ini! setiap sudut jalan terpasang poster, baliho yang memajang wajah-wajah asing yang sok akrab. ada yang bertampang alami. ada yang bermake-up seperti mau ikut lomba Indonesian Idol. tak kurang yang aneh-aneh. misalnya gambar yang saya pajang di sini (maaf, nama dan partainya saya kaburkan, karena memang bukan untuk tujuan kampanye). abang Superman nomer 5 mau jadi caleg!
wadoh, apa jadinya kalau sampai bang Superman gak terpilih nanti? Senayan bisa diobrak-abrik dong... seperti massa yang mengamuk di DPRD Sumatera Utara belum lama ini...
inilah hiruk pikuk pesta demokrasi di Indonesia dengan segala keganjilannya. satu hal yang pasti, wajah-wajah asing di poster dan baliho itu tidak akan pernah ada yang mengenali dan memilihnya selama prestasi dan bakti mereka belum teruji di tanah ini. jalan terjal demokrasi Indonesia masih cukup panjang untuk tiba pada kedewasaan berpolitik. di mana caleg dipilih berdasarkan prestasi dan bakti nyata bagi bangsa ini. dari perjuangannya membangun bangsa.
bukan cuma bermodalkan poster, spanduk, baliho, bagi-bagi duit dan menunggu hasil penghitungan suara...
bang Superman, gimana kabar Lois Lane, bang... kalo jadi caleg, ntar gak bisa terbang lagi malahan... hahaha.
jam
9:59:00 PM
0
komentar
Label: politik
Sunday, March 01, 2009
Rumahku Sudah Tenang
Lama aku mengembara
menembus malam gulita
tersasar-sasar mengikuti indra
di mana Kau berada
ketika aku membutuhkan pelita?
Hasratku akan terang ditelan kegelapan
bulan pudar dalam paha-paha gemilang
aku tak berdaya bergelintang
didera kenikmatan indra tak kunjung padam
dimana Kau ketika airmataku berlinang-linang?
Aku mandi dalam minyak wangi
nafasku sesak menggelayut dalam sunyi
jerit hatiku mengaduh tiada henti
dimana Kau yang kucari-cari
saat hatiku tak sabar lagi menanti.
Kucari diriMu dengan gelora nafsu
seakan Kau adalah kekasihku
yang terbaring hangat di bawah selimutku
dengan nafas memburu kupeluk diriMu
ternyata hanya bayang-bayang palsu yang kutemu.
Lama aku mengembara dalam gulita
sampai akhirnya Kaulumpuhkan segala gairah indra
aku terperangah tanpa hasrat dan daya
punah sudah nafsu untuk bercinta
segala nikmat indra lenyap binasa
Tiba-tiba Kau datang dengan beribu bunga
dan Kausampaikan untaian kata-kata:
Tak mungkin kau mengembara dalam gulita
bila Aku tak menjadi dian dan pelita
di tengah kau hancur diinjak-injak dosa.
Malam-malam di belakangku
tiba-tiba berpendaran dengan terang bintang-Mu.
Dalam kembara gulita sesungguhnya aku bermata seribu:
Mata Kekasihku yang rela menderita bersamaku
di saat aku tak mampu lagi melihat langit yang biru.
Betapa indah malam-malam yang telah berlalu
kendati harus kulewati dengan sesak isak tangisku
indah karena sesungguhnya Kau selalu bersamaku
justru ketika dosa dan kegelapan meliputi aku
sampai putus sudah harapanku.
Sekarang Kau jumpai aku dengan hati yang baru
saat padam sudah hasrat indra dan nafsuku
betapa beruntung aku
mendapati diriku mandi dalam fajar cinta-Mu
dan lihatlah, sudah tenanglah sekarang rumahku.
Kolese Ignatius, Yogyakarta
Menjelang peringatan 25 tahun imamat GP Sindhunata SJ
Natal, 25 Desember 2008
Puisi ini terinspirasi oleh puisi Die dunkle Nacht
Malam Gelap, dari Santo Yohanes dari Salib
jam
2:47:00 PM
0
komentar
Label: poems
Saturday, February 21, 2009
Benjamin Button: permenungan hidup dan waktu

bagaimana bila kehidupan berjalan mundur, sementara waktu berjalan maju? bagaimana cinta diselaraskan di antara keduanya? film The Curious Case of Benjamin Button (disingkat BB atawa Benjamin Button) mencoba menjawab pertanyaan tersebut. diangkat dari novel F. Scott Fitzgerald (1921), kehidupan Benjamin ditampilkan rada aneh. penonton akan berkerut kening melihat bayi yang lahir dengan wajah manusia berumur 80tahun! kemudian dia diasuh oleh Queenie, seorang ibu berkulit hitam. masa kecilnya dihabiskan dengan di panti jompo. namun takdirnya: dia semakin hari kelihatan muda! Benjamin menjalani hidup secara terbalik.
Brad Pitt berperan sebagai BB. ketika muda, dia bertampang tua. dandanannya tampak lazim. penata rias dan efek visual berhasil menampilkannya secara luar biasa justru ketika ia berusia tua, dan bertampang culun anak muda! wow, kulitnya kelihatan kencang mulus seperti remaja. film ini mengingatkan saya pada sebuah film bertema serupa yang pernah diperankan oleh aktor watak Robin Williams. juga film Forrest Gump. BB mengambil durasi hampir 3 jam! sepanjang film bertutur mengikuti alur hidupnya.
Cate Blanchett, berperan sebagai Daisy, kekasih BB. pesona Cate Blanchett di film ini justru mengingatkan saya pada peran peri menawan yang dimainkannya di film The Lord of The Rings. flash back kehidupan BB bertautan dan mengundang tawa. pengalaman Benjamin muda (dengan tampang tua) masuk ke rumah bordil sampai pengalaman tragis di Pearl Harbour.
alur kisah cintanya baru mengalir pada pertengahan film. dan pada akhir film penonton akan terkejut menemukan kenyataan hidupnya.
film BB yang memakai tag filosofis: "Life isn't measured in minutes, but in moments", memang berisi permenungan mendalam mengenai hidup dan waktu. lihatlah tutur yang bertaburan dengan kata-kata sarat makna:
BB: I was thinking how nothing lasts, and what a shame that is.
Daisy: Some things last.
BB: Your life is defined by its opportunities... even the ones you miss.
dan pada kalimat terakhirnya di film ini BB berkata seperti merenung:
Some people, were born to sit by a river.
Some get struck by lightning.
Some have an ear for music.
Some are artists.
Some swim.
Some know buttons.
Some know Shakespeare.
Some are mothers.
And some people, dance.
dan, seperti ada ruangan senyap yang disisakan pada bagian akhir film.
jam
8:19:00 PM
2
komentar
Label: movie review
Friday, February 20, 2009
from Australia with love

film Australia berdurasi 2,5 jam cukup membuat ujian kesabaran. apakah penonton akan betah memelototi layar selama itu dan mengurai jalinan kisah yang cukup kompleks? ternyata bisa. film yang dibesut Baz Luhrmann (Moulan Rouge!, Romeo+Juliet) menghadirkan kisah yang mengalir seperti drama panggung dengan latar Australia serta keindahan alamnya.
Nicole Kidman berperan sebagai Lady Sarah Ashley, berangkat dari Inggris ke Australia di tahun 1939 untuk menjumpai suaminya. sang suami punya peternakan Faraway Downs dan mendapat order sebagai pemasok 2000 ekor ternak untuk memenuhi logistik Perang. tragis, suaminya tewas. Fletcher, yang bekerja mengelola peternakan, sebagai tokoh antagonis. dialah sang pembunuh, sekaligus pencuri ternak. ini diceritakan oleh Nullah, seorang bocah aborigin campuran yang tinggal di Faraway Downs.
Fletcher dipecat dan diusir oleh Lady Sarah. kemudian dia bekerja pada Carney, pengusaha ternak terbesar di sana. ketika Lady Sarah dan peternak dari Faraway Downs menggiring ribuan ternak untuk memenuhi order tadi, Fletcher berulah lagi. dia membakar pepohonan. ternak berlarian ketakutan di antara tebing-tebing bukit. hingga suatu ketika ternak berlarian menuju jurang, sebagaimana diharapkan si jahat Fletcher, dan di tepi jurang berdiri Nullah...
Nullah mengeluarkan kemampuan sihir yang diperoleh dari kakeknya. ia berdiri tenang, menatap para ternak yang berlari ke arahnya, menggerakkan tangannya. seketika mereka semua berhenti... luar biasa!
kisah cinta terjalin di sini antara Lady Sarah dan Drover yang diperankan Hugh Jackman (The X-man). di tengah tandusnya padang, mereka berhasil mengantar ribuan ternak menuju ke kapal yang sudah siap mengangkut, dan mengalahkan peternakan Carney dan Fletcher.
kejahatan Fletcher makin menjadi-jadi. Mr.Carney bosnya dibunuhnya dengan cara didorong ke sungai penuh buaya. Fletcher menjadi penguasa peternakan terbesar dan berambisi menguasai Faraway Downs.
di tengah film, Nullah memainkan lagu "Somewhere over the rainbow" dengan harmonika. indah sekali terdengar. demikian juga, menjelang akhir film, ketika Nullah dan Drover disangka sudah tewas akibat penyerbuan Jepang yang meluluhlantakkan wilayah utara Australia, musik harmonika Nullah dari kejauhan dapat didengar Mrs.Boss (panggilan Lady Sarah).
Drover juga sempat patah hati. ketika berada di sebuah pohon di padang, tempat mereka dulu mengaso dan pertama kali ia jatuh hati pada Lady Sarah, kalimat ini diucapkan temannya: "Without love, you are nothing. You will have no dreams, no hope..."
kupikir inilah kalimat kunci film ini. sebuah Australia yang meskipun kemudian hancur, dibangun dengan cinta dan pengharapan. bukan dengan ambisi buta dan kejahatan sebagaimana dibuat Fletcher.
Somewhere, over the rainbow, way up high.
There's a land that I heard of Once in a lullaby.
Somewhere, over the rainbow, skies are blue.
And the dreams that you dare to dream Really do come true.
menurutku film ini layak mendapat 8,5 dari 10 bintang.
Label: movie review
defiance: pembangkangan terhadap nasib

film Defiance merupakan satu di antara beberapa film tentang nasib orang Yahudi di masa Hitler. dengan embel-embel: diangkat dari kisah nyata, alur kisah perjuangan Bielski bersaudara menyelamatkan 1200 orang pelarian Yahudi menjadi amat asyik untuk diikuti. mengingatkan saya pada "Schindler List", "Cold Mountain" dan "Enemy at the Gates". film ini bersetting Polandia, Eropa Timur, dan menyajikan potongan-potongan pemandangan alam indah tempat para pelarian Yahudi bersembunyi di hutan-hutan. maklum, lokasi syuting film di Lithuania.
Bielski bersaudara mengambil inisiatif bersembunyi di hutan bersama para pelarian Yahudi. pilihan bagi mereka sangatlah sedikit: mati ditembak pasukan SS, ditahan di kamp konsentrasi (dan mati di sana), atau lari bersembunyi di hutan. semakin lama, jumlah mereka bertambah banyak. persediaan makanan pun menjadi persoalan, belum lagi penyakit, dan rasa aman yang amat mahal. tempat mereka terkepung pasukan SS, setiap saat dapat menjadi akhir pelarian mereka.
Daniel Craig berperan utama sebagai Tuvia Bielski, pemimpin pelarian. sosoknya mengingatkan pada James Bond 007 yang belum lama beredar. di film ini, dia tidak hanya disegani sebagai pemimpin, namun dia pun menderita sakit di tengah cuaca dingin yang ganas. sisi kemanusiaannya sebagai pemimpin kerap kali diuji. misalnya, dia memberi aturan tidak boleh ada anak kecil/bayi selama pelarian mereka. ketika seorang perempuan kedapatan melahirkan akibat diperkosa tentara SS, dia tidak tega mengusir perempuan dan bayinya. risiko bagi keselamatan bayi memang besar, tak kurang juga bagi rombongan pelarian bila bayi tersebut menangis... hmmh, serba salah sebetulnya.
Tuvia Bielski berseberangan dengan Zus Bielski, saudaranya. Zus menghendaki pertempuran dan pembalasan terhadap lawan. Tuvia menghendaki persembunyian di hutan dengan risikonya. Zus kemudian bergabung dengan gerilyawan Rusia untuk melawan pasukan SS.
pondok-pondok dari batang pohon mereka dirikan di hutan. musim dingin membawa salju yang tebal dan rasa lapar yang menggigit. Tuvia menembak kuda kesayangannya, demi memberi makan ratusan orang yang kelaparan.
akhirnya, lokasi mereka ketahuan oleh pasukan SS. mereka digempur dengan persenjataan berat pesawat udara. kemudian pasukan infanteri hendak menyelesaikan pembasmian para pelarian ini. pertempuran sangat tidak imbang.
kisah Musa yang memimpin orang Israel melewati Laut Merah, seolah ditampilkan pada adegan ini. Tuvia memimpin mereka menuju "tanah terjanji". mereka sungguh menunjukkan sikap pembangkangan terhadap nasib, bahwa mereka harus mati konyol di tangan Nazi.
tag film jadi sangat mengena: "Freedom begins with an act of defiance". kebebasan senantiasa diawali tindakan pembangkangan.
kisah heroik Bielski yang nyaris dilupakan sejarah, disajikan dalam film ini. mungkin untuk mengingatkan kita yang kadang cepat lupa, dan menyerah pada nasib.
Label: movie review
Tuesday, February 03, 2009
keheningan
pelajaran yang paling sulit dalam kehidupan? belajar untuk hening. itu pelajaran yang coba kudalami beberapa hari lalu. maka perjalanan kulanjutkan ke Pertapaan Karmel, Tumpang, Malang.tempat ini sangat indah. terletak di pelosok nun di atas daerah perbukitan. sekitar 15 tahun lalu, pertama kali saya ke tempat ini jalan yang dilewati berbatuan. benar-benar perlu menghayati arti jalan penderitaan untuk dapat tiba di sana... sekarang, syukurlah, jalanan sudah licin beraspal.
dari bandara Juanda, Surabaya menumpang bus Damri (Rp 15.000) dari bandara ke terminal Purabaya atau Bungurasih. di sana naik bus Patas jurusan Malang (Rp15.000)... kendaraan sempat melambat di jalur Porong, Sidoarjo. satu-satunya jalan raya disesaki kendaraan dua arah, akibat jalan tol yang terputus gara-gara lumpur Lapindo!
tiba di terminal Arjosari menumpang mikrolet putih TA (Tumpang-Arjosari). saya hampir keliru naik mikrolet AT (Arjosari-Tidar). sampai di pasar Tumpang (Rp 4.000), menyewa ojek sampai ke Pertapaan (Rp 20.000).
Seorang Bapak pengemudi ojek mengantarku dengan kecepatan asik naik turun jalan berbukit-bukit, di sisi kiri-kanan sawah dan kebun... hujan gerimis mulai turun... pengalaman tak terlupakan off-road hingga ke Ngadireso, pemandangannya indah sekali.
tiba di Pertapaan, hujan bertambah deras mengguyur. suatu sambutan yang hangat (hangat???) dari alam atas kedatanganku ke tempat ini setelah 15 tahun... hahaha.
rencana saya menginap selama dua hari di sana. istilahnya retret pribadi. tanpa pembimbing rohani. pertama kali saya ke tempat ini juga begitu. nginap sendiri, retret pribadi. saya menyebutnya pengalaman rohani tak terlupakan, ibarat di Gunung Tabor bersama Yesus.kegiatan harian: ikut doa dan misa pagi, saat hening, sarapan pagi, renungan di kapel (memakai buku-buku yang sudah saya siapkan), makan siang, istirahat sore, doa sore, saat hening, makan malam, istirahat malam.
doa sore saat saya tiba disertai misa yang dipimpin Romo Petrus O.Carm. renungannya mengenai Benih yang Ditaburkan sangat menarik. dia langsung berkata (di tengah suasana hening): setiap orang tidak membutuhkan pembimbing, karena Sabda Allah yang ditaburkan di hati masing-masing memiliki daya tumbuh... saya langsung berpikir, kok kalimat ini ibarat menyapa saya dengan penuh kehangatan?
pada misa pagi esok harinya, mengenai Yesus yang tertidur di buritan kapal saat badai melanda, Romo Petrus bilang: ada suster yang protes mengenai kalimat saya semalam, lhah terus apa lagi tugas kami sebagai pembimbing, guru, bila tidak dibutuhkan? Romo menunjukkan Yesus yang tertidur di kapal, seolah-olah dibiarkan tidur hingga para murid berteriak-teriak minta tolong... "Jadi, jangan pernah membiarkan Yesus tertidur. ajaklah Yesus berbicara dalam hidupmu..."
ada beberapa orang menginap di sana. biasanya mereka didampingi oleh pembimbing rohani. misalkan Ibu Maria Goretti dari Bali, menginap 10 hari di sana. juga Ibu Lili dan Siska dari Surabaya. selain itu ada pasutri dari Jember yang tiba Sabtu malam.
pagi hari, saya berjalan-jalan ke taman di belakang pertapaan. di sana terdapat Sendang (sumber air) bernama Sendang Retno Adi. keran air di depan Gua Maria dapat dinyalakan untuk menikmati air sumber. rasanya segar dan manis. letaknya di tepi bukit, sehingga pemandangan alam berupa sawah dan hutan terhampar indah.di depan pertapaan, ada jalan kecil menuju ke Gua Maria dan tempat Jalan Salib yang ditata dengan taman bunga yang apik. di sana kupu-kupu banyak berterbangan. bunga teratai mekar di pagi hari.
saat refleksi pribadi di kapel, saya merenungkan mengenai Keheningan dari buku Henri JM Nouwen, "Dapatkah Kamu Minum dari Cawan Itu?". katanya, sulit mencari keheningan di tengah dunia entertainment (dari kata "enter"= di dalam, tengah, "tain"= tinggal) yang memang bertujuan agar orang tinggal berlama-lama dalam dunia hiburan, menjauhkan dari diri dan permasalahannya. perlu keheningan, untuk mendengarkan suara diri yang selama ini tidak terdengar.
kupikir-pikir ada benarnya. sekian puluh tahun usia seseorang, bila diibaratkan spons, dia menyerap amat banyak informasi, pengalaman, pikiran, dan segala macam ke dalam dirinya. tidakkah ini membebani? menjadi tak tertanggungkan bila satu dengan yang lain saling bertentangan?keheningan ibarat me-recharge batere dalam diri yang sudah low-batt.
karena itu, saya bersyukur atas waktu hening yang saya dapatkan di Pertapaan.
Label: curhat
Tuesday, January 27, 2009
resep hidup sehat

tadi saya menerima sebuah e-mail dari seorang teman di Lithuania. dia bercerita bahwa dia barusan ikut lomba menulis esai singkat mengenai hidup sehat, dan tulisannya menang dan dipublikasikan! lumayan, dia memperoleh hadiah sebuah buku sebagai imbalan.
tulisannya itu dikirimkannya padaku. karena isinya yang bagus, sementara saya sedang minta ijin untuk menayangkan di blog ini padanya, kurasa dia takkan keberatan kusharekan di sini. hehehe... [mode percaya diri: on]
When days became shorter and nights longer, when summer passed by and wind tore off the last leaves of the trees, dark thoughts came into my mind. I didn‘t want to go anywhere, neither to communicate with anybody, only to lie in bed. I had no friends, neither trust in myself, my life seamed meaningless.
But after the dark night always comes the bright morning, like the spring follows the winter. Having interest in psychology, religion, philosophy I understood, that it‘s essential to think not only about myself, but also about the others, to offer a support, to give a smile, to encourage, to console. To enjoy every moment of a daily life. To live in harmony with myself, The God and the World – such is my recipe of a healthy life.
resepnya ternyata amat sederhana: hidup dalam harmoni. kebetulan masih dalam suasana Imlek, banyak yang terdengar pesimis di Tahun Kerbau. katanya butuh usaha ekstra keras dan banyak yang akan gagal di tahun ini. beberapa shio mendapat warning untuk berhati-hati. untung saja shio-ku (tahun yang baru lewat itu) lolos dari screening sang Kebo. hehehe...
anyway, bila kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun juga peduli terhadap sesama, keep aware, offer a support, give a smile, to encourage and to console other, and enjoy every moment, kata Alfredas, yakin deh... kesulitan sebesar apapun akan terasa lebih ringan.
so, thank you very much, Alfredas, for this nice writing.
Monday, January 26, 2009
tahun baruan lagi nih
semalam diajak teman acara malam tahun baru imlek di rumahnya. open house ceritanya. menu yang disediakan ampun-ampunan deh: beberapa macam nasi goreng (ada yang berwarna merah, coklat dan putih), mie goreng, capcay, ikan, ayam goreng, sate babi dan salad buah. apalagi ditemani wine putih yang gak terasa pahit (sumpee, baru kali ini saya menikmati wine sebagai minuman). rasa eneg akibat lemak berlebih pada masakan seketika larut... hmmhh...
setelah itu kami main kembang api. ukurannya sebesar kaleng biskuit. harganya? jangan ditanya, jutaan rupiah... setelah sumbunya dibakar, api meluncur ke udara beruntun-runtun dan menimbulkan ledakan yang indah... kembang api berwarna-warni. seorang teman bilang: sayang juga duit sejuta dipakai buat kembang api, coba kalo dibagi-bagikan saja. tapi demi kepercayaan bahwa kembang api menghalau kegelapan malam (dan kegelapan hati dalam menatap tahun yang baru) sehingga ada sedikit pembenaran setahun sekali buat menyalakan kembang api... hehehe.
tahun baruan lagi nih? iya ya, belum beberapa pekan lalu merayakan tahun baru. kali ini tahun baru imlek 2560.
ada saja alasan untuk merayakan kehidupan. dan untuk itu, imlek tidak harus dikaitkan dengan kepercayaan agama tertentu. karena perayaan ini sudah ada sebelum kelahiran pendiri agama, untuk merayakan musim semi dan menyambut musim tanam. dengan harapan semoga panen kali ini berhasil, generasi muda diberi bekal (angpao) untuk menjadi penerus usaha...
sebut saja ini tradisi yang memuat nilai-nilai positif. tanpa perlu dikaitkan kepercayaan pada dewa-dewa tertentu. sehingga ketika siang tadi saya mengirimkan sms ucapan selamat kepada kerabat, ada sms balasan: "Maaf, saya tidak merayakan Imlek".
menurutku aneh saja. etnis china, namun menolak diberikan doa dan harapan untuk tahun baru ini. tentu ada yang salah dengan keyakinannya.
kalaupun tahun baru dirayakan sampai berkali-kali, bukankah ini suatu cara untuk mengatakan: selalu ada alasan untuk merayakan kehidupan?
jam
9:59:00 PM
0
komentar
Tuesday, January 20, 2009
kisah ulat
pernah seekor ulat meminta kepada burung
untuk dapat meminjamkan sayapnya
ulat ingin melihat langit biru, lautan luas dan kebebasan
burung menertawainya
ulat menangis
kesedihan tersimpan di hatinya
'aku hanyalah ulat'
tiada yang dapat menghibur hatinya
ia menyepi, mengurung diri, membatin
lapisan kulitnya menggumpalkan serat
dia terbungkus sepenuhnya
dalam harapan, kesedihan, dan ketiadaan
hingga sesuatu merobek bungkusan itu
ia terjaga
melihat cahaya silau kemilau
dunia yang terang benderang
semua terasa ringan
yaaa... inikah surga?
inikah langit dan angkasa biru?
sepasang sayapnya berkepakan lincah
ia seekor kupu-kupu
bebas mencari kembang dan arah
berjumpa kumbang dan lebah
terlebih lagi, kupu-kupu pasangan hidupnya
mereka memadu kasih
semanis madu di sarang lebah
hingga sang burung datang
menyambar dan mematuk
kekasihnya, sebelah sayapnya
ibarat ikut terlepas
sang kupu-kupu tenggelam gulana
hujan membasahi dedaunan
airmatanya tak juga kering
ia terus berterbangan
ke sana kemari
setelah hujan, ia tahu
matahari akan bersinar cerah
hidup harus dimulai kembali
kupu-kupu terbang terus
kian kemari
di hatiku
makassar, 20 Januari 2009
Label: poems
Saturday, January 17, 2009
Red Cliff: jangan pernah menyerah
Sunday, January 11, 2009
sumber informasi dua pihak: Palestina dan Israel

dalam perang di Palestina sesungguhnya terjadi perang yang tak kalah dahsyatnya: perang informasi. siapa yang menguasai informasi, menguasai dunia. dalil itu tak terbantahkan di zaman informasi ini. kebenaran sering berada jauh di seberang sana.
bagaimana sebenarnya kondisi Palestina? bagaimana konflik di Jalur Gaza ini menurut Pemerintah Israel? The Palestinian Centre for Human Rights (PCHR dan Situs Pemerintah Israel dalam Bahasa Indonesia semoga dapat menjadi sumber yang "covered both side of story".
satu hal yang pasti, peperangan yang mengorbankan rakyat tak bersalah harus dihentikan!
[gambar: pchrgaza.org]
jam
1:25:00 PM
0
komentar
Saturday, January 10, 2009
tulisan Ulil tentang konflik Palestina dan Israel
tulisan Ulil membuka tahun 2009 yang telah dipekakkan bunyi tembakan dan tangisan di Gaza. ada sesuatu yang salah dalam setiap peperangan... semoga manusia tidak selalu mengulang kebodohan yang sama. selamat mengawali tahun yang baik.
Tentang bangsa Yahudi dan konflik Palestina-Israel
Saya kadang-kadang berpikir, jangan-jangan konflik Palestina-Israel tidak akan selesai "ila yaum al-qiyamah", sampai hari kiamat. Satu-satunya harapan adalah jika kedua belah pihak lelah dan bosan perang, lalu dengan "sadar" meletakkan senjata dan saling jabat tangan. Tetapi titik-lelah itu belum kelihatan hingga sekarang. Kita harus siap untuk melihat jatuhnya korban terus-menerus di waktu-waktu mendatang. Sudah berkali-kali usaha untuk mendamaikan kedua belah pihak dilakukan oleh komunitas internasional, tetapi gagal terus.
Masing-masing pihak mempunyai versinya masing-masing kenapa usaha diplomatik itu gagal. Pihak Israel sudah tentu menyalahkan pihak Palestina, sejak zaman PLO di bawah Arafat hingga sekarang ini di mana Hamas muncul ke permukaan menggantikan popularitas PLO. Pihak Palestina dan negara-negara Arab, kemudian diamini juga oleh dunia Islam, tentu
menyalahkan pihak Israel sebagai biang kegagalan usaha diplomatik itu.
Saat perang atas terorisme dikumandangkan oleh Presiden Bush dari Washington, semua negara makin punya alasan untuk menjadikan momen ini untuk meningkatkan aksi-aksi militer mereka, tentu dengan alasan untuk memerangi terorisme. Rusia dan Cina telah melakukan itu. Kini Israel, sebelum Bush lengser beberasa saat lagi, seperti "kejar tayang" untuk
menyelesaikan "masalah Hamas" dengan melakukan agresi besar-besaran.
Seperti sudah bisa kita duga, aksi Israel ini didukung "tanpa syarat" oleh Presiden Bush.
Mari kita lihat konflik ini dalam perspektif yang lebih luas sehingga kita bisa lebih "tenang" memahaminya. Tak ada dalam sejarah manusia di mana sebuah bangsa dibenci secara sistematis, menjadi sasaran prasangka buruk, stereo-type, rasialisme, dan persekusi seperti dialami oleh bangsa Yahudi. Itulah sebabnya di Eropa di mana bangsa Yahudi mengalami banyak persekusi dan diskriminasi selama berabad-abad dikenal istilah "Jewish question", masalah Yahudi. Debat menganai "Jewish question" ini berlangsung lama sekali di Eropa dan baru tuntas pada pertengahan abad ke-20.
Secara kuantitas, bangsa Yahudi tidaklah besar jumlahnya. Total jumlah orang Yahudi di seluruh dunia saat ini mungkin tak lebih dari 15 juta orang. Sebagian besar mereka tinggal di Israel dan Amerika. Selebihnya mereka terserak-serak sebagai koloni kecil-kecil di berbagai belahan dunia, mulai dari Eropa, Amerika Latin, Asia, termasuk di negeri-negeri Arab sendiri. Tetapi bangsa yang kecil jumlahnya ini menjadi sasaran
prasangka buruk dan kebencian oleh banyak pihak sejak zaman dahulu.
Pertama-tama yang layak kita sebut adalah pihak Kristen. Selama beradad-abad, bangsa Yahudi menjadi sasaran diskriminasi dari pihak Kristen. Konflik antara Kristen dan Yahudi sudah berlangsung sejak awal, bahkan sejak kelahiran agama Kristen itu sendiri. Pertikaian antara orang-orang Yahudi dan Kristen bukan sekedar pertikaian politik biasa,
tetapi juga pertikaian yang dijustifikasi secara teologis melalui ajaran agama.
Lalu datang Islam. Sejak awal, pertikaian antara Islam dan Yahudi sama sekali tak terhindarkan. Pada saat Nabi Muhammad datang di Madinah, ada sejumlah koloni orang-orang Yahudi di sekitar Madinah. Karena konflik dengan Nabi dan umat Islam saat itu, orang-orang Yahudi ditumpas habis dan sebagian lagi diusir secara total dari kawasan itu. Pada saat Islam berjaya sebagai kekuatan politik di kawasan Arab pada rentang antara abad 8 hingga abad 15 Masehi, bangsa Yahudi sebetulnya menikmati suasana yang lebih bersahabat di dunia Islam ketimbang di dunia Kristen.
Tetapi, kebencian pada Yahudi sebagai sebuah agama tetap bertahan secara endemik dalam Islam. Bangsa Yahudi digambarkan sangat negatif dalam beberapa ayat di Quran, dan kemudian disokong pula dengan sejumlah hadis.
Contoh kecil saja: sebuah hadis terkenal menyebutkan bahwa pada akhir zaman nanti Nabi Isa (atau Yesus) akan turun kembali ke bumi (persis dengan keyakinan dalam Kristen). Menurut hadis itu, tugas Nabi Isa pada saat itu, antara lain, adalah untuk menghancurkan salib dan membunuhi orang-orang Yahudi.
Sebuah hadis lain menyebutkan bahwa dua frasa di ujung Surah al-Fatihah (bab pembuka dalam Quran) merujuk kepada orang Kristen dan Yahudi. Dua frasa itu adalah: "al-maghdub 'alaihim" (orang-orang yang dibenci oleh Tuhan) dan "al-dallin" (orang-orang yang sesat). Orang yang dibenci Tuhan maksudnya, sebagaimana dijelaskan oleh hadis itu, adalah orang Yahudi, sementara orang-orang yang sesat adalah orang-orang Kristen. Karena
pengaruh Kitab Suci sangat mendalam pada umatnya, kita bisa membayangkan bagaimana dua frasa yang diulang-ulang setiap salat oleh seluruh umat Islam ini memiliki pengaruh dalam membentuk prasangka buruk terhadap bangsa Yahudi.
Baik agama Kristen atau Islam mengandung unsur-unsur ajaran yang bisa membiakkan kebencian pada bangsa Yahudi. Ini bukan kebencian biasa, tetapi kebencian yang dijustifikasi oleh firman dan ajaran Tuhan sehingga pengaruhnya sangat mendalami. Tak heran sekali jika kebencian pada agama dan bangsa Yahudi bertahan selama berabad-abad. Kalau kita baca sejarah, tidak ada bangsa yang mengalami korban sebagai sasaran kebencian selama dan seserius seperti dialami oleh bangsa Yahudi. Yang mengherankan, jumlah mereka sangat kecil sekali, tetapi kebencian pada mereka sungguh tak sebanding dengan jumlah itu. Atau justru karena mereka kecil lah dengan mudah menjadi "kambing hitam" di mana-mana. Persis seperti dialami oleh kaum minoritas di manapun yang cenderung dijadikan sasaran demonisasi dan pengambing-hitaman.
Kalau kita baca sejarah Amerika, hingga pertengahan abad 20, diskriminasi dan perlakuan yang tak menyenangkan dialami oleh bangsa Yahudi secara konsisten. Seorang profesor Yahudi yang pernah belajar di Universitas Harvard dan sekarang sudah pensiun pernah bercerita pada saya bahwa hingga tahun 60an, orang-orang Yahudi mendapat kesulitan untuk memperoleh posisi sebagai profesor di Universitas Harvard. Menurut dia, seorang ekonom
Yahudi yang sangat kondang dan pernah memenangkan hadiah Nobel, Paul Samuelson, ditolak lamarannya sebagai profesor di Universitas Harvard pada tahun 40an. Menurutnya, Samuelson ditolak terutama karena keyahudiannya. Akhirnya, MIT (Massachusetts Institute of Technology) menampung dia. Saat di MIT itulah Samuelson mendapatkan hadiah Nobel. Saya kira, Universitas Harvard malu dengan kejadian ini.
Di dunia Islam, jelas orang-orang Yahudi saat ini merasa kurang nyaman. Oleh karena itu, sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948, jumlah orang Yahudi yang tinggal di kawasan Arab merosot tajam. Mereka kurang merasa nyaman tinggal di lingkungan yang kurang bersahabat dengan mereka. Dalam periode pra-modern, memang dunia Islam memperlakukan bangsa Yahudi jauh lebih baik ketimbang dunia Kristen di Eropa. Tetapi secara umum,
kondisi orang-orang Yahudi di dunia Islam pun pada zaman dahulu tetap menjadi sasaran diskriminasi dan kebencian. Sebagaimana sudah saya sebut, kebencian pada Yahudi dalam Islam tertanam melalui ajaran Islam itu sendiri, sebagaimana juga dalam Kristen. Kebencian itu mendalam sekali karena dijustifikasi dengan ajaran agama.
Sekarang ini, di dunia Islam, terutama di Indonesia, istilah "antek Yahudi" adalah kata-kata kotor yang dipakai untuk menyerang siapa saja yang dianggap "memusuhi" Islam -- sama kotornya dengan istilah "antek PKI". Dulu, almarhum Prof. Nurcholish Madjid pernah dijuluki oleh sebuah media kalangan Islam fundamentalis di Jakarta sebagai "antek Yahudi".
Majalah itu menggambarkan Cak Nur melalui sebuah karikatur yang menarik: nama Cak Nur dibelit oleh ular yang membentuk bintang David. Kita tahu apa maksud karikatur itu: Cak Nur adalah antek Yahudi yang terperangkap dalam belitan "ular" Yahudi.
Hingga saat ini, bahkan di Amerika sekalipun, kita menyaksikan beredarnya sebuah teori konspirasi tentang "rencana Yahudi" untuk menguasai dunia. Buku "Protocols of Zion", misalnya, yang merupakan karangan palsu dinas rahasia Rusia beredar luas di Eropa, Amerika, dan meluber pula sampai ke dunia Islam. Buku itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan bahasa-bahasa lain itu dunia Islam. Buku itu juga dipercayai oleh banyak
kalangan sebagai dokumen otentik yang didasarkan pada fakta-fakta sejarah tentang rencana bangsa Yahudi untuk menguasai dan menghancurkan dunia. Buku semacam ini jelas dengan gampang menyebarkan rasa kebencian pada bangsa Yahudi yang jumlahnya sangat kecil itu.
Tak hanya itu. Henry Ford, pendiri perusahaan mobil Ford yang terkenal itu menulis buku yang sangat anti-Yahudi berjudul "The Jews". Beberapa tahun yang lalu, saat usai memberikan ceramah di Malaysia, seorang audiens memberikan saya buku itu seraya berkata, "Bapak harus membaca buku ini". Hingga sekarang, sentimen anti-Yahudi masih bertahan di banyak kalangan di Amerika.
Poin yang ingin saya sampaikan adalah bahwa bangsa Yahudi yang kecil jumlahnya itu menjadi sasaran kebencian dari banyak pihak. Anda bisa bayangkan, bagaimana perasaan sebuah bangsa kecil yang dibenci oleh dua agama besar selama berabad-abad, yaitu Kristen dan Islam. Sekarang ini, jumlah pengikut kedua agama itu boleh jadi lebih dari 2,5 milyar. Dari jumlah sebanyak itu, ada persentasi yang cukup besar, sekurang-kurangnya
dari sebagian kalangan Islam, yang sangat membenci, atau minimal kurang bersahabat, dengan bangsa Yahudi. Tentu keadaan semacam ini menciptakan rasa yang sangat tidak aman bagi orang-orang Yahudi.
Bagaimana mungkin orang Yahudi yang hanya berjumlah tak lebih dari 15 juta itu bisa merasa aman di tengah-tengah bangsa-bangsa yang membenci dan mempunyai stereo-type negatif mengenai mereka? Jangan lupa, kebencian ini sudah berlangsung berabad-abad, dan karena itu sudah merasuk ke dalam psyche bangsa-bangsa yang membenci orang-orang Yahudi itu. Ini yang menjelaskan kenapa bangsa Yahudi, terutama di Israel, mempunyai instink
yang sangat kuat untuk membangun pertahanan diri, kadang-kadang instink itu bekerja secara berlebihan, meskipun hal itu bisa kita pahami. Sebab bangsa Yahudi mempunyai memori yang sangat buruk mengenai masa lalu mereka. Jika mereka kehilangan negara Israel yang sudah berhasil mereka dirikan dengan susah payah itu, mereka khawatir akan kembali kepada "zaman kegelapan" yang berlangsung sejak berabad-abad sebelumnya.
Ini yang menjelaskan kenapa Israel bersikap tanpa kompromi pada Hamas sebab kelompok ini memiliki misi khusus untuk menghancurkan negara Israel. Di mata Israel, Hamas jelas semacam mimpi-buruk yang menghantui mereka. Bangsa Yahudi jelas tak mau jatuh ke masa silam yang buruk, ke zaman pogrom dan holocaust.
Tetapi justru di sini letak kelemahan bangsa Yahudi di Israel dan di manapun saat ini. Karena terlalu dihantui oleh masa lampau yang pahit, reaksi mereka terhadap ancaman saat ini terlalu berlebihan. Yang menjadi korban adalah bangsa Palestina. Sebagai sebuah negara, Israel, negara Yahudi itu, saat ini sudah cukup kuat dan sangat makmur. Memang kita bisa paham kenapa Israel selalu merasa tidak was-was dan tidak aman selama ini,
sebab ia dikepung oleh tetangga-tetangga yang sangat membenci keberadaannya.
Kalau di awal tulisan ini saya mengtakan bahwa konflik Palestina-Israel boleh jadi tak akan pernah selesai, di ujung tulisan ini saya ingin mengemukakan sebuah harapan. Salah satu harapan itu adalah jika pihak bangsa Yahudi dan bangsa Arab, terutama Palestina, bisa mengatasi "masa lalu" mereka masing-masing. Bangsa Yahudi harus melepaskan diri dari
"mentalitas diaspora" yang membuat mereka merasa terancam terus dan selalu mencurigai tetangga-tetanggany a. Jika mentalitas ini tak bisa diatasi, maka negara Israel akan terus mencari musuh dengan tetangga-tetangga dekatnya seperti kita saksikan sekarang ini.
Dari pihak bangsa Arab, tantangan terbesar adalah mengatasi "rasa superioritas" mereka sebagai bangsa yang pernah berjaya selama berabad-abad di kawasan Arab dan sekitarnya, dan merasa bahwa bangsa Yahudi tak punya hak untuk mendirikan negara di tanah Palestina, sebab hal itu akan melukai rasa superioritas itu.
Dari pihak umat Islam sendiri secara keseluruhan juga ada tantangan yang sangat berat jika mereka benar-benar ingin ikut menyelesaikan masalah Palestina-Israel ini. Selama ini, kita semua tahu, ajaran yang membenci bangsa Yahudi diajarkan terus di sekolah-sekolah agama di seluruh dunia Islam, sejak zaman klasik hingga sekarang. Waktu saya di pesantren dulu, setiap guru saya menerangkan ayat-ayat dalam Quran yang membenci bangsa
Yahudi, maka mereka memahaminya dengan tidak kritis, sehingga secara tak sengaja, mereka mengajarkan kebencian turun-temurun terhadap bangsa Yahudi. Bagaimana mungkin dunia Islam mau menyelesaikan masalah Palestina-Israel jika ajaran-ajaran yang membenci bangsa Yahudi ini terus ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya?
Menurut saya, harus ada reinterpretasi ulang atas sejumlah ayat dan hadis yang membenci bangsa Yahudi dan selama ini diajarkan di lembaga-lembaga Islam. Jika tidak, maka selamanya akan terjadi kebencian dan permusuhan antara umat Islam dan bangsa Yahudi. Saya tak percaya bahwa umat Islam akan berhenti membenci bangsa Yahudi seandainya pun yang terakhir itu, misalnya, dengan sukarela membubarkan negara Israel lalu pergi dari tanah
Palestina. Menurut saya, masalahnya lebih serius dari sekedar masalah "tanah". Yang bermasalah adalah doktrin dalam agama itu sendiri.
Apa yang saya tulis ini jelas tak populer di kalangan Islam saat ini. Boleh jadi, tulisan ini dianggap sebagai bagian dari konspirasi Yahudi pula. Silahkan saja. Dengan terus terang saya katakan, saya bukan "fan" atau pendukung ringan, apalagi berat, negara Israel. Saya benci dan jengkel pada tindakan dan kebijakan pemerintah Israel selama ini terhadap bangsa Palestina. Tetapi kita juga harus jujur melakukan otokritik pada diri kita sendiri. Ada sikap-sikap yang salah dan tak tepat juga di kalangan umat Islam terhadap bangsa Yahudi yang jumlahnya sangat kecil itu. Sikap-sikap yang berdasarkan pada doktrin agama itu harus dikritik jika umat Islam memang benar-benar ingin menegakkan perdamaian di bumi Palestina.[]
Wallahu a'lam bissawab
Ulil Abshar Abdalla

