
sebatang lilin merah jambu yang menyala hari ini
dan lampion merah yang selalu kunyalakan di rumah
mengingatkanku akan empat keping penantian hati
dan sepotong sukacita
rejoice!
ia sudah dekat, amat dekat bahkan mendekat
rejoice!
jangan surut, murung dan terkurung
lilin merah jambu nyalanya sama
dengan lilin-lilin lain
namun ia sangat berbeda
warnanya persis sama dengan rindu hatiku
simplicity
kesederhanaannya
be strong!
kuatkanlah hatimu
ia makin dekat
makin dekat
dekat
di sini
ia menyisakan lubang di hatiku
Sunday, December 16, 2007
sebatang lilin merah jambu
jam
7:12:00 PM
0
komentar
Thursday, December 13, 2007
path
Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail. ~Ralph Waldo Emerson (1803-1882)
jam
8:06:00 PM
0
komentar
Saturday, December 08, 2007
Saturday, December 01, 2007
today
2.jpg)
gak kerasa sudah bulan desember lagi, sudah hampir akhir tahun... pas ketemu lagu yang kedengaran enak sekali dengan lirik yang cukup dalam. dinyanyikan oleh Emi Fujita, album Camomile Classics. coba dengerin lagunya...
Today
(Words and Music by Minstrels' leader Randy Sparks)
Today while the blossoms still cling to the vine
I'll taste your strawberries, I'll drink your sweet wine
A million tomorrows shall all pass away
Ere I forget all the joy that is mine today.
Now I'll be a dandy, and I'll be a rover.
You'll know who I am by the song that I sing.
I'll feast at your table, I'll sleep in your clover.
Who cares what tomorrow shall bring.
I can't be contented with yesterday's glory.
I can't live on promises, winter to spring.
Today is my moment, and now is my story.
I'll laugh and I'll cry and I'll sing.
Today while the blossoms still cling to the vine
I'll taste your strawberries, I'll drink your sweet wine
A million tomorrows shall all pass away
Ere I forget all the joy that is mine today.
jam
9:38:00 PM
0
komentar
Label: song lyrics
Thursday, November 29, 2007
hotel rwanda: wajah kejahatan meringis

film "hotel rwanda" dirilis sejak 2004, namun sore tadi baru ditayangkan di bioskop 21 Panakukkang Makassar dan sempat kusaksikan. tentang kisah nyata yang terjadi di Rwanda: genocide alias pembersihan etnis Tutsi yang dilakukan oleh etnis Hutu. padahal keduanya sama-sama berkulit hitam khas afrika. darah juga sama berwarna merah tertumpah akibat pembantaian massal. anak kecil maupun orang dewasa suku Tutsi dicincang tanpa ampun...
dalam bahasa Pat Archer, seorang relawan bule yang menyaksikan pembantaian anak-anak kecil yang dilakukan di depan matanya, dengan tatapan ngeri dia mengisahkan seorang anak kecil etnis Tutsi yang hendak dicincang sampai mengiba-iba memohon padanya: Please don't let them kill me. I... I promise I won't be Tutsi anymore.
peradaban menjadi gamang di hadapan para korban. identitas manusia jadi absurd ketika itu justru berbalik menjadi stigma, kutukan mematikan. manusia turun peringkat menjadi binatang. nafsu diumbar tanpa kendali mengabaikan batas-batas moral.
lebih celaka lagi, para pihak yang seharusnya dapat menolong justru seolah tuli dan bisu. film hotel rwanda membeberkan gambaran satir ini amat gamblang. AS serta sekutunya yang jawara hak asasi manusia justru tidak ambil peduli kekejian yang terjadi.
karena itu Paul Rusesabagina, seorang Hutu, tokoh sentral film ini berujar kepada orang-orang yang diselamatkan di hotel bintang empat yang dikelolanya: There will be no rescue, no intervention for us. We can only save ourselves. Many of you know influential people abroad, you must call these people. You must tell them what will happen to us... say goodbye. But when you say goodbye, say it as if you are reaching through the phone and holding their hand. Let them know that if they let go of that hand, you will die. We must shame them into sending help.
kengerian saat-saat mereka menanti kematian dapat dirasakan penonton. mereka terjebak di hotel itu. pasukan PBB, pers barat dan orang-orang bule yang dianggap dapat menolong pun ditarik pulang. pemimpin pasukan PBB, Kolonel Oliver bahkan berujar dengan sedihnya: We're here as peace keepers, not peace makers. dibolak-balik bagaimanapun kata-katanya, jelas sikap kepengecutan pihak barat ditelanjangi di sini.
bermula dari pendudukan Belgia di Rwanda. orang-orang suku Tutsi dipakai penjajah Belgia sebagai penguasa lokal. ketika Belgia hengkang dari daerah tersebut, suku Hutu yang mengambil alih kendali. terjadilah balas dendam politis terhadap suku Tutsi. generasi muda mereka hendak dibasmi habis dengan genocide.
Paul menyelamatkan ratusan orang di hotelnya. gambar-gambar yang ditayangkan bergerak indah. tidak menjemukan untuk sebuah film dokumenter. tidak menggurui dengan ajaran saleh keagamaan. karena itu pantas bila Hotel Rwanda diganjar dengan beberapa penghargaan di festival film internasional.
kisahnya mirip film Schindler's List, pengusaha Jerman yang menyelamatkan beberapa nyawa orang Yahudi dari jerat maut kamp konsentrasi. Hotel Rwanda settingnya lebih kompleks: perang saudara, dan mereka harus menyelamatkan diri sendiri alih-alih menyelamatkan orang lain.
kepahlawanan Paul menyelamatkan ratusan nyawa serta kecerdikannya patut mendapat kredit poin tersendiri. wajah kejahatan yang tampak meringis tak selalu harus dihadapi dengan ketakutan, begitu kira-kira pesan dari karakter tokoh Paul yang sangat kuat.
bila Paul masih hidup, saya pribadi ingin menyampaikan salut padanya! standing ovation for his humanity.
jam
8:34:00 PM
0
komentar
Tuesday, November 27, 2007
ziarah Taize di bumi Yogya
ibadat Taize diadakan di aula Sanata Dharma diikuti kaum muda lintas denominasi Kristen seluruh Indonesia dan beberapa dari luar negeri, seperti: Timor Leste, Estonia, Perancis. (pict. courtesy of Esaol)
umat paroki Ganjuran saat beribadat Minggu (25/11) di tengah alam terbuka setelah gempa bumi merobohkan gedung gereja. kami duduk lesehan beralas tikar.
bruder Alois, bruder Fransesco dan bruder Ghislain dari Taize di antara umat.
candi Hati Kudus Yesus Ganjuran.
melihat lokasi gereja yang terkena gempa.
bruder Alois and a child.
para peserta ziarah mengunjungi daerah paling parah akibat gempa di Bantul. Bapak Hadi, ketua lingkungan, ketika menyambut peserta dan bercerita mengenai situasi lokasi.
peserta ziarah dipencar ke beberapa keluarga korban bencana. di sana mereka sharing dan makan siang nasi bungkus bersama-sama. asiknya...
Rio dan seorang mbah yang tertawa dengan mesranya saat kami menggoda mereka: mirip acara TV "Tali Kasih"...
kaum muda peziarah berfoto bersama. choosing to love, choosing hope...
Saturday, November 17, 2007
akhir pesta demokrasi di sulawesi selatan
sejarah baru pertama kali pemilihan pemimpin daerah diadakan di tanah Sulawesi Selatan cukup berlepotan. pemilihan diadakan 4 November 2007. empat jam setelah pemilihan tepatnya pukul 17.00 Lingkaran Survei Indonesia yang dipimpin Denny JA langsung mengumumkan pasangan Sayang (Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Numang) sebagai pemenang.
namun Lembaga Survei Indonesia (lembaga yang dipimpin Saiful Mujani) memberikan hasil berbeda. menurut mereka pasangan Asmara: Amin Syam dan Mansyur Ramli-lah yang keluar sebagai pemenang. masyarakat jadi bingung. pawai kemenangan diadakan masing-masing kelompok, sampai polisi melarang arak-arakan sampai pengumuman resmi KPU dikeluarkan mengenai pemenang Pilkada.
tahapan penghitungan suara tingkat kecamatan hingga tingkat kota makin menguatkan pasangan Sayang sebagai pemenang. lalu berhembuslah isu itu: terjadi kecurangan di beberapa daerah termasuk Gowa, Bone. Gowa adalah basis Sayang. Bone adalah basis Asmara.
kantor Panwaslu (panitia pengawas pemilu) di gedung PWI dirangsek massa pendukung Asmara. tampak kaca-kaca dipecahkan, juga beberapa kendaraan dilempari. hari-hari berlangsung panas oleh seruan demonstrasi untuk menunda penetapan KPU dan menuntut pemilihan ulang di beberapa daerah yang ditengarai terjadi kecurangan.
Jumat siang (16/11) pada saat pengumuman final KPU, di depan kampus UMI sekelompok memblokade jalan poros Urip Sumoharjo sehingga arus lalu lintas macet. mereka membentangkan spanduk bertuliskan: "Tangkap Pendeta Lambe..." sambil berorasi dengan pengeras suara.
pada malam hari tayangan berita di Makassar TV lebih mencengangkan. kamera menyorot poster yang dibawa sekelompok mahasiswa bertuliskan: "Pieter Gosal, Anton Obey, Yongris: kalian bertanggung jawab bila terjadi kerusuhan etnis di kota Makassar".
sekedar diketahui, ketiganya adalah tokoh Tionghoa dan dikenal sebagai pendukung pasangan Sayang pada Pilkada ini.
sayang sekali, pada kesempatan pertama kali Pilkada digelar di Sulawesi Selatan tidak berjalan sehat dengan munculnya aksi-aksi sektarian seperti di atas. sikap kekanak-kanakan yang lebih mengemuka. apakah ini wajah asli masyarakat kita? semoga tidak demikian. karena mayoritas pemilih pemenang Pilkada tentulah dari kalangan nasionalis.
jam
9:52:00 PM
0
komentar
beowulf: pride is the curse
akhirnya bisa masuk ke gedung bioskop lagi... fiuhhh. ada sekian bulan saya absen dari hobi yang satu ini demi mengejar dollar dan sesuap pizza, hahaha... hari ini sempat lihat di iklan koran ada film bagus Matt Damon "The Good Shepherd" lagi diputar. maklum beberapa pekan ini bioskop dijejali film hantu lokal yang tidak bermutu.
beberapa perubahan di bioskop Panakukkang 21: partisi kaca antara pembeli tiket dan penjual sudah tidak ada. pembeli bisa bebas nunjuk-nunjuk layar monitor komputer saat memesan tiket dan nomor kursi. dan satu lagi: harga tiket Senin-Jumat disamakan Rp 15.000! wow, luarbiasa. dulunya cuma Senin nomat Rp 15.000, Selasa-Jumat Rp 20.000, Sabtu-Minggu-Libur Rp 25.000. jauh banget perubahannya ya?
saya tiba pukul 16.15. sementara The Good Sheperd baru main pukul 17.30. Beowulf pukul 16.30. jadi demikian saya memilih Beowulf.
setelah beli tiket, saya berlari ke hypermart di lantai bawah untuk membeli camilan: teh kotak dan pizza. sewaktu tiba di bioskop kembali, pertunjukan sudah dimulai. dalam kegelapan camilan kukeluarkan beserta sambalnya...
hueekkk... lagi asik-asiknya menikmati pizza, tersaji gambar kengerian adegan di film Beowulf. si monster Grendl mencabik-cabik manusia mangsanya dan menyantap... lendirnya menetes-netes. hampir saja nafsu makanku jadi hilang. buset dah, ngeri banget gambar-gambar adegan film ini. selalu kuingatkan diriku: ini cuma film animasi alias perpaduan imajinasi dan teknologi film saja. tapi wait, dugaan saya keliru saat melihat adegan indah yang tersaji sesudahnya: saat Beowulf bertarung melawan Grendl, Beowulf bertemu ibu-Grendl-nan-molek-itu, dan terakhir saat Beowulf bertarung lawan naga terbang yang tiada lain anak hasil selingkuhnya dengan ibu Grendl.
alur ceritanya sederhana sekali. sebuah kota dihantui oleh monster Grendl sehingga raja mengumumkan sayembara untuk menaklukkan monster ini. Beowulf adalah pemuda Viking, bersama teman-temannya mereka mencoba peluang ini.
dengar saja apa yang dikatakan Beowulf dengan angkuhnya: Tonight will be different! I am the ripper, the terror, the slasher. I am the teeth in the darkness! The talons in the night! My name is strength! And lust! And power! I AM BEOWULF!
terjadilah kengerian ini saat Grendl datang dan kembali mencabik-cabik lawannya. namun Beowulf menghadapinya dengan tangan kosong, malahan telanjang bulat! tayangan yang benar-benar bukan untuk anak-anak, hehehe... tapi teknik animasinya cukup cerdas untuk tidak memperlihatkan bagian terlarang punya Beowulf.
Grendl keok terjepit di grendel pintu. tangannya patah. ia mengerut. dan menangis kembali ke ibunya. ia akhirnya mati.
Beowulf naksir pada Wealthow, istri raja yang cantik dan pandai menyanyi. nyanyiannya enak sekali terdengar dengan petikan kecapi dan indah kata-katanya tentang seorang pahlawan.
ibu Grendl membalas dendam. penduduk dihantui ketakutan lagi. Beowulf masuk sampai ke gua sarang monster. musuhnya ternyata sangat molek: Angelina Jolie dengan teknik animasi tanpa busana selain cairan emas menutupi dadanya serta rambut kepang panjang (kok teringat pada Tomb Rider?).
pertarungan mereka tanpa senjata dan kekuatan fisik. namun mematikan yakni: godaan!
Are you the one they call Beowulf? Such a strong man you are. A man like you could own the greatest tale ever sung. Beowulf... Stay with me. Give me a son, and I shall make you the greatest king that ever lived. This... I swear...
ehm... ehm... gak tahu apakah disensor, atau memang adegan "pertarungan" ibu Grendl dan Beowulf cukup di benak penonton saja. di masa tuanya, Beowulf telah menjadi raja.
monster baru ini muncul: seekor naga terbang meneror penduduk. Beowulf kembali bertarung mati-matian. dada naga dirobek, jantungnya ditarik. naga dan Beowulf jatuh ke pantai... naga berubah menjadi manusia, anak Beowulf hasil "pertarungannya" dengan ibu-Grendl-nan-molek-itu.
film Beowulf memakai tagline: Pride is the curse, kiranya memang tepat sebagai bahan renungan. keangkuhan justru musuh utama setiap manusia. lebih mengerikan dari segala monster.
jam
6:34:00 PM
0
komentar
Sunday, November 11, 2007
sepotong bali di tengah hujan

riding for saraswati festival
where are you going? Beyonce at Nusa Dua?
paradise for surfers
the temple in misty morning
art shop gallery
ready for the wave. tsunami alarm on the beach.
baloon man, please don't go away...
hard rain in Bali this morning.
(perhatikan tiga orang yang lewat, mereka memakai payung besar yang biasa dipakai sebagai tenda cafe)
brightly angel, light up my life...
jam
7:32:00 PM
0
komentar
Tuesday, October 23, 2007
di sana perang kampanye kok di sini yang terbakar
politik Pilkada sedang berlangsung di Makassar. riuh rendah sejak lebih 6 bulan lalu. di bulan puasa Ramadhan bahkan diadakan pertemuan pasangan Amin Syam-Mansyur Ramly dengan masyarakat Tionghoa di hotel Clarion. ballroom luas hotel Clarion tidak terisi penuh para undangan.
ada tiga pasangan calon Gubenur dan Wakil Gubernur yang maju dalam Pilkada. Amin Syam-Mansyur Ramly maju sebagai kandidat no.1. Azis Khahar Mudzakkar-Mubyl sebagai kandidat no.2. Syahrul Yasin Limpo-Aus Arifin Nu'mang sebagai kandidat no.3.
tanggal 6 November nanti masyarakat akan memilih secara langsung. inilah pemilu pertama kali untuk memilih pemimpin daerah Sulawesi Selatan. semakin mendekat harinya, suhu politik terasa makin panas.
Rabu, 17 Oktober 2007 Syahrul mengadakan pertemuan bersama semua pendukungnya juga di hotel Clarion. suasana amat ramai, hampir-hampir ballroom Clarion tidak muat menampung luapan masyarakat yang datang. Syahrul sempat mengingatkan: Bila Curang, Pilgub Bisa Chaos.
pada acara malam itu, tampak hadir tokoh-tokoh lintas agama dan masyarakat Tionghoa. dari kalangan Katolik dan Kristen (para suster, tokoh umat) terlihat hadir. acara yang dikemas sebagai Halal bi halal Lebaran juga menghadirkan Emha Ainun Nadjib yang ditemani Novia Kolopaking, isterinya. Emha memberikan beberapa petuah bagi calon gubernur yang akan maju nanti dan bagi masyarakat untuk menjunjung pluralisme dengan mengingatkan amanat Piagam Madinah.
Sabtu, 20 Oktober, di koran lokal Fajar dimuat pernyataan pengurus FMKI Makassar dan dukungannya terhadap kandidat Amin Syam-Mansyur Ramly karena katanya visi-misi yang sesuai dengan umat Katolik. mereka mengklaim bahwa 120.000 umat Katolik Sul-sel juga mendukungnya. pertanyaan bisa disampaikan di sini: alasan bahwa visi-misi cagub Amin Syam yang katanya sesuai dengan aspirasi umat Katolik persisnya yang bagaimana? terkesan alasan yang kurang kuat karena kandidat lain juga tidak kalah indah visi-misi dan programnya.
Minggu, 21 Oktober, sekelompok umat dan Sekjen Keuskupan Agung Makassar (KAMS) ke kantor harian Fajar untuk meluruskan salah kaprah pernyataan FMKI Makassar itu. "Gereja tidak pernah memihak salah satu kandidat. Gereja sebagai lembaga harus memayungi seluruh umat dan tidak berpihak kepada salah satu kandidat", kata P. Frans Nipa, Sekjen KAMS sebagaimana termuat pada harian Fajar Senin, 22 Oktober 2007 berjudul "Keuskupan Agung Bantah Klaim FMKI".
hari ini terasa suasana tidak enak menyelimuti Gereja. akibat pernyataan pengurus FMKI itu, Gereja seolah terseret dalam kancah politik praktis. siapa yang harus disalahkan dalam kasus ini? tidak jelas. karena pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa ini belum membuat penjelasan resmi, apalagi permintaan maaf bila ternyata memang keliru.
beberapa umat sempat menyampaikan keberataan atas generalisasi dan politisasi umat yang dibuat pengurus FMKI Makassar. "angka jumlah 120.000 umat katolik KAMS siap mendukung salah satu kandidat itu didapat dari mana?"
"apakah Gereja sekarang bisa dipakai untuk tujuan politik praktis mendukung salah satu calon gubernur?"
"kalau dulu diberitakan Gubernur (Bpk. Amin Syam, red.) mengalahkan Kristus dalam Perayaan Natal 2006, sekarang 120.000 umat katolik di KAMS bisa dikalahkan oleh segelintir pengurus FMKI".
"ya aneh saja, ibarat di sana sedang berlangsung perang kampanye, kok di sini (Gereja, jemaat) yang terbakar?" tanya seorang umat secara kritis. kabar terakhir yang saya dapatkan dari sumber resmi, Gereja (KAMS) telah membuat pernyataan resmi mengenai hal ini dan akan dibacakan pada Minggu sebelum Pilkada diadakan.
kita tunggu saja kelanjutannya, karena tentu menarik untuk dikaji keterlibatan politis awam Katolik dengan wadah FMKI. "peristiwa ini suatu pelajaran politik yang mahal", kata seorang imam.
Wednesday, October 17, 2007
gerimis senja

gerimis menggerigis senja
berkecipak genit menggigit
warna pucat wajahmu
dan angin yang menampar-nampar hati
seekor kupu-kupu bersembunyi di matamu
kelamnya menarik semesta ibarat lubang hitam
dingin beku dia buat matahari
kehilangan api dan pijar
larikan ke mana
rasa dingin mengejar kita
darah dari bibirmu yang kaugigit pun
luruh seumpama kristal safir
anak-anak melarik tetes matamu
butiran permata menggibah semesta raya
gerimis masih mengigit hati
dengan nyanyian senja seorang gadis sepi
jam
9:49:00 AM
0
komentar
Tuesday, October 16, 2007
ode buat Marry
.jpg)
air berjerambang saat bimbang menyerang
senja menimbang resah awan diuntai rambutmu
adakah pesan camar tertukik lambat
seorang telah pergi menyisakan jejak
sepotong noktah
di kain putih lembayung
bersulam kenangan
dendang lagu yang kaugumamkan
hilangkan dia di lautan pasir
seumpama peziarah dan sisirnya
tak pernah sampai ke batas tepi
menggerung arungi ruang
sebut saja ode sejarah atau apapun
kaunyanyikan menandak-nandak
kepurbaan menertawai panggung
dan seketika kita tiada
* rip sukabumi, 151007
Thursday, October 11, 2007
Selamat Raye
Balik Kampung
Sudirman
Perjalanan jauh tak kurasa
Kerna hatiku melonjak sama
Ingin berjumpa sanak saudara
Yang selalu bermain di mata
Nun menghijau gunung ladang dan rimba
Langit nan tinggi bertambah birunya
Deru angin turut sama berlagu
Semuanya bagaikan turut gembira
Balik kampung oh oh...( 3X )
Hati girang
Ho ho... Balik kampung (3X)
Hati girang
lagu di atas mengingatkanku suasana Hari Raya di Malaysia. di sana, Idul Fitri disebut "Raye", jadi ucapan "Selamat Raye" lazim didengar seperti "Selamat Lebaran" (saya sering bertanya-tanya darimana istilah "Lebaran" berasal. adakah yang tahu?).
rancak nian suasana Raye, semeriah lagu yang dinyanyikan Sudirman di atas.
semangat Balik Kampung ternyata di mana-mana sama... untuk mempererat tali Silaturahmi dan Silaturahim dengan handai taulan dan kerabat.
karena itu, pada masa penuh Rahmat ini kepada semua teman yang merayakan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H.
Mohon maaf atas segala kesalahan yang ada.
mari kita bersukacita di hari kemenangan ini...
salam hangat dan jabat erat.
jam
2:56:00 AM
0
komentar
Wednesday, October 03, 2007
seorang anak menangis

pagi tadi saya mengajar di sebuah Sekolah Dasar kelas 1. seorang anak laki-laki kecil tiba-tiba maju menghampiri saya sewaktu saya sedang bercerita di depan kelas.
dia menangis tersedu-sedu.
kutanya: "kenapa menangis?"
dia menjawab: "mamaku pergi"
kutanya lagi: "pergi ke mana?"
"pergi kuliah. tidak ada yang menemani saya belajar..."
"sudah kalau begitu, minta papamu menemani ya?" kataku menghibur.
dia kini bisa sedikit tenang.
sebelum pelajaran berakhir, kusampaikan bahwa minggu depan ada ulangan.
tangisannya terdengar lagi.
dia menghampiriku lagi.
kutanya: "kenapa menangis?"
dijawabnya: "tidak ada mama yang menemani saya belajar untuk ulangan"
waduh...
pulang sekolah, saya bertemu baby-sitternya di gerbang sekolah.
dia bilang: "iya, mamanya memang sedang kuliah di Surabaya".
"papanya di mana?" tanyaku
"papanya selalu sibuk dengan urusan kerja".
dalam hati saya sempat terkesima. "sempurnalah," pikirku.
anak bukan lagi hal utama bagi orangtua.
masih banyak hal lain yang patut dikejar di zaman ini: karir, studi, pekerjaan...
semoga karena itu kelak orangtua dapat bangga pada anaknya.
sebegitu mereka menabur, sebegitu mereka menuai...
jam
9:17:00 PM
0
komentar

