Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Thursday, September 01, 2011

once upon camino

1. warna tanah, wangi hutan
bebatuan sungai, tikungan berlumpur
dan langkah yang menghitung jarak
hingga satu per satu helai daun luruh
hingga luka perih tak terasa lagi
hingga senja kita akhiri dengan pesta
dan pada saat itu, perjalanan kita teruskan

2. perjalanan ratusan kilometer
kita lewati semalam seperti mimpi
namun saat terjaga
kaki berlumur lumpur dan debu jalanan

3. batang pohon eukaliptus mengelupaskan kulitnya
demikian kaki-kaki terkelupas terkilir
tertatih datang padamu
: demi hidup

4. demikianlah kami merayakan kehidupan
dengan berjalan dan terus berjalan
lalu mampir untuk mengangkat gelas anggur

5. ladang anggur yang baru digarap di bukit-bukit
bulir-bulir gandum merunduk di haiku
taklimat sungai di lagumu
semesta mengajari kita melangkah

road to Santander, 13VIII2011
@toni

Monday, April 11, 2011

april

berapa keping kerinduan lagi musti kukelupas dari hati
sementara malam bernyanyi-nyanyi di kebun sunyi
adakah hari milik kita terkubur debu jalanan
gadisku sepucuk tunas tak pernah layu sepadan
bunga mekarlah kelopakmu di tunas hati berembun
malam ini takkan beranjak lunas kobar api menuntun


@toni, 110411

Sunday, April 03, 2011

madah bagi bunda

1
engkau sekuntum mawar segar
mekar di antara mawar-mawar plastik
di ladang kering hati dahagaku tawar
senyummu paras hati elok nan cantik

2
pelukanmu hangat jiwa
labuhan hati lara nestapa
ka sana kami berlari, bunda
bila tiada asa di dunia

3
senandungmu lirih bernyanyi
lagu nina bobo di malam sunyi
kata dan sabda tiada berarti
pada cintamu rindu menanti

makassar, 030411

Tuesday, September 07, 2010

bunga kuning mentega

mengapa cinta selalu menunggu di ujung jalan?

aku memanggilnya masuk ke dalam rumah

namun dia tetap berdiri di sana

di bawah pohon ek

tempat aku dan dia pernah bertemu

di suatu masa

saat bunga-bunga rumput berwarna kuning mentega

mekar dan berseri-seri

kuuntai sebagai mahkota di rambutnya

dia, gadis kecilku, bersenyum indah memesona hati


London, 100510

Monday, September 06, 2010

hampir lebaran

aku ingin mudik
pulang ke hatimu, dik
di sana kampung halamanku
sawah, sungai, rumpun bambu menunggu

aku ingin sungkem pada Bapak dan Ibu
mohon doa dan tawadhu
menikmati maghrib terakhir
sebelum bergema takbir

pertunjukan wayang
dan tarian kemenangan
digelar anak-anak berlarian
melewati setiap pematang

aku ingin mudik
meski dirimu tak kujumpai, dik
kupandangi bintang-bintang di langitmu
malam lailatul qadar rinduku

@toni, 050910

Saturday, May 01, 2010

mama maria

ke dalam pelukanmu
kami anak-anakmu
berlari tersedu-sedu
datang mengadu

kaki kami tertusuk duri
ketika kami coba menghindari
apa yang mesti kami hadapi
namun kami tak kuat hati

telinga kami perih
kabar baik tak teraih
selain kabar buruk nan pedih
fitnah dan dusta yang terpilih

mata kami silau
oleh dunia yang berkilau
menggoda nafsu kian galau
jiwa semakin tak terjangkau

hati kami gaduh
tiap hari mengeluh
tiada saat hening tuk mengadu
ibarat patah sudah sebatang buluh

mama maria
dikau yang pernah berduka
kami sekarang mendura
peluklah kami anak-anakmu semua

@toni, 010510

Friday, April 30, 2010

jalan 4

apatah jalan tanpa awal dan akhir sejak kuputuskan untuk mengikutimu selalu mengajakku terus mengenalinya dari rumput ilalang, bebatuan kerikil, aliran sungai, dan debu panas terik menyengat menjadikan aku teman yang menjejaki tubuhnya, kadang bersandar di pundaknya keletihan, atau tiba-tiba saja rasa ngantuk datang dan aku telah tertidur di atasnya?

jalanan telah mengenal jejakku dan tak pernah ia berdusta mengenai keindahan pagi yang diberikan selalu berbeda setiap hari

@toni, 300410

Wednesday, April 28, 2010

petani

dan aku akan menjadi petani di ladangmu
berpeluh menggemburkan tanah
menarik bajak sambil menghitung hari-hari
serta musim-musim yang kita lalui

sementara benih-benih kutaburkan
dan doa-doa dikau bisikkan
agar tiada hama dan bencana kekeringan
tunas-tunas menguncup di senyummu

dan aku akan menjadi petani di ladangmu
pada huma dan pematang jejak-jejak kita
membekas di bulir-bulir padi nan gendut
menguning ranum merunduk

@toni, 280410

Sunday, April 25, 2010

lara

lara
aral
liar
melarik

lari
alir
air
meriak

: boleh
kuambil kesedihan di matamu?

@toni, 250410

sudah

sudah
hapus sedih
mudah
sapih gundah

buncah
basuh basah

: Tuan
sudah datang?

@toni, 250410

lagi

lagi
lagu-lagu
semanis gula
mengulang-ulang

gaul
ugal-ugalan
mengalun-alun
di kalung relungmu

gila
menggali
lagi
menggila!

@toni, 250410

Wednesday, April 21, 2010

trembling

now i'm trembling, my beloved
for everything moved
lower as they stranded
out of my hand

stand beside me, my beloved
it's only emptiness and cold
when i try to catch the bold
of your smile and memories shed

now i'm trembling, my beloved
nothing can be saved
only good things brewed
'til my nights faded

@makassar, 210410

Friday, April 09, 2010

laut malam

dingin malam dan ombak yang malas

selalu memanggil-manggil dirimu

perahuku kujangkarkan di lautmu

@toni, 090410

Saturday, March 20, 2010

jalan 3

"sudahkah kau temukan jalan ke hatiku?" tanyamu berkali-kali dalam risauku mengayunkan langkah dan menentukan ke kiri, maju, kanan, mundur atau sebaiknya berhenti saja?

burung-burung punai menertawaiku dengan kicaunya terbang dari pohon ke pohon membawa tangkai bunga-bunga rumput yang mengingatkan pada mahkota kembang yang pernah kuuntai untukmu

aku berhenti di jalan yang telah kutempuh sekian jauh

aku terduduk di atas jalan berdebu lusuh

kupandangi bintang-bintang di langit, mereka berkata: "ikutlah ke mana hatimu pergi membawamu"

@toni, 200310

Friday, March 19, 2010

jalan 1

sepatu butut yang pernah kupakai mengembara di hari-harimu kubawa serta di jalan patah hatiku untuk mengingatkanku pada hari-hari baik dan matahari yang suka menertawakan kebodohanmu serta semua haiku yang tersampir pada dedaunan di ranting-ranting di halaman rumahmu

warna merah jambu tak pernah kausukai jadi kupakai yang biru saja karena hatiku suka menjadi biru lebam mengingat jalan-jalan yang kita lewati dan yang tak pernah sempat kita singgahi karena impianmu jauh melampaui ujung peta dunia

sebuah jurnal gelak tawa dan kegilaan kita saat tersesat di hutan-hutan, sawah dan rimba kota akan menemani malam-malamku di bawah bintang-bintang karena dikau pernah bersabda: "semua tidak pernah benar-benar selesai untuk kita..."

@toni, 190310

Thursday, March 18, 2010

ziarah

kuambil sebaskom puisi
kutaburi kembang setaman
wangimu menguar merasuk hati
tuhan, kau tak jauh sebagai teman...

@toni, 180310

vesper

pada langit malam itu
kulukiskan sepotong senyummu
setiap terang bulan purnama mengingatkanku
: engkau memandangku

@toni, 180310

Monday, March 15, 2010

100km/jam

di atas dua roda
aku mengejarmu di perempatan
stasiun kereta melewati penjaja kelapa muda
pasar tumpah berjejer penjaja penganan

di atas empat roda
ditarik kuda berirama teratur
kucari dirimu di antara masa
yang tergesa-gesa kabur

kupacu sepedaku kencang
lewati kelokan jalan menikung
sungai, pepohonan, dan ladang
hingga pucuk-pucuk padi runduk menguning

di atas 100km/jam
aku melihat dirimu
berdiri di sana dalam diam
laksana dewi tersenyum tak jemu

@140310, toni

Saturday, February 27, 2010

koi

pergilah ke sebelah barat kuil
dekat sumber air dan kitiran angin
di rerimbunan pohon bambu
kau kan temukan
ikan-ikan koi
merah menyala
putih
dan kuning keemasan
berenang hilir mudik
tanpa beban

lalu mengapa
hatimu risau
dan berbeban
: ?

@280210

pemetik sitar

aku menanti
seorang gadis yang setiap senja
duduk di tepi sungai
memetik sitar

dia tak pernah berbicara
selain memainkan musik

dawai sitarnya yang bercerita
lirih bersama bisikan angin
dan kecipak sungai
seringkali ditingkah pekik camar

tentang hidupnya,
impian,
dan cintanya

senja ini ia tidak datang
menemuiku

@270210